
"gi..." panggil bagus
"hemm.."
"kata Risa ada yang naksir sama kamu... yang mana?" tanya bagus lagi dengan nada penasaran karna Risa tidak menyebutkan siapa tapi Risa hanya mengatakan ada yang naksir sama adiknya.
"tau dah... banyak soalnya" ucapnya bangga
"SOMBONG!!"
"lagian ngapain sih tanya tanya ... entar sakit hati lho aku di ambil orang" canda gia sambil pada bagus dan tanpa dia sadari ada yang lewat di belakang nya saat dia mengatakan itu.
Tranngg...
suara panci jatuh di belakang gia,spontan gia dan bagus nenggok untuk melihat,saat ini mereka sudah sampai di villa tempat mereka berlibur.
"licin der?" tanya gia sambil membantu Derry mengangkat panci yang jatuh.
"iya mba.."
"hati hati der.."
"iya mba maaf"
mereka sedang menyiapkan makanan yang akan mereka bakar nanti malam,mereka akan ada di villa sampai besok sore jadi malam ini mereka mengadakan BBQ bersama.
...****************...
Bagus sedang membantu Risa membakar ayam dan sosis yang sudah di siapkan,Gia sedang membuat minuman hangat bersama Ika dan Ratna,yang lain ada yang membuat saus,ada yang sedang membuat games yang akan dimainkan malam ini dan ada juga yang sedang main gitar sambil bernyanyi.
"mungkin ini memang jalan takdir ku~
mengagumi tanpa dicintai... tak mengapa bagiku mencintaimupun adalah bahagia untukku, bahagia untukku....
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
__ADS_1
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja"
tiba tiba terdengar Derry memetik gitarnya sambil menyanyikan lagu itu,membuat karyawan yang lain dan Risa senyum senyum mendengarnya,dari semua nya hanya Gia yang biasa dan hanya bagus yang terlihat bingung,tapi dari cara Risa tersenyum Bagus langsung tahu kalau Derry adalah karyawan yang naksir dengan sang adik.
"pantes aja sinis banget liat gue..." ucap bagus dalam hati sambil tertawa.
acara malam itu berlangsung dengan sangat seru beberapa game pun di mainkan dengan sangat menyenangkan,saat ini mereka sedang makan bersama. "hhmmm kapan ya dapet yang kaya mas bagus" ucap gia dalam hati melihat Bagus dan Risa yang saling suap "Tuhan kalau suatu saat Engkau mengijinkan aku mempunyai pasangan,apa bisa Engkau berikan yang seperti mas Bagus?" doa Gia saat melihat betapa sangat Bagus menyayangi Risa dan dirinya.
"ayo... game terakhir nih katanya" ucap Ika setelah kami semua selesai makan
"iya ayo... ini ada hadiah nya special" sambung Risa
"kenapa perasaan gue tiba tiba ga enak ya..." bisik Gia pada Ratna yang duduk di sampingnya,Ratna hanya tersenyum mendengar ucapan gia.
setelah Ika menjelaskan game nya,dimana salah satu dari kami akan memberi peragaan dan kami menyanyikan sesuai yg di peragakan,awal permainan itu sangat seru hingga saat Gia yang di tunjuk oleh Lita untuk memperagakan lagu selanjut nya,saat Gia memperagakan semua nampak berfikir tapi tidak ada yang menjawab,lalu Dery mencoba menjawabnya "monita ya? kekasih sejati?"
"nyanyiin dong... biar skor nya 20" sahut Risa
"oh mungkin aku bermimpi,menginginkan dirimu,untuk ada di sini menemani ku. oh mungkin kah kau yang jadi kekasih sejati ku.... semoga,tak sekedar harapku."
semua bertepuk tangan saat Derry selesai menyanyikan lagi itu... "kenapa kalau yang kaya gini gini perasaan gw ga enak ya" ucap gia dalam hati. setelah bernyanyi suasana langsung hening,sampai mas bagus yang bermain gita memberikan gitarnya pada Derry lalu pamit pada yang lain.
pamit nya mas Bagus dan ka Risa di iringi riuh nya godaan karyawan yang lain,yang hanya di jawab senyuman oleh mas Bagus.
kami di bawah meneruskan acara kami sambil bernyanyi dari mulai lagu rock hingga dangdut,dari mulai duduk tepuk tangan hingga joget bagaikan biduan.
...****************...
sementara itu di dalam kamar yang telah di siapkan karyawannya,seorang wanita keluar hanya mengenakan handuk karna lupa membawa baju nya ke dalam kamar mandi sedangkan sang pria yang mandi lebih dulu masih tetap mengenakan handuk menunggu sang istri.
"kamu ga masuk angin pake handuk doang?"
__ADS_1
"ga kok... badan ku kuat" sambil mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang.
"mas... aku mau pake baju"
"ga usah... nanti juga dilepas"
"mas... dibawah ada anak anak"
"mereka udah dewasa... lagi pula aku udah bilang kita sekalian honey moon" ucap Bagus sambil terus menciumi leher sang istri.
"tapi kan tetap ga enak..."
sayang nya Bagus tidak mendengar itu dia hanya terus menelusuri setiap inci tubuh sang istri mencari titik sensitifnya.
"mas... itu....ah...." erang Risa,Bagus langsung tersenyum saat mendengar itu.
"ternyata itu titik lemah nya" batin bagus saat bermain belakang telinga.
bagus membalikkan badan Risa saat puas bikin Risa mengerang,dia menc**m,melu**t dan mengh***p bibir hingga lidah Risa,c**man itu semakin dalan dan berubah menjadi kecu**n yang kemudian turun kedua gundukan yang sangat bulat dan padat.
Bagus terus mengec**p Setiap inci tubuh sang istri, dia belum memulainya karna memberi ruang untuk Risa agar merasakan kenikmatannya,biar bagaimanapun ini baru menurut mereka berdua. karna setelah acara pernikahan Risa dan Bagus sudah sibuk menyelesaikan ini itu hingga pada hari ketiga setelah mereka menikah Risa datang bulan dan ini pertama kali mereka akan melakukannya.
setelah puas memberi pelepasan kepada sang istri hingga beberapa kali dan membawanya ke surga dunia,kini Bagus akan membawanya melayang kembali. Bagus melihat air mata saat dia berusaha memasukkan milikknya kesana, "kenapa terasa sangat sempit?" batin Bagus. karna tidak tega melihat air mata istrinya,bagus ingin menghentikannya tapi itu di tahan Risa,dia minta Bagus menyelesaikannya. setelah melakukan pelepasannya dua kali,Bagus mengakhirinya dengan mengecup kening Risa yang sudah tak berdaya dibawah tubuhnya,Risa tersenyum,mengecup bagus lalu terlelap.
"hei... jangan tidur... ayo bersih bersih..." panggil bagus saat mengistirahatkan badannya sebentar,tapi Risa tak bereaksi, akhirnya Bagus memberikan beberapa kecupan yang menganggu tidurnya.
"mas..."
"mandi yuk...apa mau aku gendong?"
"aku bangun aja..."
Bagus melihat Risa seperti menahan sakit saat berjalan di depannya,dia juga menyeret selimut yang tadi mereka pakai. Bagus melihat ke tempat tidur, lalu ke selimut yang di bawa Risa.
"darah? apa Risa masih perawan? tapi Risa kan dulu wanita malam!!!"batin Bagus.
karna melihat Risa yang berjalan sambil menahan sakit,akhirnya Bagus menggendongnya,menurunkannya di bathtub dan membasuh sang istri secara perlahan, sebenarnya ada yang ingin Bagus tanyakan tapi menurutnya kurang tepat jadi dia menahan nya,hanya ada keheningan yang terjadi selama mandi,setelah mandi Bagus kembali mengendong Risa ke kamar,memakai pakaian lalu merapikan tempatmpat tidurnya lalu kembali tidur. mereka terlelap dengan pikiran masih masing... Risa takut Bagus merasa tertipu dan Bagus yang senang karna ternyata dirinyalah yang mengambil keperawanan sang istri.
__ADS_1