
aku mulai menyayangimu Ris... semua yang telah kita lakukan bersama dua Minggu ini... aku ingin menahanmu tapi aku takut kembali menyakiti mu,aku ingin kau tetap bersamaku tapi aku takut kau tidak merasa nyaman dengan ini semua" batin putra melihat punggung Risa masuk ke kamar.
bahkan para ART yang tadinya ingin menyiapkan makan siang jadi tertunda karna melihat tuan dan nyonya nya sedang bertengkar, mereka sangat menghargai privasi majikannya.
"bawa makan siang nya ke kamar!" titahnya pada ART nya yang sedang menyiapkan di meja,Putra masuk ke kamar lain untuk membersihkan diri sekaligus menenangkan dirinya. hari ini dia ada meeting penting tapi dia tinggalkan karna wanita nya pergi,setelah mandi dia menelpon Robert orang kepercayaan nya, berbincang sebentar lalu kembali ke kamar dimana ada Risa.
"kau tidak makan?" ucapnya saat melihat semua makanan masih utuh.
"aku tidak lapar!"
"kau tidak lapar? ada yang sudah kau makan pagi ini di taman? apa angin membuatmu kenyang?" tanyanya kembali,tak lama suara perut Risa terdengar jelas di telinganya. "makanlah! atau kau mau aku menyuapimu dengan mulutku?"
Risa kaget mendengar yang di ucapkan putra,dia langsung menuju meja di kamarnya untuk makan dan itu membuat Putra tersenyum, "kenapa kau sangat mengemaskan saat marah seperti itu?" batinnya.
setelah makan Risa duduk di sofa pojok kamarnya,dia sempat melirik putra yang dari tadi tengelam bersama laptop nya.
"apa yang ingin kau lihat diwajahku,jika tidak terlihat biar aku mendekat." ucapnya putra tanpa melepas pandangannya dari laptop.
Risa terkesiap mendengar itu,dia malu ketahuan memandang putra,tapi putra sangat gemas dengan sikapnya itu. putra berjalan ke sofa tempat Risa duduk,
"Risa... dengarkan aku,aku minta maaf dengan apa yang terjadi, seperti yang ku jelaskan kemarin mereka mencampur obat ke minumanku"
"kenapa kau masih meminumnya?"
"aku tidak tahu,jika minuman itu di campur. aku sudah kontrol diriku agar tidak melakukan lebih dari itu"
"apa yang kau lakukan padaku kemarin akan membuatku hamil?" tanyanya polos,yang langsung di sambut tawa oleh Putra dan itu membuat Risa cemberut.
"Risa tenang saja... kau akan baik baik saja! itu mengapa aku bilang aku melampiaskannya tanpa menyakiti mu" ucap putra lalu merogoh kantong nya mengambil sebuah gelang yang sudah dia siapkan. "Risa aku sangat nyaman dengan keberadaan mu! aku ingin kau menemaniku dari aku bangun hingga aku terlelap" ucapnya sambil memakaikan gelang itu pada tangan Risa.
Risa yang terkejut dengan sikap putra yang melembut,dia tidak bisa menjawab matanya berkaca kaca,dia bingung harus menjawab apa,lalu....
__ADS_1
"aku tidak bisa..." jawabnya menarik tangan nya yang sudah di pegang putra.
"aku tahu... aku tidak perlu jawabannya sekarang,aku akan menunggu jawabanmu, tapi ini bukan untuk kau menerimaku! ini hadiah kecil dariku karna kau mau berteman denganku." ucapnya lagi menarik tangannya dan memakaikan gelang itu pada tangan Risa. entah sadar atau tidak Risa mengangguk menyetujui apa yang di katakan putra,disambut dengan uluran tangan putra untuk memeluk Risa.
semenjak itu mereka semakin akrab bahkan belum genap sebulan Putra sudah mengembalikan Risa ke rumah dengan alasan dia akan ikut menjaga apa yang sudah Risa jaga,kadang mereka berangkat ke RS bersama untuk melihat Rahma yang tidak pernah bangun dari tidurnya setelah dinyatakan koma pasca operasi waktu itu. Risa sangat terpukul hingga sempat tidak ingin bertemu siapapun termasuk Putra,tapi putra berhasil membujuknya hingga akhirnya Risa kembali ceria dan terus menjaga Rahma, Risa masih bekerja tapi kali ini bukan di laundry,dia bekerja di sebuah toko buku,putra sempat menolak dan memintanya ikut di perusahaan Putra tapi Risa berusaha menolak dia tidak bersekolah seperti layaknya orang lain,dia tidak mau nantinya putra di anggap pilih kasih oleh karyawannya karna seorang Risa yang tidak mempunyai gelar apapun di terima kerja disana. putra mengalah dan membiarkan itu tapi dengan syarat putra masih mengantar dan menjemput nya,Risa setuju karna dia tidak mau jadi benalu untuk Putra,apalagi putra terus meminta agar mempersatukan hubungan mereka dengan pertunangan tapi Risa mengundurnya dengan alasan kondisi Rahma.
karna tak kunjung ada kabar baik dari Rahma akhirnya Risa menyetujui pertunangan dengan Putra,terlebih putra telah memberi kejutan padanya dengan mengunjungi keluarga Risa di malang dan melamar Risa langsung ke keluarganya tanpa sepengetahuan Risa. Putra juga sudah mempertemukan Risa dengan sang ibu yang ada di Rumah sakit jiwa, walaupun dia sempat menahan Risa karna dia pikir Risa adalah adik putra tapi akhirnya dia menerima keberadaan Risa yang mengunjunginya setiap hari minggu.
hari pertunangan tiba,Risa sudah menitipkan Rahma pada Lina dan meminta Lina mengabarkan apapun yang terjadi.
"dengan ini saya selaku wali dari anak kami antonius putra tafarie datang menemui keluarga Almarhum bapak Djunaedi dengan maksud baik Ingin mengikat hubungan anak kami Putra dengan adinda Risa thanaya Cristy sekitar nya keluarga bapak menerima pinangan kami." ucap paman dari putra karna dia tidak memiliki siapapun jadi dia meminta adik dari ibunya untuk mewakilkan.
"saya selaku keluarga dari bapak Djunaedi atau wali dari Risa menerima sepenuhnya niat baik dari ananda tercinta Antonius Putra tafarie,tapi keputusan kami kembalikan kepada adinda Risa apakah adinda menerima niat baik dari ananda Putra." jawab paman dari Risa mewakili ayah Risa yang sudah tiada.
setelah melontarkan beberapa kata,Risa keluar dari persembunyiannya dia melangkah dengan angun dan duduk di hadapan Putra,putra sangat terpesona dengan Risa malam ini sampai tidak bisa berkata melihat sang calon istri. "Risa Thanaya Cristy dihadapan seluruh keluarga mu aku Antonius putra tafarie ingin meminta mu menjadi pendamping hidup ku,menemaniku di saat suka dan duka,sehat maupun sakit, dan aku berjanji akan melakukan hal sama padamu. apa kau menerima aku menjadi calon suamimu?"
"ya aku mau" jawabnya dengan terisak.
"pertunangan ini perjalanan awal kita membangun keluarga yang kita impikan" saut putra tegas sambil menyematkan cincin di jari Risa dan Risa pun melakukan yang sama pada jari manis Putra.
setelah hari bahagia itu Risa dan Putra kembali ke ibu kota, Putra memutuskan mengunakan mobil karna akan ada tempat yang dia kunjungi dan itu akan menjadi tempat foto prewedding mereka. hampir sampai di ibu kota tiba tiba Risa mendapat kabar buruk,Rahma meninggal dunia setelah pagi tadi Sadar dan sempat mencarinya,Risa menanggis tersedu sedu,bahkan putra sempat berhenti untuk menenangkannya kemudian dia menjalankan mobilnya kembali. sudah dekat dengan RS hanya tinggal melewati Lampu lalu lintas mereka sudah sampai di RS,karna lampu tak kunjung hijau Risa turun dan berlari ke arah RS yang sudah terlihat,saat akan memasuki gerbang RS tiba tiba Gia mendengar suara benturan yang cukup keras dan saat dia menoleh ternyata mobil yang tadi dia tumpangi bersama putra di tabrak oleh sebuah truk,Risa berlari menuju putra tanpa memikirkan banyak kendaraan yang hampir menabrak dirinya. banyak orang yang berusaha mengeluarkan putra yang terjepit di balik kemudi,bahkan saat berhasil di keluarkan putra dalam keadaan sadar dan sempat memanggil dirinya beberapa kali,sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri.
keluarga Rahma datang ke Jakarta dan sepat memakamkannya di Jakarta,itu pertama kalinya aku melihat adik dan ibunya,mereka tidak pernah tahu kalau Rahma seorang wanita malam,dia hanya tahu Rahma Bekerja di sebuah cafe bahkan mereka baru tahu kalau ternyata Rahma sakit. kepergian Rahma menjadi pukulan keras untuk Risa,baru selesai memakamkan Rahma Risa kembali mendapat telpon yang membuatnya jatuh pingsan hingga di tolong beberapa teman Rahma termasuk Lina.
"halo selamat siang dengan ibu Risa? apa benar ibu keluarga dari bapak putra yang kemarin mengalami kecelakaan tidak jauh dari RS?"
"iya sus saya Risa"
"mohon maaf yang sebesar-besarnya karna menganggu waktunya Bu,kami dari pihak RS hanya ingin menyampaikan kabar bahwa bapak putra telah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 14.40 WIB "
mendengar itu Risa langsung tidak sadarkan diri,setelah sadar dia menguatkan hatinya untuk pergi ke RS,sebelumnya dia menelpon pihak RSJ untuk membawa ibu dari putra menuju RS untuk melihat sang anak .
__ADS_1
" mas... kenapa ga ajak aku? aku sendirian sekarang! kenapa mas ga bawa aku? kenapa mas biarin aku keluar kemaren? biasanya mas selalu tahan,kenapa mas biarin aku keluar? aku ga punya siapa siapa di Jakarta mas! Rahma juga ga ada,kamu tahu itu! kenapa kamu malah tinggalin aku mas?" ucapnya sambil nangis ?tersedu sedu. "mas jangan tinggalin aku mas! kamu bilang kita mau prewedding Minggu depan,ayo mas bangun.. jangan gini mas.. mas aku mohon...jangan tinggalin Risa mas! bangun mas! kamu punya banyak janji sama aku." teriaknya kemudian tak sadarkan diri.
tak lama ibunda putra datang.
"ganteng... ganteng kok bobo? ganteng kenapa disini? " panggil ibunya pada putra,memang dia selalu memanggil putra dengan sebutan itu selama putra datang ke RSJ. "ganteng dingin? ganteng dingin ya?" ucapnya lagi sambil memegang tubuh putra yang sudah dingin,dia membuka jaketnya dan memberikan pada putra. suster dari RSJ yang mencoba menjelaskan keadaan putra pada ibunya,tapi ibunya malah mengamuk tak terkendali hingga membuat Risa sadar dari pingsannya,
"ibu" ucapnya mencium tangan ibu putra.
"manis... ganteng! ganteng kedinginan..." ucap ibu putra saat melihat Risa,tapi dia hanya tersenyum mendengar itu,lalu dia pun berusaha menjelaskan secara perlahan awalnya ibu tidak bisa terima dan mengamuk tapi detik berikutnya dia diam,terus mengandeng Risa kemanapun Risa pergi. kepergian putra telah sampai ke telinga orang di kampung Risa, beberapa dari orang itu langsung menuju ibu kota. proses pemakaman sangat mengharu biru,sebab ibunda Putra yang menahan orang orang yang ingin menutup peti putra,dia minta Risa memarahi orang itu,bahkan dia sempat lari saat peti putra akan turun ketanah,semua yang melihat itu menanggis tersedu sedu,beberapa karyawan putra bersiap di belakang Risa yang sedari tadi terus jatuh pingsan.
"ganteng... ganteng di tanem! nanti ada pohonnya,nanti si ganteng muncul" ucapnya saat melihat Risa sadar.
...****************...
hari hari berlalu setelah kepergian dua orang yang dia cintai,adik Risa tinggal bersama Risa untuk sementara waktu sampai keadaan membaik. tapi bukan membaik Risa malah seperti orang depresi,bicara sendiri,tertawa, lompat lompat, bahkan dia jadi jarang makan badannya habis dan menjadi sangat kurus.
"makan Lo! jangan kaya gini! gw tahu Lo sedih,gw pun sedih sahabat baik gw pergi! tapi mereka berdua akan makin sedih liat loe begini! lu harus keluar dari kesedihan loe" bentak Lina pada Risa.
"ajak gw kerja sama loe!" ucap Risa saat Lina marah padanya dia juga stres dengan semuanya ini.
"jangan gila Lo!"
" loe sendiri yang bilang gw harus keluar dari kesedihan gw" balasnya lagi dan itu membuat Lina pergi bahkan tanpa meminum teh yang sudah dibuat adiknya Risa.
sebulan berlalu adik Risa kembali ke kampung dan Risa benar benar masuk di dunia Lina, Walaupun syok akhirnya Lina diam saja karna Risa tidak akan bisa di larang,keras kepalanya persis seperti Rahma.
Risa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan Rahma dan Lina, Lina yang tahu Risa sengaja memberikan pelanggan yang hanya butuh teman ngobrol/sekedar jalan, termasuk Bagus
jadi selama menjadi wanita malam dia hanya menemani,tidak sama sekali melakukan hubungan layaknya suami istri dan Risa juga berjanji bahwa itu akan dia beri pada sang calon suami.
"*padahal di luar sana masih banyak laki laki yang singel,kenapa kamu mau bersama ku yang berstatus duda? pasti banyak sekali laki laki yang menginginkan mu saat itu." batin Bagus berkata demikian sambil mengelus pucuk kepala sang istri yang sudah terlelap dengan ceritanya tadi. "percayakan kamu akan menjadi labuhan terakhir untukku" lalu mencium singkat bibir sang istri lalu ikut terlelap bersama yang lain.
__ADS_1
...****************...
temen temen... aku lagi bener bener ga sehat jadi maaf ya kalau ada yang eror,harap maklum 🙏🙏*