Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
KAMU (Rian&Gia)


__ADS_3

Halim tetap meminta OB untuk membuatkan minuman untuk Gia,tak lama pintu terbuka tanpa di ketuk, Rian menatap tajam Halim yang duduk di samping wanita yang dia inginkan. namun dia tidak melihat tatapan terkejut yang melihat kearahnya,saking kesal karna melihat Halim berada persis di samping 'calon wanitanya' Halim yang sadar dengan tatapan itu langsung segera beranjak.


"Anda direktur nya?" tanya Gia sedikit kesal karna di kerjai.


"mba Gia... kenalkan ini pak Rian kami, beliau yang akan mencicipi catering anda." Halim secara profesional menanggapi.


"selamat siang pak,saya Gia dari kedai RI&GI membawakan test food untuk catering acara yang bapak selenggarakan" ucap Gia profesional.


"tinggalkan kami" ucap Rian yang sebenarnya di tujukan pada Halim tapi entah kenapa Gia ikut bangkit dari duduknya.


"mau kemana kau?" tanya Rian heran karna melihat Gia beranjak pergi.


"saya ingin keluar pak"


"kenapa keluar? kau tidak ingin tahu jawaban tentang makanan ini?"


"tadi anda yang minta"


"aku tidak bicara padamu,aku bicara padanya" ucap Ria menunjuk Halim. "duduklah... temani aku mencicipi ini" sambungnya lagi.


setelah Gia duduk kembali di depannya Rian memperhatikan Gia terus menerus seakan ingin memeluknya,dia rindu pada gadis ini tapi gadis ini sangat acuh padanya bahkan dia cenderung menghindar. Rian terus melihat ke arahnya tanpa menyentuh makanannya sama sekali,Gia yang risih terus ditatap orang didepannya langsung bersuara,yang membuat Rian gemas dan tanpa sadar menggenggam tangan Gia.


"pak... bisa anda mencicipi makanannya? saya sudah waktunya kembali ke kedai,lagi pula makanannya ada di meja bukan saya makanannya,kenapa anda melihat saya seperti ingin memakan saya." ucap Gia


"kita hanya berdua disini bisa hilangkan sikap formal mu itu?" ucap Rian sudah menggenggam tangan Gia


"maaf pak... saya hanya berusaha seprofesional mungkin karna saya datang dengan tujuan pekerjaan."


"Gia... kenapa kamu membohongiku?"


"tentang apa?"


"no telpon dan kenapa aku merasa kau menghindari ku"


"maaf pak! saya tidak bisa menjawab sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan yang saya kerjakan"

__ADS_1


"Gia kamu...." belum selesai Rian bicara pintu sudah di ketuk. "masuk..." ucap Rian


"pak... hari ini bapak free" ucap Halim seakan tahu bahwa ada yang harus diselesaikan bersama wanita yang saat ini ada pada genggamannya.


"terimakasih Halim... kau memang terbaik" lanjutnya lalu membawa Gia bersama makanan yang akan menjadi test food.


"maaf pak saya harus segera kembali" ucapnya berusaha meloloskan diri dari Rian.


"bukan kah kau ingin aku mencoba makanan ini? ikutlah agar aku kau tahu jawabanku,karna aku tidak suka menyeret mu dan menjadikanmu bahan tontonan." ucapnya tegas


"baiklah..." akhirnya Gia mengalah dan mengikuti Rian.


Rian membawa Gia ke apartemen nya,setelah sampai disana Rian langsung membawa Gia ke balkon,tempat biasa Rian duduk.


"duduklah.. aku akan mengambilkanmu minum"


"tidak perlu pak,saya...."


"Gia berhenti memanggilku pak! ku mohon turuti aku walau hanya sekali!" bentak Rian yang membuat Gia terkejut dan langsung diam. Rian yang menyadari telah membentak Gia langsung melepaskan genggamannya pada Gia,beranjak ke dapur untuk mengambil minum.


"Gia maaf.... aku tak bermaksud membentak mu... aku hanya tidak suka dengan sikap mu yang terlalu formal padaku" ucapnya saat kembali sambil membawa minum untuk Gia,saking takutnya air itu di minum hingga tandas membuat riang menarik nafas dengan berat. "Ayo... aku antar pulang" ucap Rian kehilangan ***** makan nya.


"loe apain dia?" tanya Bagus saat Rian muncul karna Bagus melihat sendiri Gia keluar dari mobil Rian.


"sorry... "


"loe apain dia?" tanya Bagus lagi yang sudah mendekat ke arah Rian


Risa yang menyadari keadaan genting yang tidak di lihat mata lain mendekati mereka, "apa yang mau kalian lakukan? masuk ke dalam!" minta Risa pada mereka,yang kemudian berjalan mengikuti,semenjak kedai makin ramai Gia dan Risa mempunyai ruang pribadi dan membuat ruang istirahat untuk karyawannya.


brukg...


"lu apain Ade gw" Bagus langsung melayangkan pukulannya.


"sorry bro.. tapi dia beneran ga gw apa apain"

__ADS_1


"jangan bohong lu sama gw!" ucap Bagus lagi, dia sudah mengangkat tangannya hendak memukul temannya itu tapi seseorang masuk di antara mereka.


"ngapain? bikin rusuh di ruangan gw!" ucap Gia kesal. dia tadi masuk langsung ke toilet,saat keluar melihat Bagus dan Rian masuk ke ruangannya,feeling Gia yang tak enak ikut menyusul.


"kamu dia apain sama si Ba***sat ini?"


"dia ga ngapa ngapain mas!"


"terus kenapa kamu balik balik langsung kaya gitu"


"aku ga apa apa tadi aku mules" kilah Gia padahal tadi dia kesal setengah mati karna di bentak.


Bagus menatap lurus ke sang adik,dia tahu adiknya menyembunyikan sesuatu,dia menoleh ke istrinya yang memberikan sedikit anggukkan. "kalau sampai loe apa apain dia... lu berurusan sama gw! gw ga perduli dengan apapun yang akan gw hadapi nanti!!"


"tenang bro... gw sayang sama Ade lu tulus... dengan apa adanya adik lu tanpa harus ada yang di tutupi" balas Rian yang membuatnya mendapat 2 tatapan yang berbeda, Risa yang menatapnya bahagia karna ada yang begitu menyayangi adik nya dan Gia yang menatapnya dengan tatapan yang tak tergambarkan antara kesal,marah,benci,tatapan yang sangat tajam.


...****************...


waktu terus bergulir,Rian hampir setiap hari datang ke kedai di jam Gia akan berangkat sekolah,beberapa kali Gia sudah mengatakan tidak perlu menjemputnya karna dia bisa berangkat sendiri tapi Rian dengan kekeuh nya tetap datang dan menjemput Gia. kadang Gia menolak walaupun Rian memaksa,sampai akhirnya Rian seperti memberi jadwal dua hari sekali dia baru menjemput Gia. setiap Rian kesana ada sepasang mata yang sangat terbakar dengan hal itu,begitu pula sebaliknya,setiap pulang ke kedai Rian harus menahan rasa cemburunya karna melihat Gia yang begitu dekat dengan Derry.


"dia juga suka sama Gia jadi loe harus berjuang ekstra bro!" ucap Bagus beberapa hari lalu karna melihat Rian mematung menyaksikan kedekatan Gia dan Derry.


*Tut...Tut....Tut....


"ya?" suara dari sebrang menjawabnya.


"bisa ketemu gua?"


"dimana?"


"Deket kantor loe aja! biar ga buang waktu loe yang berharga itu" ledek Rian pada sahabatnya yang dia tahu beberapa hari ini sering lembur.


"sia***n loe! kabarin gw kalau udah sampe"


"oke*"

__ADS_1


Rian sengaja membuat pertemuan dengan Bagus dia ingin tahu tentang Gia,semuanya... termasuk soal kedekatan Gia dengan Derry dan rencana Gia pindah ke luar kota seperti yang di katakan Risa kemarin.


"Gia... ketahuilah... banyak perempuan yang mencari cara untuk bersama ku,tapi sayangnya yang ku mau hanya kamu...."


__ADS_2