
Rian bertekad untuk mendekati Gia dengan caranya sendiri,setelah perbincangan nya dengan Bagus tempo hari dan Risa yang belakangan ini tidak memberi informasi tentang adiknya,karna dilarang sang suami, akhirnya Rian mencari tahu sendiri keberadaan Gia dengan mengikuti nya seperti sebelumnya dan ternyata hari ini adalah hari terakhir Gia ujian. sebenarnya Rian bisa saja meminta tolong pada Halim tapi mau di taro dimana muka nya jika seorang pemain seperti nya mengejar seorang wanita sederhana pemilik kedai, walaupun sebenarnya Halim seindah melakukannya.
"ah... kenapa dia di kelilingi pria??" Rian heran melihat Gia keluar di apit beberapa pria,Rian tersenyum melihat Gia yang sedang tertawa bersama teman teman,dia mengambil ponsel nya dan memotret ke arah sang calon kekasih.
"manis..." ucapnya melihat hasil potret saat Gia sedang tertawa.
selang 30 menit teman temannya sudah ada diatas motor,salah satu pria memeluk nya dan seperti mengucapkan sesuatu yang membuat Gia tersenyum dengan sangat manis,tanpa sadar Rian meremas kuat kaleng coke yang ada di tangannya hingga isinya tumpah keluar. setelah teman teman Gia pergi Rian yang sudah bersiap akan keluar dari mobilnya untuk menarik Gia pulang tidak jadi bergerak karna sebuah mobil yang sangat dia kenal mendekati Gia. Bagus.... dia keluar dari mobil dan langsung memeluk sang adik lalu mengecup kening nya,keduanya sambil tertawa memasuki mobil,Rian menaikkan alisnya sebelah "mesra sekali... seperti nya ini akan sangat menarik" batin Rian.
Rian sengaja mendahului Gia dan Bagus menuju kedai,Risa menyambut kedatanganya dengan senyum.
"apakah Risa tahu mereka semesra itu?" batin Rian melihat senyum manis Risa yang menyambut kedatangannya.
"hai... kayanya ntar lagi dia dateng deh,kamu mau pesen apa?" sapa Risa sambil melihat jam di tangannya.
"gw pesen minum yang biasa aja ya,makannya nanti aja pas ada Gia."
"okey.." balas Risa lalu meminta Derry untuk membawa pesanan Rian. "jadi gimana? udah sampe dimana perkembangan nya?" sambung Risa lagi setelah Derry pergi.
Rian menghela nafas berat mendengar pertanyaan Risa, "Sulit... bahkan gw selalu kehilangan jejaknya" balas Rian menampakkan raut sedih.
"semangat yan... asal kamu tahu,dengan dia ngobrol sama kamu,mau di anter jemput kamu itu berarti dia udah terima keberadaan kamu" ucap Risa memberi semangat
"tapi ris..." ucapan Rian terpotong Derry yang datang membawa minuman sambil menatap tajam ke arahnya. "tapi Ris...gw sayang sama Gia tulus,tulus banget... mungkin ga ada orang yang setulus gw sayang sama dia" sambung Rian agak keras karna ada Derry sedang membersihkan meja sebelahnya.
Risa yang heran dengan suara Rian yang agak meninggi mengerti saat Melihat mata Rian yang melirik ke Derry,Risa tersenyum melihat kelakuannya. "emang kalau cinta tuh susah ya..." batin Risa melihat tingkah lakunya.
"dia emang deket sama Gia,Deket banget malah,dia juga suka sama Gia semua yang disini juga tahu kalau dia suka sama Gia." Risa sengaja membuat Rian panas agar dia tahu seberapa perjuangan Rian untuk mendapatkan sang adik,apalagi Risa melihat raut kesal Rian saat Risa mengatakan Derry sangat menyukai gia.
Rian dan Risa berbincang mengenai kerja sama mereka tentang catering untuk ulang tahun perusahaan yang dilangsungkan bulan depan,tak lama muncul Gia dan Bagus tapi tak semesra saat Rian melihatnya tadi. "ada apa ini? apa mereka saling menyukai di belakang Risa" batin Rian. Risa yang bingung dengan Rian yang tiba tiba mematung, langsung mengikuti arah pandangnya, ternyata Gia masuk langsung berjalan ke arah toilet dan tak lama Bagus yang langsung duduk di samping sang istri.
__ADS_1
"sayang..." Bagus sambil mencium kening istrinya singkat, "Bro.." lalu menyapa Ria dengan meninju lengan Rian yang tak menjawab sapaan Bagus.
"sayang... aku ke dalem ya! kamu udah makan?" tanya Risa pada sang suami.
"hai ka..." sapa Gia sambil mencium pipi Risa setelah dia dari toilet. "selamat malam pak Rian" sapa nya pada Rian sambil tersenyum.
"astaga... senyum itu,apa bisa senyum itu ke masukkan ke dalam toples kaca agar aku bisa melihatnya setiap waktu." batin Rian
Bagus yang melihat temannya tak menjawab langsung menyenggol nya dan membuat Rian sadar.
"hai gi..." balasnya dengan senyum
"pak Rian udah..." belum selesai Gia bicara Risa sudah pamit kebelakang dan menarik sang suami ikut,padahal sang suami mau tetap di tempat tapi setelah sang istri membisikkan kalau tidak akan memberikan jatah malam ini,Bagus langsung menurut untuk mengikuti istrinya.
"maaf ya pak... kakak sama mas emang gitu" ucapnya sambil tertawa melihat kelakuan kedua kakaknya.
"iya" jawab nya santai. "pak Rian mau makan sesuatu?" sambungnya lagi setelah melihat pesan dari kakaknya kalau Rian belum makan.
"boleh... tapi apa bisa kamu menemaniku makan disini?" tanya Rian karna tahu niat Gia yang akan membuatkan makanan untuknya tapi tidak akan kembali lagi ke meja.
"tentu saja"
"oke... aku pesan muntahu seafood"
"pedas?" tanyanya lagi sambil beranjak
"tentu... bisa orang lain yang memasaknya dan membiarkan mu menemaniku di sini??"
"baiklah..." balas Gia,saat Gia akan memanggil Maya yang tidak jauh dari meja mereka justru Rian memanggil Derry lebih dahulu yang jauh darinya.
__ADS_1
Derry berjalan kearah mereka sambil tersenyum tapi matanya terlihat menatap ke satu titik yaitu 'GIA'
"hai maniez... kapan sampe?" tanya Derry tanpa memperdulikan Rian yang ada di sampingnya.
"ehem... yang mau pesen saya mas!" ucapnya pada Derry yang terus menatap Gia. " saya mau 1 cumi goreng tepung,1 muntahu seafood dan 1 sapo tahu seafood untuk wanita cantikku ini" ucapnya pada Derry sambil menunjuk Gia yang membuat Derry menatap tajam ke arahnya tapi sama sekali tak digubris oleh Rian.
Gia yang tidak merasa ada hubungan apapun dengan mereka cuek cuek aja,karna semenjak kejadian liburan waktu itu mereka berdua tidak saling bertegur sapa sama sekali yang akhirnya membuat mereka di panggil oleh Risa dan Bagus lalu di beri pengertian,semenjak itu malah mereka jadi dekat,bahkan kadang terlihat pergi bersama.
"saya pesan muntahu seafood dan sapo tahu seafood,kenapa sapo tahunya seperti ini" tanya Rian saat makanan mereka datang.
"pak Rian saya..." belum selesai Gia bicara Derry sudah memotong jawabannya yang sebenarnya untuk Rian.
"apa anda mempunyai obat alergi pak? karna jika anda memesan makanan ini untuk Gia,anda harus menghindari seafood karna beliau alergi seafood" bentak Derry lalu pergi.
"kamu alergi seafood?" tanya Rian pada Gia yang di jawab dengan anggukan, " kenapa kamu ga bilang? apa kamu mau makan yang lain?" sambungnya lagi.
"tidak perlu pak ini cukup" jawab Gia sambil tersenyum,sepanjang makan bersama Gia selalu memasang senyum dan menanggapi obrolan Rian dengan baik tidak seperti biasanya yang sangat acuh,tapi itu bukan dia lakukan karna keinginannya tetapi di bawah ancaman sang kakak yang akan mogok ke kedai jika Gia tidak bersikap baik pada Rian,walaupun dari jauh ada mata yang menatap tak suka dengan pemandangan itu. "dasar Playboy kelas kakap!" runtuk Derry.
Rian menemani Gia sampai kedai tutup,saat sedang rapi rapi Risa dan Bagus berpamitan duluan,Risa keluar setelah mengecup pipi sang adik dan pamit dengan yang lainnya tapi Bagus keluar begitu saja dengan wajah kesal. "pasti berantem ga penting!!" batin Gia melihat Bagus pergi begitu saja. tak lama Bagus kembali kedalam hanya untuk memeluk dan mengecup kening sang adik yang sudah masuk ke arah ruangannya untuk mematikan lampu,hanya Rian yang melihat itu karna dari tempat Rian berdiri kemesraan itu terlihat jelas.
"ada apa dengan mereka berdua? kenapa mereka selalu seperti itu di belakang Risa??" batin Rian.
terjadi perdebatan antara Rian dan Derry saat akan mengantar Gia pulang yang akhirnya membuat Gia memutuskan pulang bersama Ika dan Maya di banding bersama dua orang itu,Gia meminta mereka pulang saja masing masing.
...****************...
"Gia... apa sebenarnya yang kamu sembunyikan? apa kamu mempunyai hubungan dengan kakakmu? apa kau melupakan kebaikan Risa ? Risa terlihat sangat menyayangi mu!" Rian terus kepikiran dengan kemesraan Gia dan sang kakak yang terlihat tidak wajar dimatanya...
kenapa langkah kedua ku terasa sangat berat? padahal dia sudah terlihat cukup menerima keberadaan ku!!
__ADS_1