Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
86. pertengkaran part 2


__ADS_3

Tak lama Rian melihat sang istri menuju ke meja nya, dia pamit pada dua kakak angkat sambil mencium pipi sang kakak. melihat itu Rian langsung melotot, bahkan dia sampai lupa status dua orang itu kakaknya,setelah pamit Gia berlalu tanpa memandang ke arah suaminya.


" susul sana! " Bagus mendorong Rian agar bangun dan menyusul sang istri.


dalam sekejap orang yang di dorong sudah pergi tak terlihat.


...****************...


"sayang, jangan kaya gini dong! aku bingung! kamu bisa selembut itu sama kakak kakak mu sama aku ga bisa? "


"apaan sih! "


"aku mending kamu marah marah, teriak teriak sekalian, ketimbang kamu diem gini! kamu nya bingung"


"aku bingung... "


"kenapa? "

__ADS_1


"jujur aku bilang, aku mau minta maaf ke kamu untuk kejadian semalem, tapi buat aku, kamu juga salah karena tidak bisa kontrol diri kamu makanya aku marah. cuma aku bingung,karena memang pada dasarnya itu memang yang harusnya terjadi pada pasangan suami istri... " jelas Gia berantakan kepada sang suami.


"denger aku... dari awal kita sudah sepakat untuk menunggu, menunggu kesiapan kamu, menunggu kesanggupan kamu, menunggu keberanian kamu. kalau itu sudah hadir kita bisa melakukan nya, yang kamu butuhin sekarang relaksasi, kamu engga perlu mikir yang macem macem tentang itu, semua akan berjalan pada waktu nya. kamu harus tenang, ga perlu terburu buru, aku engga mau nantinya kamu melakukan dengan terpaksa, karena kalau terpaksa, kita tidak akan sama sama menikmati, hanya sekedar butuh." ucap Rian lalu membenamkan Gia ke dalam pelukkannya.


mereka berbincang hingga tertidur, menceritakan masa lalu yang telah mereka lewati, membicarakan resepsi yang sangat mewah dan masa depan yang akan mereka gapai,saking seru berbincang mereka melewati makan siang karena tertidur.


15.25.WIB


Gia bangun karena perutnya terasa perih, tapi tangan hangat Rian yang ada di perutnya membuat sedikit lebih enak, Gia berusaha sepelan mungkin bergerak tapi sayang pergerakannya dirasakan sangat suami.


"mau kemana? " tanya suaminya.


mendengar itu Rian langsung bangkit dan melihat ke arah jam, dia langsung menepuk keningnya dan buru buru memakai baju lalu melesat keluar kamar hotel,hotel yang dia booking sampai 3 hari ke depan untuk dirinya dan keluarganya.


"kamu tuh dari mana sih!" omel kakak iparnya, alias Risa yang memang tadi saat makan siang mencari keberadaan adik adiknya.


"ketiduran"

__ADS_1


"emang udah?" tanyanya lagi karena kepo.


"apaan deh! kepo!"


Risa tertawa tapi tidak tersinggung, dia tahu Rian adalah orang yang terbuka, jika jawaban yang dia dapat seperti ini, berarti ada permintaan Gia di dalam nya dan Risa sangat menghargai itu. "tidak sia sia aku dan Bagus mendidik kamu de, kamu sekarang jadi lebih dewasa" batin Risa.


setelah mengambil beberapa potongan buah dan dua potong risol yang akan dijadikan snack sore, Rian bergegas akan pergi tapi Risa memanggilnya dan memberikan obat lambung yang harus Gia minum jika telat makan, Rian pergi setelah mengecup kening Risa dan mengucapkan terimakasih, tidak lupa dia mencium keponakannya yang ada di gendongan Risa.


...****************...


"sayang... kamu makan obat ini dulu baru makan yang lain ya" Rian buru buru memberi obat dan minum untuk istrinya.


"kamu dapet dari mana obat ini?"


"kakakmu nunggu dari tadi, dia ga enak mau ketuk pintu"


"🤦‍♀️ ka Risa... kebiasaan"

__ADS_1


setelah minum obat lambung sepuluh menit barulah Gia maka dengan lahap, bersama sang suami. Ruang sengaja membawakan hanya buah dan snack karene ini mendekati makan malam, takut jam makan malam nanti istrinya justru kekeyangan.


__ADS_2