Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
KEMBALINYA SANG ADIK


__ADS_3

seminggu berlalu setelah kejadian itu gia terus diam,bahkan tidak bicara,tidak keluar dari kamar,hanya tiduran di kasur,Risa yang dengan telaten mengurus segala keperluan dari mulai mengelap hingga memberi makan,kadang gantian dengan bagus jika risa perlu ke warung makan yang sekarang posisi nya sekarang depan jalan raya. bagus sudah mendatangkan dokter dan dokter memvonis gia depresi akut,terlebih saat bagus masuk ke kamarnya dia akan teriak ketakutan, sebenarnya dokter menyarankan ke rumah sakit jiwa tapi di tolak Risa,dia yakin adik nya hanya syok tidak perlu ke sana.


"mas... aku nitip gia ya,,, aku ada barang dateng" pinta Risa saat bagus datang,karena permintaan bagus Risa menambah karyawan agar lebih mudah mengurus gia,tadi nya mau cari orang untuk menjaga gua tapi Risa dan bagus takut malah jadi ga sembuh,lebih baik mereka yang jaga agar ada interaksi.


"sekalian ambil transaksi dan laporan seminggu ini biar kita kerjain sambil jaga ade!"


"iya... nanti aku bawa sekalian... ouh iya gia udah makan ya,obat juga udah mas tinggal jagain aja! ga usah masuk" setelah bilang begitu Risa langsung pergi,tanpa menunggu jawaban bagus,Risa sangat mengerti yang di rasakan bagus,dia juga sangat sedih melihat kondisi sang adik yang seperti tidak mengenal nya.


PRANNNKKK....


suara keras itu membuat bagus yang sedang menonton telivisi di depan lari menuju kamar gia,


"kamu kenapa de??" tanya nya yang saat ini telah duduk di tempat tidur,tiba tiba gia mengambil lagi gelas di samping lalu melemparnya lagi mengenai dinding,gia langsung berdiri saat bagus berusaha memegang tangan nya,dengan sigap bagus menangkap gia karena begitu banyak pecahan kaca di lantai,dia terus memberontak melepaskan diri...


"gia! gia! sadar de... sadar..." bagus menggoyangkan bahu gia agar gia sadar,tapi sayang nya seperti tidak berhasil,dia terus memberontak hingga secara refleks gia mendorong bagus hingga bagus terkena pecahan kaca dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, bagus hanya diam dengan apa yang dilakukan adiknya itu. bagus berusaha mengumpulkan pecahan kaca itu agar tidak terkena adiknya tanpa perduli tangannya yang sudah berlumuran darah,entah sudah sadar atau tidak gia menghampiri bagus,membawa handuk kecil yang tadi Risa gunakan mengeringkan rambut nya,lalu menutup luka bagus yang terus mengeluarkan darah,bagus cukup terkejut dengan sikap gia yang seperti itu tapi dia senang dengan perubahan itu dan senang melihat respon baik gia walaupun tanpa senyum.


"makasih ya de! kamu naik gih,nanti ikutan luka" pinta bagus yang hanya di sambut anggukan dari adik tercinta.


"lho... kenapa nih mas?" tanya Risa yang sedang membawa beberapa buku dan nota serta uang cash.


"Ade mu ngamuk..."


"kamu deketin? dia kan belum bisa di deketin cowok mas!"


"mau sampe kapan? bulan depan kita mau nikah,masa kita biarin dia begini..."


"ya ga gitu! pelan pelan mas... aku yang perempuan aja deketin dia susah,kamu lagi yang jelas jelas cowok!" balas Risa yang kini sudah membawa air hangat dan handuk untuk membersihkan tangan sang calon suami.

__ADS_1


bagus tidak menjawab apapun,dia juga tidak memberitahukan apa yang dilakukan gia tadi,dia hanya diam dan berputar pada pikiran nya sendiri,dia ingin mencari cara agar adik nya bisa pulih lagi,dia tidak ingin adiknya tidak ada di acara pernikahan nya nanti.


...----------------...


waktu terus bergulir,hari terus berganti tanpa terasa tinggal 3 hari lagi acara pernikahan akan di selenggarakan,Risa disibukkan dengan pernikahan yang akan diselenggarakan di Jakarta,tapi dia tidak lupa dengan adik nya tersayang yang masih tenggelam dengan dunia nya sendiri.


tiba-tiba...


"udahlah.. batalin aja semuanya!!!" bentak bagus tepat di depan kamar


"terserah kamu deh mas! kamu mau batalin! mau kamu lanjutin!" balas Risa sambil membuka pintu kamar dan masuk sambil membawa makan gia.


" kamu jangan main main ya!! ngapain kamu malah temuin laki laki lain kaya gitu! semua keputusan ada di kamu mau kamu gimana?? kamu mau tinggalin kebiasaan kamu pergi ga bilang kaya gitu atau mau berubah!" balas bagus lagi sambil menyusul,Risa tak menjawab dia malas berdebat dengan bagus,karna tak mendapat jawaban dari sang calon istri bagus menghampirinya dengan wajah marah,menarik Risa. saat bagus sudah melayangkan tangan nya untuk menampar pipi Risa,sudah ada gia yang berdiri di depan Risa,seakan ingin melindungi kakaknya.


"good... berhasil!! gia akan terus merespon jika seperti ini" ucap bagus dalam hati.


"kamu yakin mas pake cara itu bisa bikin respon gia naik?"


"yakin! karna beberapa kali aku selalu liat dia nenggok pas aku bersuara agak kenceng ke kamu."


"kalau kamu yakin aku ikut aja! buat aku dia kembali jadi gia yang dulu udah cukup"


"tapi kamu harus tahan kangen sama aku... hehehe... karna nanti kita akan diem dieman kurang lebih 3hari kita liat respon nya, pokoknya kamu bikin seakan kita tidak berkomunikasi"


Risa hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.


FLASHBACK OFF....

__ADS_1


malam setelah kejadian itu Risa yang biasanya menyiapkan makanan gia sambil terus mengajak bicara,kali ini dia hanya diam,tak ada pembicaraan sama sekali,bahkan saat makan gia bisa mendengar suara Isak,begitu pula saat akan terlelap,gia masih mendengar sebuah isakkan dari Risa. disaat sudah mulai terlelap,gia mengusap air mata yang tersisa di pipi sang kakak,lalu mengusap lembut kepala nya sambil tersenyum. Lima hari telah berlalu ternyata cara yang dipakai bagus benar benar ada manfaatnya,walaupun sedikit terlambat tapi membuahkan hasil baik. setelah kejadian Risa di bentak oleh sang calon suami,gia malah jadi lebih banyak respon omongan orang walaupun masih bungkam dan menutup mulutnya,dia hanya merespon orang tapi tidak menjawab nya.


tok...tok...tok...


Risa sengaja tidak keluar dari kamar karna dia sudah tahu yang datang bagus,saat gia membuka pintu dan melihat bagus yang datang dia langsung menutup dan mengunci nya, bertepatan dengan itu Risa keluar dari kamar.


"kenapa?" tanyanya pada gia,yang hanya dijawab gelenggan kepala, "aku ke kedai dulu ya! kamu jangan ikut,kan kemarin udah ikut,kamu harus banyak istirahat" ucap Risa lagi sambil berjalan ke arah pintu yang membuat gia buru buru menarik Risa yang tangannya sudah sampai di handle pintu, "ada apa sih? kalau kamu mau ikut nyusul aja! inget kan jalannya?" balas Risa lagi dan langsung membuka pintu.


"aku mau bicara!" jawab bagus tegas saat pintu terbuka.


"masuk!"


"kamu mau nya gimana sama hubungan ini? mau kamu lanjutin atau ga?"


"aku mau dia juga hadir di pernikahan aku! dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, kalau bukan dia mungkin akan selamanya aku jadi wanita malam."


"kalau kamu tunggu dia mau sampai kapan? dia sendiri saja seperti tidak ada keinginan untuk sembuh!!! dia itu udah jadi orang gil*..."


"STOP!!! jangan dilanjutkan! pergi dari sini!!"


"KAMU KENAPA GA MAU DENGERIN AKU!!!" bentak bagus sambil mengocang tubuh Risa dengan sangat keras.


"jangan....." tiba tiba gia teriak sambil menanggis "jangan sakiti dia... jangan.... jangan..." gia jatuh duduk melihat bagus membentak Risa. bagus dan Risa yang terkejut dengan respon yang di beri langsung menghampiri, "de... kakak gak apa apa..." ucap Risa sambil berusaha menenangkan sang adik yang sudah sesegukkan,sengaja Risa dulu yang menghampiri agar gia tidak kabur saat bagus menyentuhnya dan benar saja, "de... hei... " bagus memanggil gia yang berada dipelukkan Risa dan mengangkat wajah nya yang terus menanggis, "de... kamu inget kan kita berdua sayang sama kamu? dengerin mas ya... kamu itu orang yang sangat penting buat kita berdua, apapun yang kamu rasa ga bisa kamu pikul sendiri,bisa kamu bagi sama kita berdua,kamu udah seperti adik buat kita,kesedihan kamu kesedihan kita juga" setelah mengucapkan itu dia memeluk dua wanita yang sangat dia sayang itu.


"terima kasih Tuhan... Kau menghadirkan dua wanita luar biasa ini dalam hidupku."


*temen temen maaf kalau masih berantakan kata katanya... kalian boleh lho komen kalau ada yang kurang biar ke depan nya bisa aku perbaiki*

__ADS_1


__ADS_2