
Lagi lagi belum selesai Gia bicara, suami nya sudah menc**mnya, ******* b*b*r mungil itu, awalnya tidak ada respon tapi setelah tiga menit berlangsung, Gia membalasnya tidak kalah hebat mereka saling menikmati setiap kejadian yang terjadi. larut akan keindahan malam buat mereka buat mereka melakukan nya lagi sampai dua kali pelepasan hingga akhirnya Gia kelelahan, awalnya Rian ingin melakukannya lagi tapi melihat wanita nya kelelahan dia pun tak tega dan mengakhiri peperangan yang terasa nikmat itu.
...****************...
09.17
Rian dan Gia buru buru memasuki stasiun kereta, kegiatannya semalam membuat mereka bangun kesiangan dan akhirnya hanya membersihkan diri tanpa mandi bersih demi mengejar kereta, Rian sudah mengatakan jika tidak keburu, tidak apa apa beli tiket yang baru, tapi istrinya menolak dia tidak mau karena hal hal seperti ini yang di tunggu dia.
sepanjang perjalanan mereka isi dengan nonton dan bercanda, sempat membicarakan ingin membuka cafe yang ada perpustakaan didalam nya untuk para pecinta buku seperti mereka berdua.
*gimana udah siap?* Rian mengirim pesan pada asistennya.
*sudah pak, ada Bu Risa dan nyonya besar sedang mengatur makanan, pak Bagus dan lainnya sedang menuju ke sini*
*Terima kasih dan maaf telah merepotkan kalian*
Asistennya sedikit terkejut mendapat pesan terakhir, kare,na bos nya yang satu ini jarang mengucapkan itu, bahkan tersenyum pun terpaksa. sejak bersama bu Gia dia lebih terlihat banyak senyum dan melakukan hal hal yang sewajarnya orang lakukan pada umumnya.
Rian menggendong sang istri keluar stasiun dengan wajah panik,dia sempat mengeluh sakit perut tapi Rian saat membangunkan nya dia tidak bangun sama sekali dan itu membuatnya panik,beberapa orang sempat ingin membantunya tapi dia tidak mau ada orang yang menyentuh istrinya.
"ibu kenapa pak?" tanya sang supir yang ikut panik.
"ayo jalan, kita langsung ke rumah aja, Awan di perjalanan ke rumah, saya engga mau dia di pegang orang lain" ucapnya setelah berhasil memasukkan Gia ke mobil.
di perjalanan si supir menyodorkan minyak kayu putih dan memberi instruksi pada bos nya untuk mengisolasi di hidung, Pelipis dan dada istrinya. awalnya Rian tidak mau tapi akhirnya dia mengerjakan setelah si supir menawarkan diri untuk menggantikan.
benar saja tak lama setelah di balur dengan minyak kayu putih, sang istri terbangun dan langsung bertanya kenapa dirinya ada di mobil, bukannya tadi masih di kereta. suaminya menjelaskan bagaimana sulitnya membangunkan dirinya di dalam kereta tadi.
"maaf ya"
"engga apa apa sayang mungkin kamu memang kelelahan, yang penting kamu udah bangun"
"ngomong ngomong ini kayanya bukan jalan ke apartemen"
"iya kita mampir dulu, enggak apa apa kan? aku ada pekerjaan sedikit"
"ouh... iya gak apa apa mas"
__ADS_1
sesampainya di sebuah rumah dua lantai yang tidak terlalu besar tapi sangat bagus di mata Gia, banyak tanaman dan ada balkon untuk duduk membaca. Rian mengajaknya turun dan ikut masuk ke dalam rumah.
"hah? aku ikut? "
"iya dong"
"lho itu bukan mobilnya mas Bagus?" tunjuknnya pada sebuah mobil.
"ayo masuk dulu... "
setelah mereka masuk langsung ada teriakkan surprise.... dari orang-orang di dalam rumah itu, Gia yang tadinya ada di samping Rian sudah berlari memeluk Bagus. ya, keduanya memang sangat akrab, bahkan dulu dia sempat ingin menikah juga dengan Bagus, laki laki pertama yang menjaganya dari apapun.
di sebrangnya ada Rian yang sudah mengepalkan tangannya hingga terdapat tanggapan kukunpada telapak tangannya, tapi dia berusaha menetralkan keadaan saat melihat istrinya memeluk Risa, mamanya, kemudian papanya dan terakhir Awan.
"are you okay?" tanya dokter Awan.
"sangat... aku senang kalian disini" ucapnya tersenyum lembut pada Awan.
Rian memberitahu Gia bahwa rumah ini yang akan mereka tempati sekarang bersama dengan dirinya, sesuai dengan rumah yang Gia impikan. Rian memang pernah bertanya kalau suatu saat ada rejeki untuk beli rumah, seperti apa yang Gia inginkan dan dia menjawab sesuai yang di buatkan oleh Rian.
"makasih ya mas" ucapnya terharu lalu memeluk suaminya.
"udah udah ayo kita sambil makan" mama mertua nya menengahi.
suasana makan kali ini luar biasa nikmat karena seluruh keluarga berkumpul disini sekalian selametan rumah baru,Gia memandang keluarga nya satu persatu "terimakasih Tuhan telah memberikan cahaya dalam hidup ku" ucap Gia dalam hati.
setelah makan mereka bercengkrama bersama, para laki laki di halaman belakang sedangkan yang perempuan ada di dekat meja makan, sambil memotong buah buahan untuk para lelaki itu dengan satu teko teh hijau tanpa gula.
"gimana de? abis berapa ronde?" goda Risa pada sang adik dan itu membuat mertuanya tersenyum.
"kamu tuh, godain aja!"
"ya kan pengantin baru mah, jadi masih kenceng kenceng nya"
"kakak nih! " jawab Gia kesal, "kakak sama mama kerjain aku ya!?"
"tapi berhasil kan... " kali ini mama mertua nya yang mengoda.
__ADS_1
"ouh... jadi kalian berdua yang ajarin istriku jadi anak nakal! " kali ini suara Rian yang menjawab, membuat wanita wanita itu diam. "mah... papa mau minum obat" ucapnya setelah mencium kening ibunya, ibunya pun berlalu, "kamu ya... " kali ini Rian memutar pelan telinga kakak iparnya.
"aduh.... aduuuhh... ampun! " Risa meringis.
"bisa bisa nya kamu kerjain dia begitu! kalau dia kasih nya ke orang lain gimana? kalau dia bukan kasih ke aku gimana?"
"kan aku udah bilang kasih nya ke kamu aja! lagian dia juga aku suruh minum"
"tetap aja, ga boleh kasih kasih kaya gitu, kamu dapet dari mana lagi itu!" omelnya lagi.
"ih... tapi kamu seneng kan... jebol kan? berapa ronde? " goda Risa pada adik ipar nya, membuat adik nya menunduk malu.
"dasar kepo! " ujarnya memeluk Risa dan berterimakasih.
ya... begitulah kedekatan mereka satu sama lain, mereka saling menjaga dan saling membantu satu sama lainnya.
...****************...
Setelah mengantar mertua nya ke kamar, Gia dan Risa menyusul ke depan, Risa terlihat bahagia dengan keluarga baru adiknya, dia terharu karena perjuangan adik nya tidak sia sia, sekarang dia mendapatkan keluarga yang sangat luar biasa menyayanginya.
Gia terus bergelayut memeluk Bagus saat berpamitan, membuat Rian mengepalkan tangannya, dia cemburu melihat kedekatan itu, Gia tidak menyadari itu tapi Bagus dan Risa menyadarinya. "denger mas... kamu sekarang udah nikah, udah engga boleh gelayut gelayut gitu lagi! " ucap Bagus pelan.
"iya de... nanti Rian cemburu, dia kan bucin" Risa meledek dengan suara kecil.
"janji ya... "
"iya mas... "
setelah ber cipika cipiki dengan Awan dia kembali ke samping suaminya, suaminya masuk tanpa mengajak istrinya. Gua yang sadar kesalahannya langsung menepuk kening, "kena lagi deh!" gumamnya sendiri.
"mas... kamu marah?"
"pikirin aja sendiri!"
"maaf mas.. "
"engga usah di bahas" tutup suaminya lalu berbaring membelakangi istrinya.
__ADS_1
istrinya yang sudah terbiasa tidur dalam dekapan suaminya merasa sangat hampa malam itu, awalnya Gia berbaring menghadap suaminya, berusaha memejamkan mata agar tertidur tapi tidak bisa tidur. dia membelakangi suaminya, hasilnya pun sama dia tetap tidak bisa tidur. akhirnya dia memutuskan untuk keluar dan berbaring di ruang TV
akhirnya Gia sadar, rutinitas baru nya, dia sangat nyaman dan merasa aman dengan rutinitas barunya, yaitu tidur dalam dekapan sangat suami.