
sore itu Risa kembali ke kedai di antar Anto, tapi Risa minta untuk tidak sampai di kedai karena tak enak dengan Gia,Risa ingin Anto menyelesaikan semuanya pada Gia dan bicara dari hati ke hati namun tidak saat ini.
"boleh aku menelpon mu?"
"boleh"
"terima kasih Risa"
"sama sama Anto"
"RISA!" panggilnya sedikit kesal,Risa terkekeh lalu pergi.
"terima kasih untuk kesempatan yang kau beri" ucapnya sambi melihat wanitanya itu berlalu.
**********
"wah wah wah.... ada apa ini tahu tahu senyum senyum" ucap Gia saat Risa muncul di kedai sore itu.
"aku punya kabar baik... Da'silva kontrak kita 2 tahun"
"hah? serius ka?"
"iya... kaget kan? kalau kamu datang kesana pasti lebih kaget lagi..." balas Risa yang seketika sadar jika pembicaraan kurang tepat.
"kaget gimana maksudnya?"
"itu maksudku, tempatnya ternyata cukup besar lho dan sistemnya masih tetap orang mereka yang akan jemput makanannya, jadi kita santai santai"
"keren ka Risa bisa kerja sama dengan perusahaan besar"
" apaan deh... malah malu kan!"
mereka tertawa bersama saat saling
revisi
__ADS_1
apa mandi malem malem? ngompol? apa pup di celana?"
"ish... apaan sih nih anak!"
aku tersenyum melihat raut ka Risa yang langsung berubah hahaha...
'aku ada sebuah rahasia ka Risa pernah ngompol... gara gara aku baru masuk toilet untuk mandi dan dia pulang dari pasar dan ternyata dia kebelet, sampe depan toilet udah ga sempet ketok pintu malah udah ngompol'
hari hari kami lalui seperti biasa nya dan mas bagus ternyata benar benar datang terus ke rumah tapi tidak setiap hati seperti yang dia katakan,mungkin dia takut ka Risa malah jadi tidak nyaman dengan cara nya yang seperti itu.
teng... teng... teng...
sebuah pesanan masuk di aplikasi kami,aku langsung berdiri,mengambil kertas itu dan memulai memasak,tak lama ka Risa keluar dari kamar dan membantu ku, ka risa lebih memilih menunggu di kamar karna hari ini mas bagus datang,ini hari Sabtu dan dia libur makanya tadi dia menemaniku di ruang tamu.
"aaawww..." aku langsung mendatangi ka Risa saat mendengar teriakkan itu,aku melihat darah di kotak tempat aku akan mengisi makanan yang di pesan.
"kok bisa sih ka..." aku membawa tangan ka risa ke air agar bersih dan darah nya berhenti, aku melirik sedikit ke arah mas bagus dan di sana terlihat khawatir tapi dia seperti berusaha tenang.
aku mengambil P3K di lemari dan membersihkan luka ka Risa lalu menutupnya dengan plester,aku meneruskan pekerjaannya ka Risa tak lama seorang driver ojol yg akan mengantar makanan datang dan langsung disambut ramah oleh ka risa.
"misi mba cantik... mau ambil pesenan" sapa seorang driver yg langsung dijawab.
"bentar mas lagi di packing nanti saya yang bawa keluar!!!" ada suara galak yang menjawab,sebelum ka Risa menjawab nya dan itu berasal dari mas Bagus,yang kemudian datang ke arah ku dan mengambil pesanan itu dan membawanya ke depan. aku hanya menahan tawa melihat kejadian itu,ka Risa malah bengong menatap aku.
" driver ojol tuh emang genit gitu ya?" tanya mas bagus saat kembali ke arah ku
"driver itu sering ke sini mas,dia sering ambil pesenan di sini emang kaya gitu dia kalau manggil kita"
" terus kalian diem aja di panggil gitu?"
"ya kan kita tahu kalau itu cuma candaan"
__ADS_1
teng... teng... teng....
ada satu pesanan lagi yang masuk dengan jumlah yang cukup banyak jadi mas bagus minta agar dia membantu kami,aku dan ka Risa sudah di belakang kompor dan memasak tapi karena ada bumbu ku yang kurang akhirnya aku mengambil pisau untuk mengiris nya.
"astaga...." teriak ku karna tangan ku kena pisau,saat aku akan meraih tisu untuk menutup luka ku tiba tiba mas bagus sudah mengambil tangan ku dan membawa ke mulut nya, mendahului ka Risa yang membawa air untuk memberhentikan darah nya.
ka Risa membeku di tempat melihat kejadian itu 'sial... jadi dia benar benar sedang mendekati gia! tadi dia ga sepanik itu saat gw yang kena pisau'
"mas... udah terima kasih..." ucapku tidak enak pada ka Risa,karna aku melihat raut sedih saat melihat mas bagus melakukan itu. aku tahu mas bagus hanya mau mengerjai ka Risa karna masih menutup diri dari perasaannya,karna setiap kali mas bagus datang dia selalu duduk di sebelah ku dan memperlakukan ku layak nya orang yang sangat dekat.
hari itu berlalu dengan sangat canggung, sebenarnya aku ingin marah pada mas bagus tapi tidak mungkin karna aku yakin mas bagus hanya ingin membuat ka Risa cemburu,ka risa tidak banyak bicara dari kejadian yang tadi,dia lebih banyak diam dan menyibukkan diri dengan hal lain.
malam itu aku mendengar suara orang menangis,aku melihat sebelahku tidak ada ka Risa,aku hendak menyalakan lampu untuk mencari asal suara tangisan itu,saat aku akan bangun aku malah tersandung sesuatu hingga aku jatuh dan terbentur lemari,saat menyalakan lampu ternyata...
"ka Risa kenapa ka...??"
"maaf gi... kakak ga bisa! kakak ga bisa kalau mesti liat kamu sama bagus"
"hah?? gimana?? apa maksudnya sih ka?"
"kakak ga bisa gi... kakak masih sayang sama dia tapi kakak bingung mesti gimana setahun lebih kakak berusaha lupain dia,menyibukkan diri,bikin usaha sama kamu! tapi kakak ga bisa lupain dia gi... kakak sayang banget sama dia..."
"kalau kakak sayang sama dia kenapa kakak selalu menolak keberadaan dia ka??? gia yakin dia juga suka sama kakak!!"
"ga gi... dia suka sama kamu,kamu liat sendiri kan sikap nya dia tadi? dulu juga dia pernah mengakui itu sama kakak,dia mau deketin kamu"
"ka... jujur... aku suka sama mas bagus,tapi bukan suka seperti yang kakak maksud! aku suka sama mas bagus karna dia baik,mungkin bisa di bilang aku kagum sama dia. aku suka dia kalau dia jadi kakak aku,tapi itu akan balik lagi ke mas bagus,namanya perasaan ga mungkin kita paksa, sekarang... kakak ga boleh kaya gini,kakak harus jadi ka Risa yang semangat,ga boleh sedih sedih"
aku membawa ka Risa ke kasur dan mengistirahatkan badannya,besok weekend jadi pesenan pasti banyak kaya biasa nya jadi kita harus menyimpan energi.
keesokan hari saat aku bangun ternyata ka Risa sakit,badan nya sangat panas,setelah aku ingat ingat ternyata ka Risa tidak makan kemarin,aku ingat saat aku dan mas bagus menawarkan makanan ka Risa bilang belum lapar dan setelah itu kita di sibukkan dengan pesanan dan aku sama sekali belum melihat dia makan.
__ADS_1
"bagus... jangan pergi... jangan pergi..."
ka Risa menggigau memanggil nama mas bagus, akhirnya tanpa sepengetahuan ka Risa aku memanggil mas bagus datang,selain untuk membantu ku untuk menjaga ka Risa aku juga jadi ada teman ngobrol.