
Tuhan... ijinkan anakmu ini membahagiakan seseorang yang saat ini bersama ku,ijinkan kami bersama dan biarlah semua yang terjadi antara kami berdua terjadi atas kehendak Mu. kuatkan ku jika Kau tidak mengijinkannya dan tuntun langkah ku jika Kau menijinkan aku bersamanya." ucap Rian lalu memejamkan matanya dengan harapan besok Gia akan disampingnya dan memeluknya.
...****************...
pukul 03.05 pagi
Gia terbangun karena merasakan haus yang luar biasa,dia berusaha meraih gelas di sampingnya tapi sayang gelas itu tak tergapai,dia berusaha duduk agar mencapai gelas itu,setelah minum dia baru sadar bahwa itu bukan kamarnya. karna sadar bukan kamarnya dia berusaha mencari sang pemilik kamar "kamar siapa ini?" batinnya. dia mengedarkan pandangannya sampai melihat seseorang yang belakangan ini dia rindukan kehadiran nya, seketika dia berusaha melihat ke pakaiannya,dia menarik napas lega saat melihat pakaiannya masih lengkap. karna dia masih haus dia berencana mengambil botol yang cukup jauh dari dirinya,saat akan berdiri tangannya malah menyenggol gelas yang akhirnya jatuh dan pecah, mendengar ada yang pecah sang pemilik kamar langsung terbangun, seketika melihat ke arah Gia yang hendak memunggut pecahan kaca itu.
"stop.." larang Rian sedikit berteriak,
"aaa...." Gia yang kaget mendengar teriakkan terkena beling di kakinya, yang langsung mengeluarkan darah.
dengan sigap Rian menuntut ke kasur dan mengambil kotak P3K yang ada di laci meja,dia langsung membersihkan luka di kaki Gia.
"mungkin ini akan sedikit perih" ucap Rian saat membersihkan lukanya. setelah bersih dia menutup luka nya dengan kasa.
"jangan beranjak dari sana biar aku yang mengambilkan nya untuk mu" sambung nya tegas.
Rian kembali dengan air putih di tangannya dan membawa obat yang harus di minum sebelum makan,dia keluar dan kembali membawa semangkuk bubur untuk di berikan pada Gia.
"apa pesanan dari kantor ku yang membuat mu lelah seperti ini?"
"tidak pak,itu tugas saya. kenapa saya di sini?"
__ADS_1
Rian mendengus dengan panggilan Gia padanya, "kamu pingsan karna terlalu lelah. kata dokter lambung mu kurang baik dan kmu haru banyak istirahat." sambung nya lagi sambil mengulurkan tangan untuk menyuapi Gia.
"tidak terima kasih. saya harus kembali,pasti semua orang mencari karna saya menghilang di tengah acara." jawab Gia cepat, menolak suapan dari Rian.
"makanlah... aku sudah menghubungi kakakmu memberitahu keadaan mu dan meminta ijin agar kau beristirahat di sini. aku akan membawa mu kembali besok." ucapnya datar dan memberikan makan itu pada Gia.
"terimakasih atas kebaikan pak Rian tapi aku tetap harus kem..."
"diamlah dan makan! kamu harus minum obat" potongnya tegas,yang terkesan sedikit membentak dan langsung keluar dari kamar itu dan tak kembali.
paginya Gia bangun terlebih dahulu... dia melihat sekeliling kamar yang sangat maskulin itu,dia jalan menuju kamar mandi untuk bersih bersih karna merasa sangat lengket. Gia keluar kamar dengan kaus hitam yang dia ambil dari lemari yang terlihat sedikit lebih kecil, walaupun di tetap kebesaran di badannya dan celana pendek kotak kotak yang ada di sana.
"wow..."
"tidak apa apa... nantinya semua pakaianku akan jadi milikmu!" potong Rian melihat Gia keluar kamar dengan kausnya. "makanlah lalu minum obat mu! aku akan mengantarmu pulang." sambungnya lagi.
Gia tersenyum. tapi dalam hati masih merasa bingung,Gia tidak tahu harus bersikap seperti apa karna sesungguhnya Gia masih terlalu takut untuk dekat dengan pria terkecuali mas bagus.
"pak Rian bisa masak?"
__ADS_1
"tentu... aku melakukan ini saat masih kuliah?"
"apa ini bisa dimakan pak?"
"kamu meragukan ku?"
"tidak... " ucapnya sambil duduk, "apa bapak punya obat untuk sakit perut?" tanya nya lagi sambil terkekeh.
"hahaha... kamu lucu Gia! bilang tidak tapi minta obat!" ucapnya lagi sambil tertawa.
"bapak juga makan bubur? bukannya bapak tidak makan bubur?" tanya Gia lagi melihat mangkuk Rian yang berisikan bubur juga,karna dia ingat saat mas Bagus sarapan dan tidak menawarkan Rian karna Rian tidak suka bubur.
"kamu tahu aku tidak suka bubur?" balas Ria heran,karna setahunya dia tidak pernah cerita banyak pada Gia.
"hmm waktu sarapan bersama mas Bagus di kedai"
"oh... hampir aku GeEr... aku pikir kamu cari tahu tentang aku."
Gia hanya tertawa mendengarnya. sepanjang makan tidak ada pembicaraan di antara mereka,hingga Gia kembali ke kedai dan di sidang oleh mas nya.
...***********...
***temem temen... aku minta komen yang harus aku perbaiki ya...
__ADS_1
di rumah lagi sakit jadi lagi saling rawat satu sama lain....ππππ
terima kasih banyak ya temen temenπππ***