Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
"Adikku yang malang (apa kau sudah ternoda)"


__ADS_3

sudah 2 Minggu dari acara lamaran Risa dan bagus yang diakhiri dengan permohonan bagus yang sangat mendalam untuk keluarga nya agar bisa menerima gia sebagai adik mereka dengan tangan terbuka,tidak berhenti gia mengucap syukur bertemu dengan mereka berdua yang sangat menghargai keberadaan gia dengan segala kekurangannya nya.


hari ini gia pulang sedikit terlambat karena mengantikan Risa bertemu dengan orang yang katanya akan memesan dalam jumlah yang banyak,setelah beberapa kali kami menerima pesanan dan beberapa kali kami rundingan bersama,kami akan memindahkan rumah makan kamu ke kios yang sedikit lebih besar serta menambah karyawan 2 orang lagi yang akan kita ambil dari orang sekitar agar waktu mereka bekerja tetap fleksibel yang penting profesional.


"hei Ade gw!!' teriak sebuah suara yang sangat familiar buat gia dan membuatnya mematung.


"kenapa loe diem gitu?! kaget?? seneng?? kesel??" ucapnya lagi sambil tertawa... siapa lagi kalau bukan Dendi,musuh bebuyutan gia.


"ka Dendi mau apa!?"


"mau loe lah.." jawab nya singkat sambil maju menuju gia.


"ka Dendi jangan ganggu gia lagi! gia udah punya kehidupan sendiri" berusaha menjawab dengan suara yang sedikit bergetar.


"kenapa loe gemetaran gitu? takut loe ketemu gw?" Dendi makin mendekat bahkan jarak nya hanya satu langkah dari gia dan itu membuat gia semakin gemetar,apalagi sudah malam dan tempat nya sepi.


di tempat lain....


"aduuhh... gia kok belum pulang pulan ya... mana udah malem..." Risa yang tadi menyuruh gia menggantikannya bertemu dengan orang sangat khawatir,dia jadi kepikiran pembicaraan dia dan bagus tentang kejadian gia di kejar kejar orang dan di bilang pembunuh,karena begitu khawatir Risa segera menghubungi calon suaminya agar bisa membantunya mencari gia.

__ADS_1


"gimana udah biasa di telpon?" tanya bagus saat sampai di kontrakan Risa


"ga bisa mas! aku bingung,terakhir bilang udah jalan pulang tapi ga sampe sampe!"


"yaudah ayo kita cari!"


kembali ke pinggir jalan....


"jangan ka! kakak jangan ngedeket!" teriak gia,kondisi jalan yang cukup sepi membuat suara gia tidak di dengar siapapun,bau alkohol masuk ke Indra penciumannya yang membuat gia sadar kalau dia benar benar dalam bahaya.


"tenang aja... ga bakal sakit!" racau Dendi melihat gia ketakutan.


"Tuhan... gimana caranya lawan orang mabok? gia takut!! mas.... ka.... tolong gia!!!" jerit gia dalam hati.


gia langsung bergeser,saat dia akan berlari Dendi menyenggol kakinya, karena keseimbangan yang kurang gia jatuh dengan dengkul langsung mengenai aspal dan itu membuat gia lari dalam keadaan pincang. Dendi berusaha mengejarnya,tapi gia yang lari tak beraturan membuatnya menabrak bangku yang terbuat dari semen di pinggir taman sehingga darah segar keluar dari lutut nya,bahkan kaki nya seperti tidak bisa dia ajak berjalan, karena dia melihat posisi Dendi yang jauh,akhirnya dia menyeret kaki nya menuju saung yang ada di taman itu untuk ngumpet dari Dendi.


"sayang... dimana sih!" teriak Dendi,mend ngar suara Dendi gia makin menundukkan badannya agar tak terlihat,Dendi berteriak lagi,hingga tak sengaja dia melihat ransel gia.


"sayang... kamu kenapa nunduk di situ? harusnya di sini" ucapnya pelan sambil menunjuk sang masa depan yang sudah di keluarkan dari sangkar. gia langsung membuang muka nya,dia ingin mengangkat badan nya tapi kakinya sakit,sangat sakit....

__ADS_1


"Tuhan... gia mohon...gia ga mau jatuh di orang yang salah! Tuhan tolong gia...😭😭😭"


dengan setengah sadar dan ***** yang menggebu,Dendi berusaha menuntaskan hasrat nya itu,dia berhasil merobek kemeja gia yang membuat gunung kembar yang sempurna itu terlihat,gia terus berusaha melepaskan diri tangan Dendi terus memegang wajah gia berusaha mencium bibir gia dan gua terus meronta-ronta agar tidak terjadi apapun pada dirinya.


disebuah mobil...


treeekk.... gelang kayu pemberian gia yang ada di tangan risa patah begitu saja tanpa terpentok apapun,hal itu membuat Risa langsung menenggok ke arah sang calon suami yang membuat perasaan nya langsung tidak enak.


"mas... gia mas... aku takut" ucap Risa yang tak sadar menitikkan air mata.


"sabar... dia pasti gak kenapa kenapa" jawabnya berusaha menenangkan sambil merangkul sang calon istri.


sudah hampir satu jam mereka mencari tidak juga ketemu,sampai akhirnya bagus berhenti di sebuah taman yang tidak jauh dari tempat tinggal risa dan dia mengadu kepalanya berkali-kali dengan stir mobil,dia kesal tidak mendapat petunjuk apapun tentang keberadaan gia,Risa yang melihat itu langsung menghentikannya,sambil menggeleng lalu menanggis,sepanjang jalan ini Risa terus menanggis karena tidak menemukan sang adik sama sekali.


setelah merasa lebih tenang bagus kembali menyalakan mobilnya dan sinar lampu yang dia nyalakan langsung menunjukkan sebuah nkaki dengan sepatu yang sangat dia kenal,karena sepatu itu pemberiannya,bagus mencolek Risa dan menunjuk sepatu itu. mereka secepat mungkin turun dan betapa terkejutnya Risa saat melihat adiknya dengan tangan terikat tanpa baju,hanya ada bra dan ****** ***** serta seorang pria yang entah siapa bertelanjang dada dan celana panjang yang sudah turun dan sesuatu yang tegak yang sudah keluar dari sarang nya.


bagus yang kalap melihat nya langsung memukul pria itu secara membabi-buta,dia sampai lupa keadaan adik nya,Risa melepaskan ikatan itu dan berusaha memeluknya sambil menanggis,sayang nya sang adik tidak respon hanya dia bahkan tidak mengeluarkan air mata sama sekali.


"mas.. " panggil Gia pada bagus yang menghajar habis Dendi,bagus menghampiri sambil melepas kemeja nya,saat dia mendekat dan akan memakaikan pada adiknya karena dia melihat Risa sudah terduduk lemas di samping gia,tapi gia langsung mengeset tubuh nya dan itu membuat bagus-risa saling berpandangan. Risa segera mengambil kemeja itu dan memakaikannya ke gia,saat akan di angkat bagus gia malah berteriak. bagus dan Risa bingung bagaimana membawa nya dan dengan sangat terpaksa,bagus memukul sang adik tepat di leher belakang agar pingsan dan membawa nya.

__ADS_1


"*kami kenapa jadi gini de? maafin mas udah mukul kamu!"ucap bagus dalam hati


"de... maafin kakak nyuruh kamu ketemu orang! malah bikin kamu kaya gini" sesal Risa yang memang memaksa gia* .


__ADS_2