Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
awal yang baik #2


__ADS_3

Gia hanya tertawa mendengarnya. sepanjang makan tidak ada pembicaraan di antara mereka,hingga Gia kembali ke kedai dan di sidang oleh mas nya.


...****************...


Rian memicingkan mata melihat kedekatan dua kakak beradik yang menurut nya sangat tidak wajar itu,terlebih tidak ada Risa di sana.


"masuk sana! istirahat!" ucap Rian lembut pada Gia. setelah sampai di kontrakan, tadinya mereka memang akan ke kedai tapi setelah perdebatan panjang dan persetujuan ka Risa,akhirnya Gia setuju untuk kembali ke kontrakan dan beristirahat.


"hmm.. itu mas.." ucap Gia binggung melihat Bagus sudah di depan kontrakan.


"masuk! bukan nya kamu mesti banyak istirahat!" potong Bagus tegas sebelum Gia menyelesaikannya.


"pak Rian saya masuk dulu ya..." pamitnya yang di jawab anggukkan oleh Rian.


"kenapa gak loe bawa pulang aja dia ke sini,loe kan tahu di sini,kenapa mesti loe bawa ke apartemen loe?" Bagus to the poin


"gw hanya memberikan penanganan terbaik buat dia,ada Awan datang buat periksa keadaannya dia"


"jangan salah ambil langkah! dia punya trauma dan gw ga mau dia kaya dulu karna loe!"


Rian yang heran dengan dengan apa yang di ucapkan Bagus,tapi dia tahu bukan saat nya untuk bicara dengan sahabatnya itu.


"loe ga kerja?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"gimana gw bisa kerja,sedangkan gw tahu Ade gw di bawa play boy kelas kakap ke apartemen nya"

__ADS_1


"loe bisa tanya dia! gw ga sama sekali sentuh"


"gw ga akan..." belum selesai Bagus bicara sang istri datang dengan wajah khawatir.


"mana Gia?" sambil cipika cipiki dengan Rian,lalu beralih mendekati suaminya.


"di dalam" jawab mereka bersamaan


"okey... kalian berdua bisa bicara secara dewasa bukan?? Gia melihat kalian dari jendela!" bisiknya agak keras agar Rian pun mendengar dan itu membuat Rian menoleh tapi tidak dengan Bagus karna dia tahu persis seperti apa adiknya itu.


"Ris... titip ini...!" panggil Rian saat Risa akan mencapai pintu,lalu memberikan plastik yang berisi obat.


setelah kepergian Rian terjadi perdebatan antara Gia,Risa dan Bagus. mereka ingin Gia ke rumah mereka agar bisa memantau tapi Gia menolak dengan alasan ada Ika yang menemani disini walaupun pisah kamar akhirnya perdebatan panjang itu di menangkan Gia.


...****************...


"iya ka... dari tadi obat obat Mulu!"


"soalnya kalau ga di gituin ga bakal ke minum" kali ini Bagus yang menjawab.


"apaan deh mas... minumlah! ntar sakit lagi makin banyak yang bawel!!"


"makanya kalau ga mau di bawelin jangan yang aneh aneh." jawab Bagus


saat akan menjawab perkataan Bagus,ada suara ketukan di pintu kamarnya.

__ADS_1


"hhmmm... ada tamu tuh!" kata Ika setelah membuka pintu.


"siapa?"


"pak Rian"


"hah??? " Gia terkejut lalu melihat ke arah jam, saat Gia akan menjawab suara Bagus masuk lebih dahulu.


"jangan di kasih masuk! suruh pulang!" Bagus menjawab,Ika langsung terkejut saat mendengar suara bos nya satu lagi. Gia memberikan kode pada Ika untuk keluar,Ika yang sadar kode dari Gia langsung menemui Gia dan meminta Rian menunggu karna Gia sedang terima telpon.


"apaan sih Gus...! loe jadi kakak posesif banget! lagian gw udah bilang RT mau nginep sini." ucap Rian sembarang, "hahaha... iya iya gw pulang! lagian..." belum selesai bicara bidadari nya muncul,Rian langsung menutup telpon tanpa ijin.


"hei... " sapa Rian


"udah malem pak..."


"iya... aku mau minta no tlp kamu boleh?"


"hemm... malem malem? ga bisa besok?"


"aku... hmmm apa besok aku boleh ngobrol sama kamu?"


"pasti..." ucapnya sambil tersenyum.


"ah... lengkap sudah hari ku melihat senyum itu,aku pasti akan bermimpi indah" batin Rian.

__ADS_1


Rian pamit pulang dengan senyum sepanjang jalan,senyum itu bagai candu untuk nya,hanya senyum,senyum yang membuatnya terus ingin melihat,senyum yang menenangkan,senyum yang membuatnya melupakan setiap masalah,senyum yang mengandung semangat.


"aku tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini. tapi aku selalu ingin melihat senyum itu terus,saat aku membuka mata atau saat aku akan menutupnya kembali. apa ini cinta? aku begitu nyaman bersamanya,tidak melihatnya saja seperti ada yang kurang."


__ADS_2