Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
98. RAHASIA sang kakak (BAGUS)


__ADS_3

Setelah mengantar mertua nya ke kamar, Gia dan Risa menyusul ke depan, Risa terlihat bahagia dengan keluarga baru adiknya, dia terharu karena perjuangan adik nya tidak sia sia, sekarang dia mendapatkan keluarga yang sangat luar biasa menyayanginya.


Gia terus bergelayut memeluk Bagus saat berpamitan, membuat Rian mengepalkan tangannya, dia cemburu melihat kedekatan itu, Gia tidak menyadari itu tapi Bagus dan Risa menyadarinya. "denger mas... kamu sekarang udah nikah, udah engga boleh gelayut gelayut gitu lagi! " ucap Bagus pelan.


"iya de... nanti Rian cemburu, dia kan bucin" Risa meledek dengan suara kecil.


"janji ya... "


"iya mas... "


setelah ber cipika cipiki dengan Awan dia kembali ke samping suaminya, suaminya masuk tanpa mengajak istrinya. Gua yang sadar kesalahannya langsung menepuk kening, "kena lagi deh!" gumamnya sendiri.


"mas... kamu marah?"


"pikirin aja sendiri!"


"maaf mas.. "


"engga usah di bahas" tutup suaminya lalu berbaring membelakangi istrinya.


istrinya yang sudah terbiasa tidur dalam dekapan suaminya merasa sangat hampa malam itu, awalnya Gia berbaring menghadap suaminya, berusaha memejamkan mata agar tertidur tapi tidak bisa tidur. dia membelakangi suaminya, hasilnya pun sama dia tetap tidak bisa tidur. akhirnya dia memutuskan untuk keluar dan berbaring di ruang TV


akhirnya Gia sadar, rutinitas baru nya, dia sangat nyaman dan merasa aman dengan rutinitas barunya, yaitu tidur dalam dekapan sangat suami.


pukul 02.17 dini hari, Rian terbangun karena dia merasa tak ada orang di sampingnya, dia meraba kasur di sampingnya dingin, berarti sudah dari tadi istrinya tidak di sana. Rian langsung bangun dan mencari istrinya, dia masuk ke kamar mandi dan kamar ganti tidak ada di sana, dengan sedikit khawatir dia menuruni tangga, dia langsung menangkap sosok istrinya tidur di sofa.


Rian menggendongnya ke kamar,hari ini orang tua nya menginap disini jangan sampai mereka melihat Gia tidur di sofa. "maaf ya, bukan egois, tapi aku engga suka sama kejadian tadi" ucapnya sambil mengendong Gia. sampai kamar tanpa sadar Gia langsung masuk ke dalam pelukan Rian.


keesokannya Gia bangun kaget karena mendapatkan dirinya bangun dalam dekapan suaminya, "aduh... ngamuk deh... " batin Gia. keterkejutan nya hanya berlangsung sebentar, Gia buru buru bangkit menuju dapur agar saat suaminya bangun dia tidak ada di sini. Rian yang sebenarnya sudah bangun hanya diam saja merasakan pergerakan istrinya.


pagi pagi sekali Awan sudah menjemput orang tua Rian untuk terapi,Gia sudah membuat bekal untuk mereka bertiga di jalan dan sarapan untuk suaminya. setelah menyelesaikan tugasnya di dapur Gia kembali ke kamar untuk membersihkan diri, saat dia masuk kamar suaminya baru selesai mandi, buru buru dia menyiapkan pakaian kerja suaminya, lalu merapikan dirinya sendiri, sarapan dengan suasana hening, tidak ada pembicaraan apapun di sana.

__ADS_1


Gia gelisah,dia sangat mengerti kalau dirinya bersalah, Rian memang pernah meminta nya untuk tidak seperti itu pada kakak nya dan Gia menyanggupi itu jika memang menganggu untuk suaminya,karena bukan baru sekali tapi berkali kali Rian menegurnya.


"mas... aku minta maaf, bukan maksud aku ngelawan kamu, tapi... " dia menunduk bingung harus menjelaskannya bagaimana.


"udahlah... kita omongin lain waktu aja" ucapnya lalu beranjak.


"tapi mas... "


Suaminya malah beranjak dan pergi, Gia menyusulnya sampai ke depan pintu, awalnya merasa salah dengan kelakuannya yang tidak berubah pada Bagus tapi dia jadi kesal karena sikap suaminya yang tidak bisa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.


"mas, aku sudah minta maaf sama kamu! aku tahu aku salah, aku tahu aku ngelawan,tapi engga kaya gini caranya, aku sudah bilang aku salah dan aku udah minta maaf. terserah kalau kamu masih mau kaya gitu, asal kamu tahu mas Bagus adalah laki laki pertama yang buat aku ngerasa aku berharga, laki laki pertama yang rela melakukan sesuatu buat aku dan laki laki yang mau berkorban untuk aku."


setelah mengatakan itu Gia pergi, dia pergi lebih dahulu dari suaminya, meninggalkan suaminya yang mematung karna semua ucapannya tadi. "ya... dia pun menyimpan perasaan padamu dan kamu tidak tahu itu" batin Gia.


flashback on


hari itu seminggu setelah pernikahan Bagus dan Risa, Rian datang menemui Bagus di ruangannya.


"iya,ade angkat! jadi,lu dateng ke sini cuma buat tanya itu?? "


"hehehe manis... buat gue ya! "


"GAK!!! JANGAN COBA COBA! "


penolakan itu membuat Rian curiga, apalagi Bagus selalu menolak kalau Rian menanyakan sesuatu tentang Gia, hingga akhirnya Rian datang menemui Risa di cafe dan ternyata ada Gia di sana,sebuah kebetulan yang tidak di sengaja, akhirnya cara itu yang Rian pakai untuk mengejar Gia,Rian sering mengunjungi Risa,salah satu alasan terkuat agar bisa melihat Gia.


awalnya Bagus terus melarang Gia dan Rian bersama,dia selalu menolak hal itu,sampai akhirnya Risa hamil lalu Bagus mulai membuka jalan, selain itu Risa juga yang meminta nya. lama kelamaan keduanya memberikan restu pada hubungan itu.


seminggu sebelum acara pernikahan, Rian mengundang Bagus untuk makan malam bersama,dari kecil bersama membuat Rian tahu ada yang disembunyikan sahabat nya ini.


"wih wih wih.... mau minta restu gua sampai segini banget" ucap Bagus saat sampai.

__ADS_1


" lama banget sih! bikin kesel aja! "


"gua kan sudah bilang kalau masih ada yang gua temui, lu bilang mau tunggu. gimana dah!!? "


setelah selesai makan, Rian pun memulai semua, semua pertanyaan yang ada di benaknya dan tidak bisa di lampiaskan pada sahabatnya ini karena menghargai Risa saat itu.


"ya... semua bener... semua seperti yang ada di pikiran lu!! gua cinta sama Risa dan gua juga jatuh cinta pada Gia" ucap Bagus membenarkan semua ucapan Rian tentang dirinya, Rian sama sekali tidak terkejut, tapi ada seseorang yang terkejut padahal dia tidak sengaja.


"lu gila ya!" teriakkan itu membuat keduannya menoleh. siapa lagi kalau bukan Awan, yang tidak sengaja menangkap kebersamaan persahabatan ini.


"tolong... Risa engga tau hal ini,begitu pula Gia dan gua harap mereka engga akan pernah tahu hal ini. gua sudah memberikan dia ke lu! gua mohon jaga seperti gua menjaga dia, bahkan lakukan lebih untuk dia. jangan pernah salahkan dia karena dia tidak tahu kalau gua menaruh perasaan sama dia, dia pure menganggap gua sebagai kakak nya engga lebih dari itu."


"gua sejujurnya udah curiga dari awal, tapi gua menghargai Risa dan Gia, makanya gw menjaga hal itu, gua pun lebih memilih menunggu dan menurut gua ini saat yang tepat"


flashback off


demi menghindari sang istri Rian sengaja pulang terlambat tapi saat dia sampai di rumah, kondisi rumah sangat gelap menandakan tidak ada orang di dalamnya. keningnya berkerut mengetahui kondisi rumah kosong, dia masuk lalu membersihkan diri dan mendinginkan kepala nya dengan guyuran air.


Rian mengambil ponselnya dan menghubungi Ika menanyakan keberhasilan Gia, tapi sayangnya Ika mengatakan jika Gia tidak datang dari pagi, saat Rian menanyakan Risa, ternyata Risa pun tidak datang jadi Rian berfikir istrinya disana


Rian menelpon tapi Risa tidak mengangkat nya, pilihan terakhir dia menelpon Bagus.


"apa dia di sana?"


"siapa yang lu maksud"


"Gia"


"ga ada.. kalian bertengkar? "


mendengar kata kata Bagus bahwa istrinya tidak disana langsung membuatnya panik, bahkan dia tidak menjawab pertanyaan Bagus yang terakhir.

__ADS_1


__ADS_2