Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
57


__ADS_3

bukannya menjawab Risa hanya tertawa...


Bagus langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya sambil tidak berhenti mengucapkan terimakasih, saking terharunya mereka sama sama mengeluarkan air mata, lalu kembali saling memeluk.


"ade harus tahu kabar ini" ucap Bagus yang di jawab anggukan oleh sang istri.


...****************...


keesokan paginya...


"hei.. kapan sampe?" tanya Rian saat membuka matanya dan sudah ada Risa yang sedang duduk


"10 menit" sambil sibuk membuka rantang yang ia bawa bersama Bagus.


"kok ga bangunin?"


"Gimana mau bangunin orang nyenyak banget di senggol juga ga melek." kali ini Bagus yang menjawab karna tadi dia sempat menyenggol Rian tapi dia tak bangun sama sekali.


Rian dan Risa sama sama tertawa, Rian menyesap kopi yang di buat Risa lalu duduk.


"gw mau punya baby dong! lu bakal jadi uncel" pamer Bagus banga.


"NORAK!! gw udah tahu kali!" balasnya cuek.


"hah? kok bisa?"


"aku yang kasih tahu" ucap Risa sambil tertawakan. "soalnya kan kemaren kamu pergi sama dia, supaya dia bawa mobil hati hati karna ada dede yang tunggu kamu di sini" sambung Risa lagi sambil mengelus perut nya.


"kamu mah, kan jadi ga asyik!!


" udahlah... yang penting kan sehat semua..." ucap Rian menengahi. "oh iya gw mau ke kantor polisi, terus ke kantor kali nyelesaiin kerjaan gw, nanti malem gw dateng lagi" sambung nya lagi.


"kok buru buru... ga mau sarapan?" balas Risa


"ga usahlah belum ada mood makan gw" balasnya lalu pergi.


mereka sudah membahas kalau malam Gia akan bersama Rian, sedangkan pagi sampai siang bersama Risa dan untuk sementara kedai di handel Ika.


"de... cepet sadar sayang.... kamu dari kemarin tanya terus, sekarang ini udh ada dede nya" cerita Risa sambil mengelus perutnya. "de... kamu harus bangun karena kita kan mau kerjain mas manjat pohon mangga. " sambungnya lagi sambil tertawa, kemudian Risa langsung menangis, entah kenapa dia sedih, sangat sedih mendengar penjelasan Dr. Awan yang tak lain adalah teman dari Bagus.


Rian yang meminta Awan untuk menjelaskan lagi pada Bagus dan Risa sebagai kakak dari Gia, Risa sempat terduduk lemas mendengar itu, Bagus yang berada di sampingnya mencoba menguatkan. "loe udah bilang ini ke Rian?" tanya Bagus pada Awan

__ADS_1


"sudah dan dia minta gue bicara langsung sama kalian sebagai kakak dari pasien gw"


"apa reaksi dia? "


"reaksi?? " tanya Awan heran. "kita semua tahu dia,dia orang yang paling jarang bereaksi di banding kita, tapi tadi dia pukul meja gw sampe patah jadi gw rasa dia ga akan pukul orang di luar. "


Risa berusaha tegar, setegar Gia. tadi Risa sengaja membiarkan Bagus pergi bekerja karna Risa tahu di balik senyum yang di tampilkan suaminya itu, ada suka yang sama seperti yang dia rasakan hanya saja Bagus berusaha kuat untuk Risa.


*****


"sayang... " panggil Bagus saat kembali dari kantor.


"hei... "


"Rian ke sini?"


"engga... kamu gak ketemu dia?"


"tadi aku udah sengaja mampir pas jam makan siang tapi dia udah keluar ada urusan,kata asistennya. tadi sebelum ke sini juga aku ke sana katanya baru aja jalan"


"semoga dia bisa kuat Terima ini semua ini, dia harus belajar banyak soal sabar dan tegar dari adik kita yang satu ini" canda Risa.


pintu kamar Gia terbuka, tak lama Rian masuk dalam keadaan berantakan.


"kenapa nih?"


"lho? kalian belum balik?"


"ga usah balik tanya! dari mana aloe? kenapa berantakan"


"gue abis main basket sama anak anak" jawab Rian santai sambil berjalan menuju Gia dan mencium kening nya, lalu beralih mengelus rambut Risa lembut.


"Rian.. " panggil Risa, yang membuat si pemilik nama menoleh. "astaga... loe gak apa apa?"


"gak apa apa" jawabnya santai masuk ke kamar mandi tanpa menutupnya mencuci muka dan ganti baju. "kalian kenapa masih disini? kan gw bilang kalau udah jam 7 tinggal aja biar nanti gw ke sini jaga" sambungnya lagi.


"gue ga mau kalau loe belum ada di sini" jawab Risa, "gue juga mau liat loe dalam kondisi baik baik aja" sambungnya sambil berjalan ke arah Rian dan menariknya ke sofa yang di duduki suaminya.


"kalian berdua tahu ga? pertama kali gue ketemu Gia? dia di pinggir jalan sendiri, pas di tanya gagap, bingung takut dan dia bukan tipikal orang yang terbuka jadi dia ga menceritakan apapun,cukup lama kenal dia akhirnya dia bisa terbuka sama gue mulai dari dia sebenarnya ada keluarga tapi bukan kandung, yang bikin dia kabur dan lainnya. setelah itu dia mampu memporak porandakan dunia gw, tas mahal mahal gw dari pria pria hidung belang dia jual, dia ajak gw usaha dari kecil banget sampai sebesar kedai sekarang, dia yang mendorong gw maju sampai gw berani keluar dari zona gw." Risa berhenti bercerita lalu bejalan ke arah ranjang Gia, mengucap lembut rambutnya. "dan sesuatu yang buruk menimpa dia, kejadian pertama kali dia hampir di per***sa sama orang yang sama, Gw dan Bagus sempet bingung karna orang itu kaya dendam banget sama Gia, saking tetutupnya dia sampe kita sama sekali ga tahu kaya apa dia sebenarnya,sejauh ini kita lihat selalu penuh senyuman. akhirnya cerita itu mengalir begitu aja dari mulutnya, percobaan pemerkosaan dari dia masih di bawah 17 tahun, sampai waktu itu waktu pertama kali kejadian selama dia kenal gw, gw ga tahu udah atau belum dia lakukan ke Gia karna kondisi Gia sama sekali ga bisa inget apa yang terjadi. sejujurnya ada rasa salah yang cukup besar dalam diri gw, gw ngerasa kaya ga berguna padahal dia sangat berjasa mempertemukan gw dengan suami gw dan mengeluarkan gw dari lingkaran hitam yang selama ini gw dengan nyamannya hidup di dalemnya." dia berjalan kembali ke sofa dan duduk di antara kedua orang itu dan berkata. "kita bertiga harus sama kuat nya sama dia, bahkan kita harus lebih kuat dari dia" ucapnya sambil merangkul suaminya dan calon adik ipar nya.


malam itu mereka semua tersenyum seolah memberi kekuatan pada Gia untuk kuat, apapun yang terjadi mereka harus kuat agar ada hal positif itu dirasakan juga oleh Gia,kemudian tersalurkan dan dia bisa cepat pulih dan kembali bersama lagi. setelah Risa dan Bagus pulang dengan perdebatan yang cukup lama, Rian berjalan ke arah tempat tidur Gia, dia duduk disisi tempat tidur lalu mengajak Gia berdoa bersama, ada air mata yang turun saat Rian mengatakan kami di sini selalu ada buat kamu dan akan selalu menemanimu. setelah membuka mata Rian terkejut melihat air mata itu, kemudian dia tersenyum karna berarti sudah ada respon dari Gua, setelah mengecul keningnya Rian menaruh kepalanya di samping tangan Gua agar jika terjadi pergerakan Rian akan tahu.

__ADS_1


*****


hari ini tepatnya hampir satu bulan Gia terbaring tanpa ada perkembangan, itu artinya kandungan Risa sudah memasuki 7 minggu,umur kandungan yang masih lumayan bisa di ajak kerja sama tapi seperti menghindari berbagai macam bau, bahkan terkadang dia tidak suka aroma suaminya sendiri dan beberapa kali masih mual. Risa sudah mulai jarang ke RS karna kadang tidak kuat dengan bau obat, akhirnya Risa meminta Ika mengantikan dirinya menjaga Gia.


"ade... kamu kenapa bangunnya lama banget?"


panggil Risa saat dia berada di samping tempat tidur Gia. "Gi... kamu tahu ga? kakak takut, kakak takut ga bisa ketemu kamu lagi... " sambungnya lalu menangis.


"kamu kenapa lagi ris?" tanya Rian yang baru keluar toilet.


"kamu belum jalan?"


"hari ini kan alat-alat di badan Gia akan di lepas, jadi aku ambil libur" jawabnya


"APAA?? kenapa?"


"udah gak ada harapan, inget kan kata Awan? ini akan jadi hal percuma"


"kenapa kamu ambil keputusan sendiri gitu?"


"aku ga ambil keputusan sendiri, ada Bagus saat aku ambil keputusan itu"


"kalian itu ya! kenapa ga ada yang tanya sama aku dulu? kalian anggap aku apa sih?" bentak Risa lalu berjalan ke arah tempat tidur adiknya


"kita ga bisa kaya gini terus Ris! kasian kamu cape kalau kaya gini, kita ga tahu dia bakal sampai kapan, ada baiknya kita ikhlasin aja" jelas Rian dari sisi tempat tidur lain.


"ikhlas? ikhlas kata loe? gw jadi ragu sama rasa sayang loe ke Gua yang selalu loe bilang ke gw! ternyata rasa sayang itu ga seperti yang gw kira. "


akhirnya terjadi perdebatan hebat antara Rian dan Risa bahkan sampai beberapa kali kena tegur suster dan dokter yang bertugas pagi itu,perdebatan mereka belum berakhir hingga Bagus datang 15 menit kemudian.


"ada apa sih? gw sampai kena tegur suster lho" tanya Bagus saat sampai tapi tak ada seorang pun yang menjawab. "mau pada diem diem aja nih? oke gw ikut! " sambungnya lagi.


"loe ga bilang sama Risa soal alat alat yang mau di lepas? "


"belum... gw pikir lu bilang"


"loe kan suaminya kenapa malah gw yang bilang? "


"karena gw tau kondisinya, makanya gw ga mau bilang"


akhirnya perdebatan pun terjadi antara dua sahabat itu, tapi Risa tidak perduli, bahkan dia tidak melerai mereka berdua, Risa terlalu keras kepala untuk menegur dua orang itu. perdebatan itu berujung keributan kecil sampai Rian dan Bagus menyenggol si bumil hingga jatuh, bertepatan dengan kejadian itu Gia tiba-tiba duduk di tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2