
Risa dan bagus sudah melakukan persiapan lamaran 90% besok Risa akan pulang kampung dan menunggu bagus datang untuk melamar di sana dan akan kembali pulang bersama sama,tadi nya risa mau gua untuk ikut bersamanya tapi karna beberapa waktu lalu Risa sempat meminta gia untuk ikut beberapa kursus jadi gia tidak bisa ikut,apalagi gia sedang tes, jadi gia akan ikut pihak laki laki datang nya.awalnya gua sempat nolak dan mengatakan akan pergi sendiri saja naik kereta,tapi Risa melarang dan bagus dengan tegas mengatakan gia ikut bersama nya dengan nada yang tidak bisa dibantahkan.
"ka... apalagi yang mau di bawa?" tanya gua membantu Risa packing.
"udah deh kayanya kan setelah lamaran langsung balik ke sini"
"deg degan ga ka?"
"hahahaha... banget de... padahal sering ketemu mas bagus hahaha"
"bedalah ka... ini kan ketemu nya mau dipinang"
"iya... makanya deg degan hahaha"
"tapi ka... aku berangkat sendiri aja ya!! aku ga enak kalau mesti bareng keluarga mas bagus"
"kamu bilang mas mu ya,jangan bilang kakak"
__ADS_1
"aku ga enak sama ka Rini"
"ga usah perduli sama dia... mas mu ga mau kamu kenapa kenapa makanya dia kaya gitu"
...----------------...
besok pagi nya aku dan mas bagus mengantar ka Risa ke stasiun,ada perdebatan saat akan berangkat karna mas bagus terlambat datang. sebenarnya yang aku lihat bukan soal itu yang di perdebatkan ka Risa,yang aku lihat dia seperti gugup tapi dia melampiaskannya dengan cara lain yaitu ngomel. mas bagus mengerti kegugupan ka Risa,dia tidak membalas semua ocehan ka Risa yang tidak berhenti,dia hanya diam karna dia sebenarnya merasakan hal yang sama karna hampir setiap hari mereka bertemu,tahu tahu seminggu full ini harus dihabiskan sendirian, yang paling kasian gia karna bingung harus mengatakan apa akhirnya pun dia hanya diam.
"hati hati ya... kalau udah sampe kasih kabar ke aku sama Ade mu" perpisahan mas bagus saat di stasiun
"iya mas... kamu kan hari ini libur temenin gia aja di warung"
"de... temen temen suruh kerja yg bener ya" ucap ka Risa sambil beralih pada gia,kami memang sudah punya 2 orang teman yang membantu kami,supaya aku dan ka Risa tidak terlalu lelah.
"kakak tenang aja... calon suami kakak yang galak itu pasti ga akan biarin mereka istirahat" balas ku sambil tertawa.
...----------------...
__ADS_1
aku pulang bersama mas bagus,di perjalanan kami tidak bicara sama sekali hanya saling diam,mas bagus memang orang nya seperti itu tapi terkadang dia bisa cerewet bahkan lebih cerewet dari ka Risa.
"mas.."
"hemmm"
"kalau aku berangkat ke sana sendiri gimana? boleh ga mas?"
diam... hening... tidak ada jawaban apapun, sebenarnya aku tahu jawabannya tapi hanya memastikan,kali aja jawaban nya berubah apalagi masih pagi gini kan sambil ngantuk... hehehehe....
"gimana mas? soalnya kan ka Rini sama mba Wati ga...."
"ga usah mikirin mereka" potong bagus langsung tanpa menjawab pertanyaan ku sebelumnya.
"tapi kan mas..."
"de... kamu tuh ga usah pikiran sesuatu yang ga penting" potong bagus lagi.
__ADS_1
akhirnya gia memilih diam karna dia tahu melawan mas nya adalah hal yang sangat sia-sia,bagus begitu menyayangi nya dan ka Risa, terlebih mood mas bagus kurang baik jadi memang lebih baik tidak bicara apapun.