
gia tersenyum menatap cermin yang ada di depan nya,hari ini adalah hari dimana dia akan membawa cincin ke depan altar untuk menyatukan dua orang yang sia sayang kesebuah ikatan pernikahan,masih sangat melekat di ingatan nya bagaimana dua kakak nya pura pura bertengkar hanya demi kembalikan kesadaran dirinya yang saat itu sangat terpuruk.
"kak... ayo..." panggil Nessa adik dari ka Risa,mereka sedang berada di toilet gereja.
"iya nes... ini mau keluar" jawab gia lalu keluar,menuju mobil danh mengambil sebuah wadah yang sudah berisikan dua buah cincin.
ini gia sendiri yang membuat untuk kakak nya tercinta,dia ingin memberikan hadiah untuk kedua kakak nya,makanya seluruh seserahan dari pihak bagus semua nya di hias oleh gia.
Risa dan bagus yang memang sama sekali belum melihat gia dari tadi,karna gia sengaja menyembunyikan diri dari dua kakak nya untuk memberikan kejutan,mereka langsung kaget dengan penampilan gia yang sangat anggun,dengan gaun putih yang memang langsung di pilih oleh kedua mempelai, sebenarnya warna baju itu sama dengan seragam yang lain tapi karna sang adik hampir tidak pernah terlihat dandan makanya itu menjadi sangat luar biasa
"cantik..." ucap bagus saat gia sampai depan altar,gia hanya membalas nya dengan sebuah senyuman manis dan kembali ke kursi yang sudah disediakan.
bukan hanya kedua pengantin,bahkan beberapa teman dari bagus sudah ada yang melirik sang adik tapi sang adik fokus dengan ibadat yang berlangsung,jadi dia tidak melihat beberapa pasang mata perempuan yang sudah menatapnya seakan ingin membunuh,karna pacar mereka melihat gia terus,ada juga perempuan yang menatapnya dengan kagum.
...----------------...
malam itu juga di adakan acara resepsinya,awalnya keluarga meminta di hari yang berbeda tapi setelah perdebatan panjang akhirnya mereka setuju dihari yang sama dengan pemberkatan agar rasa lelah nya sekaligus.
gia pun turut hadir dengan beberapa buah lagu atas permintaan kedua mempelai,setiap kali ada lagu yang mereka mau mereka selalu memanggil gia dan meminta gia untuk menyanyikan lagu itu,saat sesi foto keluarga besar baik dari pihak perempuan ataupun laki laki tetap ada gia yang turut hadir didalamnya dengan di iringi tatapan tidak suka dari mba Rini dan mba wati,sekarang tibalah saat sesi foto bersama rekan kerja bagus.
__ADS_1
"Ade loe ga di ajak foto Gus" ucap Hendra dan kembaran nya Hendri yang kebetulan satu tempat kerja.
"ga usah aneh aneh loe berdua!! gw ga mau punya ipar kaya loe!!" sahut bagus sambil mengikuti arahan Tukang foto 😂
"ajak dong Gus.. biar seru..." sahut re,ku mengoda bagus.
"de..." panggil Risa tiba tiba saat gia lewat,sekalian memenuhi kemauan teman teman dari sang suami yang di sambut kerlingan mata dari bagus.
"ya ka.."
"sini foto bentar"
"lho kan temen nya mas..."
"buruan foto...!! yang lain juga mau " omel bagus karna mereka terus menggoda gia, akhirnya setelah perdebatan antara kedua kembar itu tidak ada yang di samping gia,karna gia di rangkul bagus dan di samping nya dipercayakan kepada rezky.
disaat sesi lempar bunga semua lajang berkumpul di tengah, sebenarnya Nessa sudah menarik gia untuk ikut tapi dia terlalu lelah karna dari tadi teman teman bagus terus mengajak ngobrol dan saat ini dia baru saja terbebas. setelah hitungan 1 2 dan 3 tak lama.
Bugh...
sebuah buket bunga jatuh tepat di pangkuan gia,tapi tidak hanya sebuah buket ada sebuah tangan juga yang jatuh di pangkuannya,tangan yang tadi berusaha menangkap buket itu,siapakah pemilih tangan itu?? ya..betul banget itu tangan Rezky yang membuat gia spontan berdiri dan pergi.
__ADS_1
acara berlangsung dengan lancar tanpa hambatan,hanya ada kekacauan yang di buat teman teman nya bagus saat bagus karena terus berebut berbincang dengan gia. kalau bukan mempelai laki-laki sendiri yang mengambil adik nya untuk pulang mungkin mereka masih akan menahan gia di sana. karna belum terlalu larut malam gia izin ke Risa untuk pulang bersama Ika salah satu orang kepercayaan Risa di kedai,sedangkan Risa tetap dihotel,awal Risa menolak karna bagus menyewa beberapa kamar untuk keluarganya, tapi akhirnya Risa setuju sebab dia tahu gia tidak mungkin satu kamar dengan Rini dan Wati,tapi dengan perjanjian malam ini Ika akan menginap menemani gia di kontrakan.
satu jam kemudian bagus baru tahu bahwa sang adik pulang,dia sempat menegur Risa tapi Risa pun meyakinkan kalau gia akan baik baik saja.
Ting..
"kamu kenapa pulang?" gia tersenyum membaca pesan yang masuk,padahal dia baru saja sampai.
"aku ngantuk mas!"
"emang di sini ga bisa tidur??"
"takut suruh tidur di luar 😂😂"
"dasar..." jawab bagus di mulut tanpa mengetik apapun, "apanya yang dasar mas?" tanya Risa yang baru keluar dari kamar mandi,
"Ade.." jawab bagus sambil menunjuk hp Risa,bagus memang mengirimkan pesan pakai hp Risa. "udah sampe dia?" tanya Risa sambil jalan menuju tempat tidur dan melihat pesan dari adiknya,Risa hanya tertawa tanpa membalas.
"ayo... udah siapkan!!" sebuah tangan tiba tiba melingkar di perutnya dan memeluknya dari belakang, "hhuuammh.." ka Risa menguap,lalu di sambung "cape ah... besok aja.." bagus langsung menunduk "sabar... sabar...." lalu dia mengikuti istrinya berbaring dan terlelap sambil memeluk sang istri.
**temen temen... aku minta komennya ya🙏 buat aku yang baru banget belajar nulis komen kalian penting banget buat ngebangun tulisan aku😭😭
__ADS_1
makasih ya 🙏**