
waktu terus berjalan,hasil pemeriksaan Rahma yang begitu mengerikan ternyata dia benar benar mengidap dua penyakit yang menyeramkan itu,yah.. dia mengidap HIV Aids dan leukimia stadium 2.
kata dokter dua penyakit itu hanya diri Rahma sendirilah yang akan membuatnya bertahan,terlebih Rahma tidak boleh banyak pikiran,tidak boleh lelah dan masih banyak lagi. Risa menghabiskan malam di Rumah sakit,dia kembali pagi dan langsung bekerja demi kelancaran hidup mereka. Lina tidak pernah datang saat ada Risa karna Risa selalu memohon supaya setuju dengan usul yang di berikan.
hingga suatu hari setelah hampir 3 Minggu Rahma di rawat,pihak Rumah sakit menghubungi Risa untuk memberitahu kalau Rahma muntah darah yang cukup hebat hingga kembali kritis,Risa harus dengan cepat mengambil langkah untuk pengobatan selanjutnya. Risa segera menemui bosnya meminta izin untuk ke rumah sakit karna,sebelum ke Rumah sakit Risa menghubungi Lina untuk memberi tahu keadaan Rahma saat ini.
"ka... Risa mohon ka... biarin Risa membalas apa yang mba Rahma udah kasih ke Risa,biarin Risa berkorban sekali ini aja! Risa mohon ka... Risa mohon..." Risa memohon pada Lina bahkan sampai berlutut di lorong rumah sakit,orang yang lalu lalang di sana sampai memperhatikan mereka.
"Ris... bangun... jangan bikin kita diliatin orang"
"ga ka! aku ga akan bangun sebelum kakak setuju untuk temuin aku sama orang itu"
akhirnya Lina menyetujui nya dan Risa langsung menandatangani yang di minta dokter dan Risa menjanjikan akan membawa uangnya besok pagi,malam ini Risa akan meralakan apa yang dia jaga untuk ka Rahma,orang yang selama ini membantunya,orang yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.
...****************...
saat ini disinilah Risa karna dia memaksa untuk melakukan itu,makanya Lina membawa dia untuk bersiap,mulai dari pijat,lulur dan seluruh perawatan lainnya. lalu Risa didadanin dan sedikit memotong rambut nya agar terlihat lebih segar,lalu Lina membawanya ke sebuah toko baju dan membelikan beberapa baju yang akan Risa pakai ke sana dan akan dia pakai untuk ritual yang akan dilakukannya.
"ka... ini pendek banget"
"ga kok ini di bawah lutut! kamu cantik banget,pasti dia suka sama kamu"
"tapi ka ini bagian dadanya bolong gini"
"gak apa apa biar dia lihat indahnya ciptaan Tuhan"
"terus ini buat apa ka?" tanyanya lagi menunjuk baju tidur seksi yang sudah di beli Lia berikut dalemannya.
"ini baju dinas loe nanti! pokoknya abis mandi nanti loe pake ini,jadi keluar kamar mandi loe udah pake baju tidur ini. oh iya satu lagi... ini lu ganti sebelum pake baju itu,tapi kita bayar dulu" sambil menunjuk Daleman yang super seksi.
menjelang sore Risa sudah siap dia begitu cantik Dengan baju pilihan Lina Daleman pin sudah dia ganti dengan yang di sarankan Lina,karna Pak putra orang yang tidak bisa menunggu jadi Lina mengajak Risa menunggu waktu dimana dia janjian dengan pak Putra. mereka menunggu dicafe di bawah hotel itu,Luna sudah memesan makanan tapi di antara mereka tidak ada yang memakan makanan nya,mereka terhanyut dalam pikiran masing masing.
"Ris... balik aja deh! gw ga mungkin ngelakuin ini, mumpung masih ada waktu buat kabur."
"ga ka! aku gak apa apa" jawab nya dengan suara yang gemetar
"loe yakin? gw ga maksa loe ya! gw malah meyakinkan loe ga melakukannya, tanggung jawab gua besar banget sama Rahma"
saat Risa akan menjawab tiba tiba ada seseorang yang mendekat dan merangkul Lina,dia adalah Pak putra, setelah perkenalan Risa dengan pak putra secara singkat,pak putra yang tidak memang kurang suka basa basi langsung memberikan uang terima kasih dan uang untuk Menganti belanjaan untuk Risa dan langsung membawa Risa ke kamar yang sudah dia siapkan. Lina menanggis ketika melihat Risa menitikkan air mata saat di bawa pak putra.
"pak pak.....maaf pak... bagaimana kalau kita batalkan saja pak" panggil Lina saat mereka mencapai lift.
"kamu jangan macem macem sama saya... saya ga akan melepasnya,pergilah..." jawab pak bagus lalu mendorong Lina lalu masuk ke dalam lift.
...****************...
__ADS_1
"siapa nama kamu?"
"Risa pak" jawab Risa gemetar
"apa kamu mau mandi dulu?"
"tidak pak terima kasih" masih gemetar
"kalau begitu aku mandi dulu"
tak berapa lama dia keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk,lalu berjalan menuju Risa yang masih memakai pakaiannya yang sangat lengkap.
"mandi sana... biar seger..."
"iya pak"
"jangan panggil saya pak! saya ga setua itu"
"iya mas..."
"Hem... tidak apa jauh lebih baik... "
Risa masuk ke kamar mandi lalu menggosokkan badannya dengan apa yang di berikan Lina tadi,lalu memakai pakaian tidur yang mereka beli tadi lalu keluar dari kamar mandi.
putra sudah mendorong lembut Risa sehingga mentok di dinding,Putra menelusuri wajah Risa dengan jari,yang punya wajah hanya diam dan memejamkan mata. "apa benar ini yang pertama untukmu?" tanyanya yang dijawab dengan anggukan, "aku akan membuat mu menyukainya,aku ahli dalam hal ini"
"tunggu pak... eh... mas...."
"hemm... apa ada yang ingin kau minta sayang?"
"aku takut"
"jangan takut,ada aku yang akan menuntun mu" ucap nya lalu menc***m Risa,yang langsung diserang dengan sebuah pukulan oleh Risa.
"apa apaan kamu ini!" bentak nya
"maaf pak... itu reflek"
"oke kali ini maafkan karna kau baru pertama melakukannya,tapi aku tidak mau sampai terulang dan berhenti memanggilku pak"
"baik pak... eh mas"
putra mencoba mengendong Risa menuju tempat tidur,dengan badan atletis tidak sulit untuknya melakukan itu. dia mendekatkan wajahnya pada Risa ,saat akan sampai pada bibir Risa dia malah melihat airmata yang turun dari mata Risa dan itu membuatnya sangat tidak nyaman,dia mau melakukan nya tidak dengan paksaan.
Risa terkejut saat merasakan putra menjatuhkan dirinya di samping Risa,bukan malah menc***m Risa seperti Yang ada di kepala Risa.
__ADS_1
"pak maaf..."
"sebenarnya aku sudah akan menolakmu saat Lina mengejar ku tadi,tapi hatiku tertarik saat melihat mu begitu cantik,bukan hanya fisik tapi tingkah laku dan hati,makanya wajah mu begitu indah di pandang."
Putra tetap memaksakan kehendak nya,dia memasukkan tangannya ke balik piyama Risa,memegang tengkuk Risa dan Melu**t bibir Risa yang membuat Risa mengamuk,dia berusaha mendorong Putra walaupun hanya berakhir sia sia karena secara tubuh,pria itu jauh lebih besar di banding dirinya. akhirnya Risa hanya menanggis meratapi apa yang terjadi pada dirinya.
melihat Risa menanggis membuat putra merasa iba,putra yang tadi nya sedang bermain di gunung kembar akhirnya menghentikan kegiatan nya itu.
"jangan menanggis!!" ucapnya galak. "aku membayar mu dengan sangat mahal! apa kau bisa menggantinya??" sambungnya lagi.
"maafkan aku pak🙏"
"aku tidak butuh permintaan maafmu! aku butuh kau melayaniku!"
"pak... apakah kau mempunyai seorang anak perempuan? apa kau mempunyai adik perempuan?" Risa memberanikan diri ingin berbagi dengan putra.
"apa maksudmu???" ucapnya heran. "aku belum menikah!"
"apa kau mempunyai adik perempuan??"
"apa sebenarnya mau mu? kenapa kau menanyakan adikku? jangan berbelit Belit!!" bentak putra pada Risa.
akhirnya Risa menceritakan semuanya...
semuanya tentang bagaimana dia bisa ada di ibu kota,keadaan keluarganya bahkan sampai ada orang baik yang membantunya hingga dia bisa bertahan hidup di ibu kota dan Risa sangat ingin membalas Budi untuk apa yang dia terima,itulah sebab kenapa dia sampai menjual dirinya pada putra,karna dia ingin menyelamatkan sahabat yang sudah dia anggap seperti kakak nya sendiri. Risa menceritakan itu sambil bersimpuh di hadapan Putra dan menanggis,air mata itu terus turun ketika mengingat Rahma, "ka... aku mohon maafkan aku! aku salah! aku bodoh! aku hanya ingin kakak sehat, kakak bisa seceria dulu lagi maafkan apa yang telah kulakukan!"
"lalu... apa urusannya dengan ku?? apa yang terjadi padamu dan teman mu itu menjadi urusan mu dan hidupmu tidak ada hubungannya dengan ku! yang aku tahu aku sudah membayar mu dan aku mau kau melayaniku! karna uang nya sudah ada pada Lina,jika kau tidak melayani ku dengan baik,maka aku akan meminta semua uang ku bahkan aku akan minta kompensasi dari kalian karna telah membuang waktu ku yang sangat berharga" ucap Putra dengan wajah datar sambil mendekati Risa.
"aku hanya mau kau tahu bahwa aku melakukan ini bukan karna kemauanku,aku hanya ingin melakukan ini untuk menyembuhkan seseorang yang ku sayang aku,berdoa agar ini tidak terjadi pada saudara perempuan mu dan orang orang yang Kau sayangi" ucap Risa pasrah
"apa kau sedang mengancam ku? kau tidak tahu posisi mu saat ini?"
"tidak... Kau salah! aku tidak mengancam mu,aku berdoa dengan tulus" ucap Risa bersungguh sungguh "katakan pada ku apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lagi mencoba mendekati Putra,dia sudah pasrah jika memang harus terjadi.
"kemarilah..." panggil putra menunjuk pahanya,dia minta Risa duduk di pahanya.
Risa mendekat tapi tidak duduk,dia mematung tidak jauh dari putra,putra menariknya hingga dia terduduk dan putra mulai mengeksplor leher Risa meninggalkan jejak jejak merah disana. Risa pasrah,dia tidak merespon setiap setuhan,tidak bergerak atau apapun.
...****************...
hayo tebak apa yang akan terjadi selanjutnya...
apa Risa melawan putra sehingga keperawanannya bisa dia berikan ke suaminya atau dia kabur???
baca episode selanjutnya ya...
__ADS_1