Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
95. semakin mencintai


__ADS_3

Kali ini semua itu terjadi dengan sangat lambat, sangat teratur dengan perasaan yang sama sama saling menginginkan tanpa ada pengaruh obat apapun. Gia meneteskan air mata saat melakukannya membuat Rian tidak tega dan ingin menghentikannya, tapi Gia menahannya dan meminta nya meneruskan, hingga mereka sama sama mencapai puncaknya.


Rian memeluk sang istri setelah selesai melakukannya, hanya sekali tapi pengalaman pertama Gia dalam keamanan sadar, dia merasakan kasih sayang Rian tercurah saat melakukannya, secara perlahan karena tidak ingin menyakiti Gia.


*Terima kasih Tuhan , Kau telah mengirimkan orang terbaik untuk ku, aku akan menjaganya sampai kapan pun, sampai kau kembali memanggilku.* ucap Rian lalu mengecup Gia berkali kali dan tertidur.


...****************...


menjelang siang Gia baru terbangun dan langsung membangunkan suaminya, "mas... kamu gimana sih... kok ga bangunin aku! " ucapnya kesal lalu menarik selimut untuk menutup tubuh nya.


"mau kemana sih?" menarik Gia yang sudah akan beranjak pergi.


"ih... udah ah... kan harusnya pagi ini kita udah jalan jalan, gara gara kamu nih!" ucapnya berusaha melepaskan diri dari pelukkan sang suami.


"kok aku? yang minta siapa?"


pertanyaan itu sontak membuat wajah Gia memerah, setelah di ingat memang dia yang memintanya, Gia tertawa malu di depan suaminya. "maaf maaf... 😅"


"tak masalah... aku suka!" ucapnya mengoda, "yaudah mandi gih... kita makan siang, setelah itu berangkat" ucapnya lagi.


"oke... " ucapnya senang dan langsung bangun untuk membersihkan diri, Tiba-tiba dia berhenti saat dia merasa ada yang sakit.


"kenapa?" tanya sang suami, Gia tidak menjawab, sejujurnya dia bingung karena takut suami nya merasa bersalah. "sakit ya? " Tanyanya lagi.


"iya"


"aku bantuin ya"


"tapi mas... "


"gak apa apa... ayo!" langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi dan menurunkan nya di samping bathtub, "mau aku bantu atau mau sendiri?" tanyanya pada Gia, dia tidak mau Gia tidak nyaman dengan kehadirannya.


"aku sendiri aja mas"


"kalau udah selesai panggil aku ya... maaf ya... " ucapnya lembut lalu menc**m Gia sekilas.

__ADS_1


"eh... mas. .. " panggil Gia membuat suaminya menoleh, "ini emang kaya gini kan? bukan karena ada sesuatu yang terjadi... " tanya nya polos.


"iya... nanti kita obrolin ya! kamu bersih bersih aja dulu"


"oke"


tiga puluh menit kemudian Gia selesai mandi, gantian Rian pergi membersihkan diri, sementara Gia merapikan makanan yang sudah suaminya pesan ke atas meja makan. tidak sampai lima belas menit Rian sudah bergabung dengan istrinya di meja makan untuk makan siang bersama, Rian tak berhenti memperhatikan istrinya, dia tidak menyangka sepercaya itu istrinya pada dirinya sampai dia tahu apapun yang dia lakukan tidak akan menyakiti sang istri. betapa dia sangat bersyukur di berikan istri yang luar biasa ini, walaupun dia mempunyai masa lalu yang kurang baik, tapi dia mampu untuk bangkit dari masa lalunya dan menjadi dirinya yang sekarang.


"hari ini ga usah kemana mana ya, besok aja..." ucap Rian saat selesai makan.


"aaahhh... kenapa???"


"kamu sakit sayang, nanti susah jalan nya, istirahat dulu" mendekati Gia.


"mas mah... ingkar janji!!" ucapnya kesal dan beranjak.


"eh eh... " Rian menahan tangannya, "denger aku... kamu baru pertama kali melakukannya, itu pasti sakit makanya mending istirahat dulu besok baru kita jalan ya... " ratunya lagi pada sang istri, sesungguhnya dia takut istrinya kelelahan.


"malem ini ke penginapan dekat sana aja, jadi pagi nya langsung ke pantai,aku mau lihat matahari"


"mas ah... aku ga bercanda"


"iya iya... malem ini kita ke sana, tapi kamu istirahat dulu biar nanti malem kamu gak terlalu cape"


"paling juga nanti kamu yang bikin cape" jawabnya lagi.


"tuh kan... malah gangguin aku! kamu juga suka kok aku bikin cape"


setelah saling menganggu Gia dan Rian tenggelam dengan buku mereka masing masing, keduanya memang sangat suka membaca, buat mereka tak perlu ada suara, asalkan bersama itu sudah cukup, tapi di saat yang satu tidak memegang ponsel atau bukunya yang satu lagi pasti melakukan hal yang sama, mereka sangat saling menghargai dengan caranya mereka sendiri.


17.15


mereka sudah selesai merapikan pakaiannya dan bersiap menuju lobby, setelah check out mereka langsung masuk ke dalam mobil yang mereka sewa selama sepuluh hari di Malang. mereka menuju penginapan berikutnya,


__ADS_1


"indah nya.... keren banget mas ini, kamu pinter" tak berhenti Gia memuji suaminya yang memilih penginapan yang sangat tepat.


"kamu mau duduk disini?"


"boleh ga? sebentar kok"


"iya, aku bikinin minum ya"


"jangan... aku aja! " ucapnya langsung beranjak ke arah bar mini disana.


kali ini mereka menginap di sebuah villa jadi ada dapur dan ruang tamu nya, "ingin rasanya menginap disini terus" ucap Gia dalam hati sambil membuat minum untuk suaminya.


"yeah... ini seru banget! " ucap Gia saat kembali dengan kopi dan cemilan yang sudah dia beli di jalan menuju ke villa.


"kamu suka kan?"


"kamu bercanda mas! aku suka banget! kok kamu bisa tahu tempat ini dari mana?"


"sebenarnya ada mantan aku disini" ucapnya ingin melihat reaksi istrinya.


"ah... kalau gitu ayo kita pulang, ganti tempat aja" ucapnya kesal, walaupun dia sebenarnya tahu kalau Rian hanya mengiranya.


"bercanda ah... kamu itu gampang ngambek! ayo sini..."


Gia menyempatkan diri foto pemandangan dan mengirimnya kepada kedua kakaknya, Rian ikut mengambil potret sang istri yang terkena cahaya matahari terbenam dan memostingnya di sosial media,memasang menjadi wallpaper ponselnya, membuat sebuah grup yang isinya mereka berempat dan mengirim foto itu kesana.


*happy happy ya kesayangan... *


*Gia kamu jangan mau kalau disuruh suruh disana ya sayang... *


ucap mereka pada Grup yang baru saja di buat suaminya, Gia hanya menjawabnya dengan emot senyum sementara Rian tak membalasnya sama sekali, dia langsung mematikan ponselnya, itu pula yang di lakukan Gia.


setelah berkabar dengan Jakarta, mereka berdua berbincang serius sambil saling bersandar, mereka saling melengkapi, semakin saling mencintai.


dari sudut pandang Ria dia melihat wanita nya adalah perempuan hebat setelah ibunya, yang berjuang melahirkan nya,sedangkan wanita yang di samping nya ini yang akan berjuang demi melahirkan anaknya.

__ADS_1


keduanya saling merangkul mesra, merasa salin mencintai satu sama lain. Rian makin mencintai wanita dewasa ini dengan segala kisah hidup nya, sedangkan Gia makin mencintai Rian karena prilaku nya yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya dan Rian begitu terlihat mencintai Gia dengan sangat tulus, hal inilah yang membuatnya Gia juga begitu mencintai hingga orang di sekitarnya tertular dengan kebahagiaan mereka berdua yang selalu membahagiakan orang di sekitarnya.


__ADS_2