Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
87. kembali pada rutinitas


__ADS_3

Sayang... kamu makan obat ini dulu baru makan yang lain ya" Rian buru buru memberi obat dan minum untuk istrinya.


"kamu dapet dari mana obat ini?"


"kakakmu nunggu dari tadi, dia ga enak mau ketuk pintu"


"🤦‍♀️ ka Risa... kebiasaan"


setelah minum obat lambung sepuluh menit barulah Gia maka dengan lahap, bersama sang suami. Ruang sengaja membawakan hanya buah dan snack karene ini mendekati makan malam, takut jam makan malam nanti istrinya justru kekeyangan.


19.00 WIB


Rian dan Gia bergabung dengan keluarganya di Ruang makan,malam ini hanya ada Bagus dan keluarga kecilnya, Gia, Rian serta kedua orang tua nya. Rian memang menyewa tiga hari hotel ini, tapi hanya untuk sehari bersama para teman dekat dan sahabat di sana tapi setelahnya dia hanya ingin keluarga inti saja selama 2 hari bersama.


begitu dekat hubungan Gia dengan mertua nya membuat Risa sedikit terharu, dia jadi ingat kalau sudah lama tidak mengunjungi ibu mertua nya, tapi dia sedikit terganggu dengan sikap iparnya. tapi dia ingin kesana demi Ibu mertuanya, makanya dia bertekad setelah dari acara ini akan mengunjungi mertua nya.


meja makan begitu hangat membuat semua orang iri jika melihatnya, terutama dengan adanya Gia dan Risa yang memang cenderung hangat pada orang serta ketulusan dari orang orang di sekitar nya yang membuat hubungan itu terlihat begitu hangat. sesekali mereka sambil melontarkan guyonan guyonan lucu yang menghidupkan suasana.

__ADS_1


...****************...


"astaga... " Ucap Gia saat sampai ke apartemen Rian yang sudah terhias rapi, apartemen maskulin itu sekarang di penuhi balon dan bunga.


"suka? " tanya Rian.


"enggak" jawab Gia singkat.


"kamu habisin uang berapa untuk ini!?! terlalu boros" ucapnya tegas.


"awas kamu ya!" ucap Rian kesal dengan ulah istrinya.


"mandi gih... " usir Gia, "kamu bau banget soalnya" sambungnya lagi mengoda Rian.


"kalau aku bau ga mungkin kamu nempet terus" balasnya lagi lalu pergi ke kamar mandi.


saat Rian sudah masuk, Gia melepas semua pakaiannya dan menyisahkn pakaian dalam saja, Gia berdiri sebentar di depan pintu kamar mandi sebelum masuk dan bergabung. dia menarik napas panjang beberapa kali sampai akhirnya memberanikan diri masuk, Rian memang tidak pernah mengunci pintu jika masuk kamar mandi, karena menurut dia jika terjadi sesuatu orang akan lebih mudah menolong.

__ADS_1


"sayang kamu ngapain?" tanya Rian yang terkejut tiba-tiba ada yang memeluknya dan langsung membenamkan wajah di dada Rian karena malu, dibawah kucuran air shower Rian tersenyum. "anak ini... berusaha cukup keras!" batinnya.


Gia terus menyembunyikan wajahnya di dada sang suami, dia malu setengah mati tapi kesabaran Rian membuatnya kagum makanya dia sempat berkonsultasi dengan Risa dan ibu mertuanya sebelum pulang ke rumah masing masing dan ini pun termasuk ide gila sang kakak.


Rian menarik dagu Gia menghadap ke arahnya, "Yakin?" tanya nya lagi mencoba meyakinkanku, aku pun menganggukkan kepala ku yakin. "tapi aku engga yakin" ucapnya lalu memeluk Gia. mereka dalam keadaan tak berbusana tapi tidak melakukan apapun, hanya saling memeluk untuk saling mengisi.


Rian mengendong Gia keluar kamar mandi,Gia tidak berhenti menyembunyikan wajahnya ke dada sang suami. "ngumpet mulu sih! tadi aja main masuk aja" ucap Rian sambil terkekeh melihat istrinya bersembunyi, Membuat Gia memukul dada suaminya dengan cukup keras.


Gia mengering badannya dan memakai pakaiannya, menyusul Rian yang sudah di ranjang. "sini... " Rian menarik istrinya agak mendekat kearah nya. "kamu tahu ga? kenapa aku selalu bilang nunggu kamu siap baru aku mau lakukan itu? " tanya Rian padaku dan aku mengeleng, "aku engga mau egois Gi, aku engga mau cuma aku yang rasain, aku mau kamu nikmatin hal yang sama, kalau aku melakukan saat kamu siap otomatis kita akan sama sama menikmati hal itu. paham kan? " Gia tersenyum menjawab Rian dan di balas dengan senyuman lagi oleh suaminya.


Gia kemudian mendongak dan berkata "kalau yang ini boleh?" tanya Gia sambil menunjuk bibir sang suami.


"boleh dong sayang... " Rian langsung menc**m tepat di bibir istrinya, ci**man yang sangat lembut dan Rian menahan ci**man itu cukup lama hingga akhirnya dia bermain dengan li**hnya. ini bukan kali pertama nya mereka berc**man, ini kedua kalinya tapi Gia tampak begitu kaku dengan itu, Rian berusaha membimbing hingga dia mendapatkan balasan dari sang istri, lalu mereka menyudahinya agar tidak ada hal lain lagi yang terjadi.


"ayo tidur... sebelum terjadi hal hal yang aku inginkan" Ucap Rian sambil tertawa, Rian tidak melepas pelukkannya, dia terus memeluk Gia sepanjang malam hingga pagi tiba menjelang.


setelah malam itu Gia dan Rian selalu tidur dalam keadaan saling memeluk dan bertukar ci**man mesra, berbincang kegiatan hari ini hingga terlelap. mereka benar benar sangat menikmati peran mereka sebagai sepasang suami istri, keduanya merasa saling mengisi,saling membutuhkan, walaupun hanya satu kali dalam satu hari mereka saling memberi kabar mengunakan telepon genggam mereka entah itu menelpon atau bertukar pesan, mereka sama sama saling percaya bahwa pasangannya tidak melakukan sesuatu yang di larang agama ataupun negara.

__ADS_1


__ADS_2