Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
RINDU


__ADS_3

Gia... apa sebenarnya yang kamu sembunyikan? apa kamu mempunyai hubungan dengan kakakmu? apa kau melupakan kebaikan Risa ? Risa terlihat sangat menyayangi mu!" Rian terus kepikiran dengan kemesraan Gia dan sang kakak yang terlihat tidak wajar dimatanya...


kenapa langkah kedua ku terasa sangat berat? padahal dia sudah terlihat cukup menerima keberadaan ku!!


kemesraan Gia & Bagus secara sembunyi itu membuat Rian melonggarkan kedatangannya ke kedai,dia ingin memastikan hubungan itu,bahkan Rian tidak menghubungi Bagus sama sekali sampai beberapa rapatnya bersama di handel oleh sang tangan kanan yaitu Halim.


suatu pagi mendekati hari ulang tahun perusahaan Rian,terjadi perbincangan sepasang suami di dalam mobil yang sedang melaju santai menuju kedai.


"mas... kamu ga pernah ketemu Rian?"


"gak tuh!! kenapa yang??"


"belakangan Ade kaya nungguin... mungkin mulai berasa ga ada yang gangguin dia kali,kemaren DP catering juga yang anter tangan kanan nya bukan dia langsung"


"kamu tuh jangan suka jodoh jodohin Ade kaya gitu! belum tentu juga Ade suka,kasian kan kalau dipaksa gitu"


"sok tahu kamu tuh! orang Ade aja kesepian ga ada Rian Dateng"


"Rian tuh playboy yang,kasian Ade kalau cuma buat main main,kamu tahu kan Ade mu punya trauma. kita aja ga tahu cara yang kita pakai untuk hilangin traumanya bisa berhasil atau ga"


"tapi mas... Rian kaya serius sama Ade"


"buktinya dia malah ngilang"


"iya juga ya... kenapa dia ngilang..." batin Risa.


Risa tak menjawab apapun yang Bagus katakan karna menurutnya Rian memang seperti hilang atau menghindar dari mereka,tapi beberapa hari ini terlihat wajah sendu dari Gia yang membuat Risa yakin kalau adiknya itu akan mulai membuka hatinya untuk Rian.


...****************...

__ADS_1


hari ini adalah H-1 ulang tahun 'tafarloza corp' perusahaan Rian,hari dimana Tim kedai RI&GI mempersiapkan ruangannya tempat acara akan diselenggarakannya,orang orang penting kedai RI&GI sudah Hadir disana,minus Bagus karna perusahaannya pun sedang mempersiapkan proyek kerja sama yang akan diperkenalkan di acara ulang tahun. kedai RI&GI bekerja sama dengan salah satu event organizer milik salah satu teman Risa untuk acara ulang tahun 'tafarloza corp'


"gila... lucu bgt! siapa sih yang nyari catering? gokil banget!!" ucap salah seorang karyawan.


"hebat emang yang nyari catering,lucu banget tadi yang lagi dekor,manis banget. gw suka tuh mandiri" balas karyawan yang satunya.


ketiga karyawan itu terus membahas tentang orang dekor yang katanya manis,ramah,cantik dan sebenarnya seksi. saking serunya membahas si orang dekor sampai mereka tidak memperhatikan kalau mereka masuk lift yang sama dengan sang bos dan tangan kanannya.


"tapi tadi gw liat dia lagi ngobrol sama si Henky! kayanya ga bakal dapet deh kita!!" ucap salah seorang lagi.


"tadi siapa deh namannya?" ucap orang kedua


"Gia deh kalau ga salah! gw sempet kenalan tadi,malah pake salaman" dijawab lagi orang pertama sambil mencium tangannya sendiri, "wangi tangannya aja masih di tangan gw" sambungnya lagi dan membuat bos nya menatap tajam ke arahnya.


"baru salaman bangga! gw dapet no telpon nih!" ucap orang ketiga sambil memamerkan kertas di tangannya.


hal itu membuat Rian terbaru batuk, membuat ketiga karyawan itu lompat karna baru sadar jika mereka satu lift dengan sang bos. "Gia!!! bisa bisanya dia kasih no telpon ke orang lain tapi ga pernah kasih no telpon nya ke dirinya." batin Rian kesal. tangan Rian sudah mengepal bahkan dia menabrak karyawannya saat keluar lift.


"Pak... kita sudah di tunggu untuk rapat" ucap Halim mencoba menyadarkan Rian.


Rian yang sadar langsung jalan karna dia akan ada meeting penting dengan salah satu perusahaan besar se-Indonesia.


menjelang sore ruangan tempat acara sudah rapi 90% saat ini tim dekor sedang merapikan seluruh barang dan mengemasnya kembali ke mobil,Gia sedang membawa beberapa dus berisikan kain meja saat seseorang yang sebenarnya dia rindukan muncul dari pintu utama,sebuah senyuman muncul di bibir Gia saat melewati Rian tapi sayangnya Rian melewati nya begitu saja,ada perasaan sakit saat Rian melewati nya,tanpa menoleh sama sekali.


"sebegitu memalukannya kah diriku saat ini hingga dia tidak sama sekali menyapaku??" batin Gia.


"senyum itu.... apakah kau merindukanku???" batin Rian melihat senyum manis dari Gia,sayangnya belum sempat Rian membalas senyum itu Derry muncul di belakang Gia dengan senyum sinis nya.


sepanjang perjalanan kembali Gia diam seribu bahasa bahkan semua candaan teman temannya seperti tidak dia perdulikan padahal biasanya dia menanggapi semua itu dengan kekonyolannya,mereka semua sadar dengan perubahan Gia,mereka tidak berusaha mengusik atau bertanya karna mereka tahu bos keduanya itu lebih galak dari bos pertama.

__ADS_1


"apa kau akan berhenti di saat aku sudah menyamakan diriku dengan keberadaan mu?" Gia berbicara sendiri di kamar nya sambil memandang keluar jendela. Gia mengambil bukunya yang berada di laci dan mulai menulis sesuatu di buku itu.


***maafkan sikap acuh ku...


maafkan ketidak pekaanku...


maafkan segala sikapku...


segala sikap yang akhirnya membuat mu pergi...


membuatmu mundur dan membuatmu menghilang....


sampai akhirnya aku menyadari ada rasa rindu yang tersimpan untukmu


entah sejak kapan,tapi aku mulai terbiasa dengan kehadiran mu


aku mulai mencari keberadaan mu...


dan aku mulai merindukan sosok mu


jika waktu bisa ku putar...


mau kah kau tetap disisiku?


maukah kau bersamaku?


maukah kau tetap menyapaku***?


~*rinduku~

__ADS_1


❤️*R❤️


Gia menutup bukunya,menghapus air matanya dan tersenyum. dia kembali ke kasur sambil memegang sebuah gelang hitam dengan bandul R disana,itu gelang saat Rian menjemputnya di sekolah dan mereka mampir di sebuah pasar malam,mereka masing-masing memegang 1 gelang dengan inisial mereka. Gia memegang yang R dan Rian sendiri memegang yang G


__ADS_2