Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
BERLIBUR + HONEYMOON #1


__ADS_3

setelah menikah Risa tetap mengurus kedai nya bersama gia,tapi kali ini kedai mereka sudah menempati ruko yang lebih besar karna pengunjung makin banyak dan ramai,bahkan mereka sekarang menambah beberapa karyawan lagi yang terpisah di bagian online dan offline. Risa sangat bersyukur bertemu dengan gia yang pintar masak sehingga bisa menciptakan resep makanan yang saat ini mereka jual dan menjadi favorit orang orang,Risa juga bersyukur mempunyai suami yang selalu mendukung setiap kegiatannya,kata suaminya Risa harus menjadi dirinya sendiri karna buat seorang bagus mengenal Risa sudah lebih dari cukup.


saat ini Risa sedang mengunjungi adik nya yang sedang sakit di kontrakannya yang dulu ditempati bersama,setelah menikah dengan Risa, bagus meminta gia untuk tinggal bersama tidak perlu mengontrak lagi,sebagi seorang istri memang sudah seharusnya Risa mengikuti suaminya, tapi sayangnya gia dia lebih memilih untuk tetap dikontrakan,sudah dengan berbagai cara Risa dan bagus membujuk,jawaban gia tetap 'tidak' dengan alasan lebih dekat dengan kedai dan lebih mudah mengontrol. akhirnya bagus dan Risa mengijinkan gia tetap di kontrakan tapi dengan banyak syarat,salah satunya harus ada yang menemani gia di kontrakan dan yang terpilih siapa lagi kalau bukan Ratna dan Ika dua orang kepercayaan Risa dan gia di kedai.


"kakak kan udah bilang ikut kakak aja" saat melihat gia keluar dari kamar nya.


"mereka berdua ga bisa ya tutup mulut nya!" sahut gia karna tahu pasti siapa yang mengatakan pada kakak nya kalau dia sakit


"mereka perhatian sama kamu! soalnya kalau nunggu kamu yang bilang juga mereka tahu kamu ga akan pernah bilang"


"kakak bilang mas kan ke sini?"


"iya... tadi dia mau ke sini juga tapi ada rapat,paling ntar kesini sekalian jemput aku."


"ga usah! kakak pulang aku anter aja"


"mas mu juga mau lihat keadaan kamu."


"aku udah yakin kalau kalian tahu aku sakit bakal serepot ini... lagian siapa sih yang bilang Sama kalian??"


"udahlah de... sebenarnya ini yang kita ga mau kalau kamu jauh dari kita,udah 3 hari ini kamu sakit kita ga ada yang tahu,makanya mending kamu tinggal sama kakak aja!" ucap Risa yang tak ada jawaban apapun dari gia. Risa dan bagus memang sudah beberapa kali minta gia untuk tinggal bersama mereka,tapi gia terus menolak dengan alasan lebih dekat dari kedai dan lebih mudah memantau kedai yang sekarang sudah cukup ramai.


tanpa terasa kedua kakak beradik itu berbincang hingga tertidur di depan tv diruang tamu,Risa yang terbangun lebih dulu langsung memeriksa keadaan sang adik yang terlihat berkeringat padahal udara tidak panas,


"astaga... panas banget..." ucap Risa saat memegang dahi gia,Risa langsung mengambil air hangat untuk kompres.


"gimana keadaan nya?" tanya bagus saat tiba


"tadi udah mendingan,malah sempet ngobrol sampe ketiduran,pas aku bangun dia keringet dingin terus badannya panas banget."


"ya ampun panas banget gini? berapa panasnya?"


"38,7 makanya aku bingung, tadi telpon kamu mau nitip Paracetamol tapi kamu ga angkat kayanya gia kaget deh"


"iyalah... biasa sama kamu kan,lagian udah diajak pake gaya gayaan ga mau sih, emang dasar Badung !! aku ke apotik dulu deh! kamu masakin makanan" bagus langsung beranjak menuju apotik dan Risa hanya tersenyum mendengar ocehan bagus sambil berjalan kedapur Menganti air kompres,bagus dan gia itu saling menyayangi,saling perhatian,saling khawatir, tapi dengan cara mereka sendiri,cuek dan masa bodo.

__ADS_1


"hei... bangun dulu yuk..." panggil bagus pada gia,bagus sudah membeli obat dan bubur pun sudah matang.


"mas?? kapan sampe? kok belum pada pulang ini hampir jam 6?"


"makan dulu yuk... " balas bagus tanpa menjawab pertanyaan gia,membantu gia duduk lalu membawa buburnya ke depan gia.


"ka Risa mana mas?"


"mandi"


"kalian kenapa repot gini sih?"


"emang kamu udah ngerasa jadi orang lain sampai yang kaya gini kamu bilang ngerepotin"


"bukan gitu mas,maksud aku kan mas sama ka Risa malah jadi jauh jauh ke sini"


"mau gimana lagi! kamu kan ga mau ikut kita...cuma kamu itu kan Ade kita ga mungkin kita biarin kamu sakit gitu." balas bagus lagi yang langsung dibalas dengan sebuah pukulan si lengan bagus,lalu mengambil mangkok dan menyuapnya.


"mas... apa kita menginap disini aja?" tanya Risa yang sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.


"kompaknya... ckckck" balas Risa pada dua orang itu.


"kan ada Ika sama Ratna,lagian kalian mau tidur dimana?" saut gia cepat sebelum bagus bicara.


"aku tidur depan juga gpp sama motor atau di mobil"


"jangan mas.. kasian 'si khelink' ga bebas dia tidur nya" canda gia menyebut nama motor nya 'si khelink'


candaan itu di sambut tawa dari Risa yang tahu betapa adik nya sangat menyayangi motor itu,motor hitam hadiah yang di berikan Risa dan bagus setelah mereka menikah kemarin.


setelah makan malam Risa dan bagus sengaja menunggu Ratna dan Ika kembali agar gia tidak sendiri di kontrakan,tepat pukul 10 mereka kembali karna kedai memang tutup pukul 9 malam. perdebatan panjang sore tadi antara mereka bertiga membuat hasil akhir bagus dan Risa akan pulan dan gia akan mengabari mereka secara berkala,karna risa sendiri sebelumnya tahu gia sakit dari kedua karyawan kepercayaan nya itu dan hal itu pun dia tahu setelah dia berkunjung ke kedai dan tidak melihat sang adik di sana.


"saya titip gia ya! kabarin aja ke saya kalau ada apa apa hp saya standby kok,saya udah minta dia ga tutup pintu,kalau kalian mau tidur di kamar nya juga gpp yang penting saya di kabarin" pesan Risa pada Ika dan Ratna.


"iya mba nanti kami kasih kabar ke mba kalau ada apa apa"

__ADS_1


"yaudah saya pulang dulu ya... kalian istirahat,jangan bergadang ya!!"


"iya mba... hati hati di jalan..." jawab Ratna dan Ika bersamaan.


ternyata benar dugaan bagus dan Risa,gia hanya kaget karna tiba tiba di tinggal sendiri karna setelah itu kedua kakak nya selalu mampir di kontrakan dan gia berangsur membaik.


...****************...


beberapa hari setelah gia sehat bagus mampir ke kedai untuk menjemput Risa,karna besoknya kedai akan tutup jadi dua boss besar kedai yaitu gia dan Risa hadir di sana,biasanya hanya salah satu dari mereka yang ada di sana tapi malam ini kedua nya ada. sesuai dengan jadwal yang sudah di atur, besok mereka akan piknik ke air terjun makanya kedai DILIBURKAN.


"cewe! mau dong di godain" goda bagus pada perempuan yang sedang menghitung uang.


"hush... hush..." jawab nya tanpa menenggok sama sekali


"ish ish ish... sombong nya mentang mentang pegang uang" balas nya lagi sambil menghampiri sang istri yang sedang mencatat pembukuan.


"ssstttt... ssstttt..." jawabnya lagi masih fokus.


karyawan lain hanya bisa tersenyum melihat kelakuan bos nya,buat mereka gia memang orang yang humoris,menjadi penghibur mereka saat mereka lelah,tapi di saat kerja dia bisa jauh lebih serius dari orang lain.


" mba jadi besok makannya mau masak atau beli?" tanya salah seorang karyawan pria,gia dan Risa sengaja mengambil karyawan pria beberapa untuk delivery order dan angkat barang yang berat.


"hhhmmmm... enak nya gimana?" tanya Risa balik,dia ingin karyawan nya merasa nyaman.


"kita mah mana mana aja mba..." salah satu mewakili


"beli aja... biar kalian ga cape,kesana juga buat seneng seneng bukan buat cape" sahut gia yang tiba tiba gabung dan membawa satu tempat kentang goreng dan semua mengangguk setuju dengan saran gia.


"gia semakin lama semakin dewasa,cara dia menyelesaikan masalah dikedai pun makin bagus,cara dia mimpin temen temen yang lain dan bikin nyaman karyawannya yang sudah seperti teman sendiri untuknya,mungkin sudah saat nya dia memikirkan hal lain, seperti punya pacar atau melanjut pendidikannya,aku pengen banget liat dia sukaes....


pikir Risa sambil tersenyum melihat gia yang sedang bercanda dengan bagus,tapi sayang ada tatapan kurang enak dari salah seorang pegawai yaitu derry yang Risa dengar dari anak anak yang lain begitu menyukai gia tapi gia seperti biasa saja...


"apa coba comblangin aja kali ya..."


hehehe

__ADS_1


__ADS_2