Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
89. kecemburuan 2


__ADS_3

Dalam perjalan menuju kantor Rian...


Gia kembali memikirkan hal yang di ucapkan Ika sebelum dia keluar dari kedai tadi. ternyata sudah dua hari ini Rian datang ke kedai tapi tidak masuk ke dalam karena melihat Gia dengan daffa, terbersit perasaan bersalah pada Gia. "kenapa dia tak menanyakannya langsung pada ku? emang dasar oneng!!" ucap Gia dalam hati.


Gia muncul di kantor, menemui resepsionis dan menanyakan Rian tapi sayang sang suami sedang makan siang bersama kliennya, resepsionis memintanya menunggu di ruangan tapi Gia menolak, dia ingin tetap di ruang tunggu.


tiga puluh menit kemudian yang di tunggu datang, Gia tidak bangkit berdiri, dia melihat suaminya dari jauh bersama seorang wanita yang sedang berbicara dengan sikap yang sedikit centil di mata Gia. sang resepsionis langsung menoleh pada Gia yang langsung mengeleng samar padanya, si resepsionis hanya mengangguk, saat akan memasuki lift tiba tiba lift terbuka kembali menandakan akan ada seseorang yang masuk.


Rian,asistennya dan sekertarisnya langsung terkejut saat melihat siapa yang masuk, lengkap menenteng helm dan jaket.


"kenapa ada tukang ojek masuk lift?" tanya perempuan itu dengan nada centilnya, tapi semua yang disitu hanya diam


"kenapa di sini?" tanya Rian yg sudah pindah posisi di samping istrinya.


"iya... marahin aja pak, masa tukang ojek naik lift, nanti muntah muntah." wanita centil itu menyahut.


Rian tak menggubris wanita itu dan kembali menatap wanitanya, "kenapa kamu naik motor segede itu ke sini? kamu kan bisa minta jemput, atau pake motor mu" tanya Rian lagi.


Gia tahu kalau Rian tidak begitu suka jika dirinya membawa motor besar, itu sebabnya dia menanyakan hal itu. "motor ku mati mau aku masukin bengkel."


"ada apa kamu ke kesini?"


"tadinya ada yang ingin aku bicarakan tapi sepertinya kamu sibuk, jadi nanti malem aja" ucap Gia melirik ke arah wanita centil itu.


Rian langsung menarik Gia saat pintu lift terbuka dan melirik ke arah asisten nya, sang asisten yang tahu betul apa yang di maksud langsung menarik wanita centil itu yang sudah hendak keluar menyusul Rian.


"heh... heh... loe ngapain tarik tarik gw!" teriak wanita itu, "rian rian... tolong gw dong, aduh... pada ngapain sih" teriaknya lagi manggil Rian.


sementara Rian yang sudah sampai di ruangannya langsung mengunci pintu lalu memencet interkom ke arah sang sekertaris yang berada di meja tepat depan ruangannya, "jangan biarkan siapapun masuk"


"baik Pak" sahut sang sekertaris cantik.

__ADS_1


Rian kembali menghampiri istrinya yang masih berdiri dekat pintu, "duduk... kamu ngapain kaya spg baju" ucap Rian menggandeng Gia duduk. "pasti ada hal penting yang bikin kamu ke sini, ada apa? "


"aku mau ajak makan siang tadinya,tapi sepertinya makan siang kamu lebih menarik, karna ada wanita ga**l itu.


" kamu cemburu? "


"engga"


"yakin? terus kenapa anak orang main di katain aja? padahal dia gak ngapa ngapain"


"keliatan dari gerakan nya, gerakan kamu juga cukup menikmati."


Rian tertawa melihat wanita nya, dia beranjak mengambil air di lemari pendingin, "nih... biar adem dari kepala sampe kaki" ucap Rian menyerahkan minuman dingin ke tangan istrinya.


"kenapa kamu ke kedai tapi ga masuk?" tanya Gia langsung tanpa berasa basi.


"aku gak mau ganggu kamu"


"kamu kan lagi nostalgia, lagian kamu keliatan happy kok"


"kalau kamu? happy? kerja sama kamu lancar kayanya"


"dia ade nya partner kerja ku"


"aku pulang dulu... " pamit Gia yang langsung di tahan Rian dan menyandarkan Gia langsung didinding lalu menci**m istrinya, ini yang sudah dia rindukan padahal baru dia hari. Gia yang tadinya memberontak akhirnya mengikuti ritme yang di beri Rian, Gia memukul dada suaminya saat hampir tidak bernapas akibat ulah suaminya itu.


tok tok tok.... suara pintu di ketik dari luar,Gia langsung mendorong suaminya dan merapikan rambut nya, dengan kesal Rian membuka pintu dan ada asisten nya yang langsung paham bahwa dia sedang menganggu. "maaf Pak... kita masih ada rapat" ucap sang asisten takut takut.


"aku balik dulu, kamu masih ada rapat kan" ucap Gia mengambil helm dan jaketnya lalu keluar.


"batalin semuanya, saya mau pulang" ucap Rian menyusul istrinya.

__ADS_1


"kamu ngapain?" tanya Gia saat Rian merebut kunci motor nya.


"pulang"


"kamu jangan engga profesional gitu dong!"


"kalau gitu kamu pulang naik mobil, nanti di antar supir kantor"


"engga"


" kalau gitu pulang sama aku"


terpaksa Gia menurut dan pulang bersama Rian mengunakan motor Bagus, sedangkan yang punya motor sudah pulang mengunakan motor matic yang biasa Gia pakai.


30 menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen Rian, sepanjang perjalanan hanya di isi dengan keheningan, Rian memacu kendaraan dengan sangat cepat.


keributan kecil terjadi saat sudah di dalam kamar, yang satu meributkan daffa dan yang satunya lagi meributkan jennie, wanita cantik yang centil tadi.


"masa kamu cemburu sama daffa sih? aku kan udah kasih tahu kamu daffa siapa! "


"kamu juga masa cemburu sama anak kecil"


" aku enggak cemburu "


" bohong! "


"terserah"


"kok terserah! kamu ngapain sama laki laki lain elus elus tangan kaya gitu!"


Gia malas berdebat, makanya dia pergi bersih bersih badan lalu beranjak ke dapur meninggal Rian yang menunggunya di kamar, dengan setengah kesal Rian beranjak membersihkan diri, dia mendinginkan kepala nya dengan kucuran shower, cukup lama dia menetralisir emosinya dengan cara mandi.

__ADS_1


Rian sudah rapi dengan pakaian santai nya, hingga dia menangkap bau gosong dan langsung lari kedapur, sang istri pingsan di lantai, sedangkan masakkannya sudah gosong.


__ADS_2