
" ini surprise terakhir dari kami" ucap Awan lalu menyetel sebuah video di televisi Bagus.
muncul wajah Risa disana mengucapkan selamat ulang tahun, disusul Bagus dan terakhir Awan. Rian agak terkejut saat tidak melihat satu wajah yang sangat dia sayangi,tapi dia berusaha merubah raut wajahnya.
"makasih ya" ucap Rian pada seluruh teman nya, lalu mengecup pipi Risa yang duduk di tengah antara dia dan Bagus.
"eiittss... sabar... masih ada satu lagi" kali ini Rezky ya bicara.
muncul wajah kedua orang tuanya yang mengucapkan selamat ulang tahun, lalu di susul sebuah video yang memperlihatkan kedua orang tuanya yang sedang duduk bercengkrama dengan seorang wanita dan itu adalah GIA.
Rian tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya melihat video itu, video yang di rekam dari jauh, tampak Gia begitu akrab dengan kedua orang tuanya dan yang lebih mengejutkan lagi, Gia tidak jijik saat Ditinggal bersama sang ayah yang terduduk di kursi roda, bahkan terlihat sesekali Gia menyuapi ayah dari calon pacarnya itu, hal yang tidak pernah dilakukan mantan tunangannya dan hal itu sangat Rian hargai di saat orang tersebut dapat menghargai orang tuanya. tampa terasa ada air mata yang jatuh melihat perlakuan Gia pada orang tuanya, dia sangat terharu dengan apa yang Gia lakukan. melihat itu Risa lansung menghapusnya sambil mengeleg, Rian menatapnya dengan senyum, lalu merangkulnya.
sebenarnya ada yang ingin Rian tanyakan dari tadi tapi dia mengurungkan niatnya karna melihat wajah puas sahabat sahabatnya yang memberikan surprise padanya. bukan Rian namanya kalau tidak nekat "wan... " panggil Rian, Awan yang merasa di panggil pun menoleh,menatap sahabatnya dengan tanda tanya sambil mengulum senyumnya. "mereka bicarain apa?" pertanyaan itu langsung di sambut tawa mereka semua, minus Risa yang sudah lebih dulu pamit ke kamar.
"gw kira dia ga akan tanya lho" ucap Bagus sambil tertawa.
Awan langsung menghampiri sahabatnya itu...
FLASHBACK ON
Awan dan teman teman nya sedang berkumpul, "gw ada usul nih, gimana kalau kita bawa Gia ketemu tante?" tanya Awan pada yang lain.
"cerdas" gw setuju sahut Rezky, yang di ikuti pernyataan setuju dari yang lain. dengan persetujuan semua pihak Awan membawa pergi Gia, hari dimana Rian kembali ke jakarta saat malam, Awan membawa Gia paginya. sebenarnya Gia sendiri merasa takut karna dia hanya berdua dengan Awan tapi demi membuat kejutan untuk Rian makan Gia siap, Awan yang tahu Gia punya trauma sendiri berusaha berada di posisi aman dengan menjaga jarak, walau mereka ada di pesawat sekalipun.
setelah sampai di Malang Awan menghubungi ibunda Rian.
*siang tante*
*siang dokter*
__ADS_1
*ah tante bisa aja... tante ada di rumah?*
*ada nak*
*aku kesana ya tante, ada yang mau aku kenalin*
*ouh kamu di Malang? * tanya ibu Rian terkejut
*iya tante, bye tan*
Awan tersenyum setelah menutup telponnya, padahal sebulan sekali dia selalu datang untuk memeriksa keadaan ayah dari sahabat nya itu, Awan senang dengan sifat mereka yang sangat 'welcome' dan ramah,sebagai orang yang cukup dipandang di kota Malang kedua orang tua Rian bukan tipe orang yang sombong.
"siang mba" sapa Awan sampai di sana, sambil menggandeng Gia, Awan melakukan itu baru setelah dari bandara tadi karena Gia jetlag saat turun dari pesawat tadi.
"ada dok, mari masuk ibu udah tunggu"
Awan masuk sambil menggandeng Gia yang hanya diam tak mengeluarkan kata apapun.
"wah wah kamu bawa tamu ternyata, gadis manis dari mana ini" tanya ibu Rian melihat dokter Awan mengenggam tangan seorang wanita.
"kenalin tan, ini GIA" Gia langsung menghampiri dan mencium tangannya.
"Gia? " tanya ibunda Rian, sambil berfikir seperti pernah dengar.
"iya tante, dia ini calon mantu nya tante"
"astaga... " seketika langsung memeluk Gia, "Rian bicarakan kamu kemarin disini, kamu lebih manis dari ya Rian cerita, tante senang bisa kenal kamu sayang" ucapnya lagi.
Gia yang terharu dengan perlakuan calon mertua nya itu langsung menangis, Bagaimana tidak terharu dia merasa sangat di Terima oleh sang mertua yang sebenarnya adalah orang terpandang dan dia merasa seperti mempunyai orang tua lagi,sang calon mertua yang melihat menantunya menangis langsung memeluknya.
__ADS_1
"Awan.. kamu apain dia" sambil memukul lengan Awan, yang membuat Awan terkekeh.
mereka duduk dan berbincang di taman belakang, muncul ide Awan untuk mengabadikan moment ini agar menjadi hadiah ulang tahun untuk sang sahabat.
Gia berbincang seru dengan kedua orang tua Rian,tentu saja tentang sang anak dan semua sifat kerasnya, tak terasa waktu sudah melewati makan siang. Awan mengingatkan mereka untuk makan, hal yang membuat ibu Rian pergi meninggalkan Ayah Rian dan Gia untuk mengambil obat yang harus di minum suaminya sebelum makan. sampai di pintu menuju taman belakang dia tertegun melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat sebelum nya, Gia yang mengisahkan sisa sisa makanan di wajah suaminya yang duduk di kursi roda dan mengurus suaminya dengan telaten, Awan yang muncul dari dalam rumah bingung melihat ibunda Rian hanya berdiri di pintu, dia menghampiri dan melihat ke arah ibu dari sahabatnya itu memandang dan tersenyum.
"itulah Gia... selain melaksanakan perubahan ke Rian dengan sifat kerasnya, dia adalah satu satu nya wanita yang aku tahu sangat baik hati dan baik perbuatannya." ucap Awan sambil merangkul wanita yang sudah dia anggap seperti ibunya sendiri.
"ayo... kita makan" ucap Awan yang di minta menghampiri Gia. "sini... aku yang bawa" ucapnya lagi mendorong kursi roda.
"aku saja dok!"
"Gia... berapa kali aku harus bilang kalau di luar panggil aku seperti yang lain"
"ga bisa dok! saya sudah terbiasa"
"kamu itu! " omel Awan menyerah.
malam itu juga Awan dan Gia kembali ke Jakarta, saat mereka akan pamit pulang kedua orang tua Rian menghampiri nya dan meminta Gia menjadi menantunya, Gia yang terkejut bingung mau menjawab apa dia menangis lalu memeluk kedua orang didepan nya itu, semua itu tidak lepas dari rekaman Awan.
"tidak usah terburu buru... kamu pikirkan dulu, biar anakku yang bodoh itu juga berani menyatakan nya" ucap sang ayah di Kursi roda nya.
"mulai sekarang panggil kami mama dan papa, sama seperti Rian" ucap mamanya yang di jawab anggukan oleh Gia.
setelah itu mereka pamit untuk kembali ke Jakarta, diperjalanan Gia tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada Awan yang telah membawa nya menemui orang tua Rian, membuat nya mengetahui hal yang dia tidak tahu tentang Rian, membuatnya tahu masa lalu Rian dan membuat Gia merasakan mempunyai orang tua lagi.
"bahagialah bersama orang yang kamu sayang, jangan pernah takut orang lain akan nyakitin kamu, kamu perempuan paling kuat yang pernah saya kenal."
"makasih banyak ya ka!" ucapnya yang membuat Awan melotot sempurna.
__ADS_1
"boleh peluk?" tanya nya pada Gia yang di jawab dengan anggukkan dan Awan langsung memeluknya sebentar lalu langsung melepas nya untuk menghargai Gia.
FLASHBACK OFF