
kembali lagi...
waktu terus bergulir tanpa di sadari,kembalinya Gia bersekolah membuat seseorang berantakan,apalagi karna itu Gia sama sekali tidak dapat di temui,dia mencoba mencari informasi dari orang orang di kedai tapi mereka semua tutup mulut itu pun atas permintaan Gia. bahkan beberapa hari ini mood Rian sangat jelek,bahkan dia tidak mengikuti rapat kerjasama yang akan dijalankan bersama perusahaan baru milik Bagus.
"kenapa loe malah di sini man?" tanya seseorang yang sudah masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu nya
"kemana dia?"
"dia siapa yang loe maksud?"
"gw ga bercanda! dimana dia?"
"gw emang gak tahu siapa yang loe maksud!"
"Gia"
"ada apa dengan Gia?"
"dimana dia? kenapa gw ga bisa ketemu dia? bahkan karyawan istri loe dan istri loe menutup semua info tentang dia! no gw pun di blok!"
"di blok? ga mungkin! dia bukan type orang seperti itu"
"nyatanya gw ga bisa hubungin dia"
"kalau boleh gw tahu ada apa loe cari Ade gw terus dari kemaren?"
"gw rasa gw jatuh cinta sama Ade loe! dari pertama ketemu di pernikahan loe"
"GW GA SETUJU" jawab Bagus tajam lalu pergi.
"gw pasti akan dapetin dia!!!" teriak Rian
...****************...
beberapa waktu berlalu ternyata keberuntungan ada di pihak Rian yang ingin memperjuangkan cintanya,dia menemukan Gia yang baru pulang ngeprint Tugasnya.
"malam..." sapa nya dengan manis.
"malam... " jawabnya tersenyum manis tapi tidak menoleh karena sedang memeriksa tugas yang baru saja dia print.
"ada yang bisa saya bantu?"
"tidak terima kasih" jawabnya sopan
"tapi aku sangat ingin membantu mu" paksa orang tersebut yang membuat Gia langsung menoleh.
"ka Rian???"
"apakah seterkejut itu melihat ku?? aku tahu kalau aku tampan tapi aku kurang begitu suka terlalu di lihati" sahut nya yang langsung membuat Gia sadar.
"untuk apa kakak disini?"
"aku mencari seseorang yang telah membuatku tak rela melepaskannya."
__ADS_1
"lalu??? apa sudah bertemu dengannya?? apa aku perlu membantu? aku cukup tahu daerah sini!"
"tidak perlu... aku sudah menemukannya,dia ada di hadapanku." jawabnya sambil tersenyum memandang Gia
tak ada komentar apapun Gia hanya menepuk jidatnya lalu melanjutkan perjalanan ke rumah,Rian hanya mengikuti tanpa bicara. walaupun dekat jika perjalanan itu tanpa ada pembicaraan ternyata akan terasa sangat sangat lama,sampai di kontrakan Gia mau tidak mau meminta nya masuk karna tidak mungkin dia akan langsung pulang,yang ada bakal depan kontrakan sampai pagi.
"masuklah..." ucap gia saat tiba
"baiklah jika kamu memaksanya"
"keluarlah...karna aku tidak memaksa! kau boleh keluar jika kau mau" balasnya datar.
"Kau itu!! tidak paham basa basi!"
"duduklah... aku ambil minum" ucapnya langsung pergi.
Rian sangat menyukai kontrakan Gia,sangat sejuk,atau mungkin karena perasaan Rian yang sedang senang karna akhirnya dia menemukan seseorang yang membuatnya penasaran.
"mengapa belakangan ini sulit sekali menemui mu? aku beberapa kali di Kedai tapi kau tak ada di sana"
"oh ya? aku selalu ke sana pagi hari"
"aku tidak bertanya soal pagi! aku biasa ke sama setelah pulang kerja tapi tidak pernah ada dirimu di sana!"
"kau berlebihan sekali! aku ada di sana kau saja yang tidak melihatnya."
"kau itu kena..." pembicaraan nya terhenti saat dua karyawan kedai pulang, melintas dan menyapa mereka dengan senyum. "kenapa kau selalu bercanda saat aku bertanya?" sambung Rian saat dua orang itu tak terlihat.
"aku tidak bercanda ka! itu memang kenyataannya,kau boleh menanyakan pada karyawan ku"
"aku di jambret saat pulang malam tempo hari!" jawabnya santai
"apa kau baik baik saja?" tanyanya padaku,tatapan galak nya berubah menjadi khawatir mendengar Gia di jambret.
"aku baik baik saja ka..."
...****************...
sementara itu di dalam kamar di kontrakan yang sama ada 2 orang yang sedang asyik berbincang di group,mereka membalas pesan setelah mengirim sebuah foto saat Rian memegang tangan Gia.
"dia di sana???" dari Risa
"iya mba! pas kita pulang dia udah ada disini"
"suruh pulang udah malem" dari Risa yang dijawab 'ya'
"ngapain lagi dia di situ?" dari Derry
"jangan cemburu gitu der" balas yang lain
"udah der terima aja"
"kalah loe der!"
__ADS_1
"payah sih loe der!"
kurang lebih seperti itu perbincangan grup mereka.
tak lama ada suara hp yang berasal dari luar kamar tersebut,suara itu berasal dari hp Gia yang langsung di angkat Gia dengan mode speaker.
"sayang... dimana?"
"Ruang tamu depan"
"suruh dia pulang! ini udah malem"
"iya mas"
" kamu jangan lupa istirahat yang banyak ya,belakangan banyak tugas kan? kalau dia ga mau pulang bilang mas nanti mas yang usir"
"iya mas..." balas Gia lagi langsung tertawa.
Gia langsung melihat ke arah Rian,dia sengaja speaker suaranya karna dia sudah melihat postingan foto di grup dan dia tahu pasti Bagus akan sependapat dengannya. Rian yang dengan jelas mendengar pembicaraan itu langsung bangkit dari duduknya dan langsung meminta no hp Gia tapi sayangnya Gia enggan memberikannya.
"baiklah... kalau gitu aku akan tetap disini" ancam Rian.
"lho? ga gitu dong ka,aku sama yang lain juga harus istirahat,kenapa malah jadi kakak disini?"
"keputusan ada si tangan mu Gi"
"oke!" ucap Gia akhirnya mengalah dan menyebutkan no ponsel nya.
"terima kasih" balasnya tersenyum manis. "oh iya... ngomong-ngomong yang tadi telpon kamu Bagus kan?"
"ya, kenapa?"
"kenapa kalian berdua... seperti... sepasang kekasih?" tanya nya lagi
"oh ya? kami tidak merasa seperti itu! lagi pula ka Risa selalu ada setiap mas telpon"
"kalian terdengar mesra! aku sangat cemburu!"
"baiklah tuan cemburu... bisa anda pulang sekarang? karna kami harus istirahat" canda Gia pada Rian karna dia seperti tidak ingin pulang.
"gia... kamu selalu bisa membuat orang sekitar mu tertawa" ucap Rian di sela tawanya, "dan itu salah satu alasan aku sangat menyukaimu,kamu selalu dengan apa adanya dirimu tanpa kau buat buat" batin Rian.
akhirnya Rian pulang tanpa curiga apa no yang diberi benar no Gia atau bukan karna setelah memberi no Gia sengaja mengajak ngobrol agar Rian lupa kalau dia harus menghubungi untuk memastikan itu no Gia atau bukan. "hahaha emang enak di kerjain!" batin Gia sambil tersenyum.
"hai..." sapa Gia pada Ika yang baru keluar kamar dari kamarnya.
"hehehehe... sorry lho Gi,kan bercanda aja.." ucap Gia pada bos keduanya itu.
"gak apa-apa... santai aja..." jawab gia dengan senyum licik yang membuat Ika sedikit heran tapi tidak curiga apapun.
"good night girl... sweet dreams" sebuah pesan dari no tak dikenal masuk ke hp Ika,Ika yang memang selalu menanggapi chat apapun yang masuk ke hpnya bahkan mengajak kenalan sekalipun selalu di tanggapi baik dengan nya,padahal dia sudah sempat kena tipu pada seseorang yang berkenalan dengannya dengan modus salah no.
jauh di tempat lain ada seseorang masih terjaga karna terus mendapatkan balasan chat dari seseorang yang dikejarnya,tanpa dia tahu siapa yang membalas chatnya itu.
__ADS_1
"aku akan dapetin kamu Gi! aku akan ngejar kamu sampai kemanapun" batin Rian.