
Dengan berat hati si pelayanan pergi meninggalkan mereka, sebelum menutup pintu dia tersenyum manis pada Gia dan Gia membalasnya tidak kalah manis tanpa perduli ada Rian di sana.
Rian menghampiri lalu memeluknya dari belakang, "mulai nakal ya... godain cowok"
"orang cuma senyum di bilang godain"
"dengan kamu balas senyuman nya sama aja kamu mengoda dia, memberi dia kesempatan untuk berharap."
"kamu itu suami, dia itu baru aku liat. ga mungkin kamu yang ganteng dan keren gini bisa di gantiin dia" Gia sengaja memuji agar Rian tidak cerewet.
"wanita ini selalu bisa bikin hati dia porak poranda dengan pujian pujiannya! paling pinter ambil hati orang" ucap Rian dalam hati.
"kamu mau makan snack dulu, sambil kita nonton, kalau langsung dinner kamu langsung tidur lagi. "
"dinner??? kita mau dinner?? "
"yaitu udah di siapin... "
"kirain makan malem aja! aku ga ada baju buat dinner"
"itu belum dia keluarin semua isi troli nya, nanti aku yang beresin, dari pada dia liatin kamu terus disini. btw kamu ga usah pake baju juga engga apa apa, kan setelah makan aku buka juga"
mendengar itu Gia langsung duduk buru buru di depan TV, dia tidak mau suaminya melihat wajahnya yg bersemu karena ucapannya itu.
...****************...
20.00
Gia dan Rian sudah berhadapan di meja di
makan berlilin dengan menu steak, steak itu masih hangat karena terdapat pemanas pada troli itu. jangan tanya pakaiannya karena pakaiannya benar benar seadanya, sebab memang sama sekali tidak ada rencana untuk makan malam.
"lucu banget ih" ucap Gia menunjuk lilin yang di nyalain.
__ADS_1
"aku? "
"lilin... orang bilang lilin kok" jawab Gia memutar bola matanya.
"aku juga engga apa apa kok"
"kamu tuh... makan sana"
setelah makan malam mereka menonton, film yang di tonton bergenre horor sehingga Gia tidak berhenti menempelkan wajahnya pada Rian, membuat yang punya badan blingsatan dengan sapuan sapuan nafas yang mengenai lehernya.
Gia tidak sengaja menyenggol pusaka Rian yang ternyata sudah mengeras, dia langsung teringat perkaranya dua wanita hebat yang selalu mengajarkan dia berbagai hal.
flashback on
sehari sebelum keberangkatan Gia bertemu dengan Risa dan mama mertua nya yang sekarang tinggal di jakarta karena pengobatan.
"pokoknya kalau kamu liat itunya tegak atau kamu pegang keras itu berarti udah mulai naik" ucap Risa
"kita punya ini... nanti kamu kasih dia minum" ucap mereka berdua menyodorkan sebuah tablet dan sebuah botol kecil.
"ini apa?
"vitamin" jawab Risa bohong.
"kok pake vitamin emang lagi sakit"
"bukan sakit, supaya kalian ga kecapean aja" kali ini mertuannya yang menjawab.
"minum biasa aja? "
"suruh Rian minum tablet nya nah kalau yang ini campur di air aja! tapi kamu jangan bilang Ria soalnya Rian ga doyan" kata mama mertuanya lagi.
"iya ma... "
__ADS_1
flashback off
"mau kemana?" tanya Rian saat melihat istrinya bangun setelah tak sengaja menyenggol pusaka nnya.
"isi minum"
setelah kembali dia langsung melakukan yang di minta kakak dan mama mertua nya, Rian yang menerima itu tanpa rasa curiga langsung meminumnya beserta tablet yang Gia sodorkan, karna saat Rian tanya istrinya hanya bilang vitamin.
sepuluh menit setelah menonton,fokus Rian berubah, dia jauh lebih gelisah dan merasakan hawa panas, apalagi ada adegan dewasa dalam film yang mereka tonton membuat Gia menutup matanya.
Rian mengambil gelas yang tadi di beri istrinya lalu merasakannya lagi untuk memastikan benar....
"obat tadi dari mana? "
"dari mama sama kakak, katanya vitamin kamu, mereka minta aku yang kasih karna kalau mereka yang kasih engga akan kamu minum."
Rian langsung menepuk jidatnya "matilah gw! " ucapnya dalam hati. "aku ke toilet dulu sayang" pamitnya berusaha menetralisir rasa itu, sebenarnya dia ingin langsung menelponnya mama nyanatau Risa tapi mereka juga tidak salah karne mereka hanya menginginkan Gia mengandung.
Gia mendengar suara kucuran air, "lho... mandi? kok malem malem" cuman Gia sendiri. saat suaminya keluar masih dengan wajah memerah Gia langsung mendekat, "kamu gak apa apa mas? kok mandi malem malem gini? muka mu juga merah banget. "
bukan menjawab Rian malah memperhatikan istrinya cukup lama hingga Gia sendiri merasa risih di lihat seperti itu, "maaf ya kalau malem ini aku bakal nyakitin kamu! " ucapnya saat melihat Gia sudah mematikan TV dan berjalan ke arah ranjang.
kata kata itu sukses membuat Gia melotot tidak percaya, karna kalimat itu sangat ambigu dia tidak mengerti yang di maksud suaminya, apa dia punya simpanan lain atau akan meninggalkannya disini. Gia tidak sanggup berkata kata, dia duduk di tempat tidur menunggu penjelasan suaminya.
Rian meninggalkan Gia ke arah dapur dan kembali dengan air, "maaf sayang... aku terpaksa" ucapnya sambil membawa air. air itu juga sudah dia campur obat p*r*ngs*ng, Rian sudah mencoba menguyur kepalanya dengan air dingin tapi gudang menghilangkan efek nya, mungkin Gia memberikan sedikit lebih banyak, Rian sudah kebingungan menahan itu semua, dengan sangat terpaksa dia melakukan hal yang sama.
Gia yang menerima gelas itu langsung meminumnya hingga tandas, dia sangat gugup dengan apa yang Rian katakan barusan, dia takut akan merasakan sebuah kepahitan lagi dalam hidupnya jika Rian meninggalkannya.
Rian mengambil ponsel dan membuka situs dewasa, lalu menarik Gia untuk menemani nya nonton, awalnya Gia protes sampai 15 menit kemudian obat itu bereaksi, Gia pun mulai tak terkendali. membuat Rian yang sudah menahan itu semua sedari tadi langsung melakukan aksinya,dia terpaksa melakukannya dengan cara ini karna reaksi obat yang tidak hilang.
mereka benar-benar melakukannya walaupun keduanya dalam pengaruh obat, tapi Rian sadar saat Gia merintih kesakitan, Rian sadar airmata yang keluar, bahkan Rian ikut mengeluarkan air mata saat melihat sang istri menangis.
"Terima kasih sayang... Terima kasih" ucap Rian saat mereka selesai melakukannya, dia menarik selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang pun, mengecup kening, kedua maya, pipi dan bibir istrinya. "maafin aku ya, aku tahu kamu pasti bakal marah setelah ini, aku siap" lalu membawa Gia ke dalam pelukkannya dan tertidur sambil memeluk istrinya.
__ADS_1