Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
membuka kisah lalu 1#


__ADS_3

"ayo kita mulai ceritanya..." ucap Risa bersemangat.


Bagus yang tadinya bingung dengan maksud Risa tapi akhirnya malam itu mereka isi tentang kehidupan Risa.


...****************...


dulu aku merantau kesini karna ajakan temen,waktu itu aku baru banget lulus sekolah dan temen ku ajak kerja ke ibu kota,singkat cerita setelah sampai di sini aku malah Luntang Lantung ga jelas karna di bohongin sama temen ku sendiri,yang bawa kabur tabungan ibu dan mba yang aku bawa untuk bekel lu sampai aku gajian,mereka semua tahunya temen ku mau ngasih kerjaan makanya mereka mengijinkan aku merantau,mereka ga tahu seperti apa aku disini tapi aku juga ga bisa pulang ke kampung lagi karna,bapak sakit keras dan satu satunya harapan mereka cuma aku,karna aku satu satunya yang sekolah sampai lulus dan pengobatan bapak membutuhkan banyak biaya,gaji mba di kampung cuma bisa buat sekolahin kedua adik ku.


suatu malam saat aku sedang beristirahat di sebuah warung yang sudah tutup di sebuah gang sempit,aku melihat seorang perempuan yang sedang di pukuli di samping mobil tidak jauh dari tempat ku istirahat. aku menghampiri nya dengan sebuah kayu di tangan ku dan memukuli pria itu hingga pergi,pria itu sempat mendorong ku sampai aku terjatuh tersungkur ke tanah,wanita itu segera menolong ku sambil memaki pria itu.


"dasar letoy!!!" makinya sambil melempar sepatu nya ke arah mobil pria itu lalu menolong ku.


" kamu gak apa apa?" tanyanya padaku.


"gak apa apa mba,mba ga apa apa? ada yang sakit ga?"


"ga apa apa! udah biasa gini mah. kamu ngapain disini?"


"aku lagi istirahat disitu" ucapku sambil nunjuk ke warung itu.


"lho... kamu ga pulang istirahat dirumah? anak gadis jangan tidur di luar nanti kenapa kenapa!"


ucapnya lagi sambil mengajak ku berdiri. "kamu udah makan?" Sambungnya lagi karna melihat tangan ku yang sedikit gemetar.


"aku... udah tadi siang,uang yang aku punya ga akan cukup kalau aku makan 3x sehari jadi aku makan siang aja" jawab ku polos


"ayo ikut aku makan... eh iya nama kamu siapa? aku Rahma"


"aku Larisa biasa di panggil Risa"

__ADS_1


singkat cerita akhirnya Risa tinggal bersama Rahma,dari awal Rahma sudah menceritakan tentang pekerjaannya,dia sudah memberi tahu bahwa dia adalah wanita malam dan tadi yang memukulinya adalah salah satu pelagannya,karna harga nya tidak sesuai makanya terjadi pemukulan.


seiring berjalannya waktu,Risa mendapat pekerjaan di sebuah laundry tidak jauh dari tempat tinggal nya bersama Rahma,sebelum menerima pekerjaan itu Risa sudah ijin kalau dia ingin mencari kerja awalnya Rahma menolak tapi setelah Risa mengatakan kalau dia harus mengirimkan uang untuk orang tua nya akhirnya Rahma mengijinkan dengan perjanjian seluruh gaji dikirimkan ke orang tuanya di malang,sedangkan disini Risa mengunakan uang dari Rahma.


6 bulan berlalu....


Risa secara rutin mengirimkan uang ke orang tuannya di Malang,malah dari gaji masih di tambah keuntungan dari jualan pulsa,sedangkan hasil dari uang lembur kadang dia belikan beras,minyak atau sabun, itupun tanpa sepengetahuan Rahma agar dia tidak marah.


suatu hari saat Pulang kerja sekitar pukul 9 malam,Risa terkejut melihat Rahma ada di rumah karna biasanya dia sudah berangkat dari pukul 8 malam.


"mba ga jalan?" tanya Risa saat melihat Rahma yang sedang asyik makan mangga sambil nonton tv.


"ga... libur... lelah.... walaupun ngangkang doang tapi cape" sahutnya sambil tertawa.


Risa hanya menggeleng sambil mengelus dada mendengar cablaknya Rahman.


"iya nanti gw belom pegang duit,nanti kalau gw udah ada baru gw ke dokter"


Risa yang mendengar itu sedikit terkejut,karna dia tidak tahu Rahma sedang sakit. padahal tadi pagi dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Rahma dengan Lina adik Rahma yang memberi tahu kalau ibu mereka sakit dan butuh biaya dan Rahma yang dengan segera mengeluarkan celengannya dan mengirimnya ke kampung.


setelah dua pembicaraan Rahma yang tak sengaja di dengar Risa,Rahma jadi pendiam dan sering melamun. Risa jadi bingung apa yang harus dia perbuat karna gaji dia di laundry ga akan cukup,tapi Risa ingin membantu Rahma yang sudah begitu baik pada nya setahun ini mereka tinggal bersama.


sampai suatu malam...


"gimana ma? loe ga mungkin kaya gini terus... sebenarnya gw ada satu orang yang bisa ngasih loe duit langsung gede buat keluarga dan pengobatan loe tapi kalau lu sakit gini ga mungkin kan dia mau sama loe!" ucap Lina,salah satu teman Rahma yang suka main ke kontrakan,dia juga wanita malam,Rahma hanya diam karna tahu yang dimaksud Lina adalah 'pak putra'


Risa yang ada di depan pintu sampai ragu untuk masuk tapi karna sudah cukup lama dia berdiri disitu akhirnya dia pun masuk.


tok tok tok...

__ADS_1


"malam ka... eh ada ka Lina"


"hai Ris" sapa Lin


"sekalian siapin makanan ya Ris,tadi Lina bawa sop daging" sambung Rahma sambil senyum.


"iya mba..." jawab nya langsung menuju dapur


di depan Rahma dan Lina terlibat perdebatan tentang Risa,Lina mengusulkan agar Risa mengantikan Rahma tapi sayang nya Rahma menolak dengan keras karna untuk Rahma dia tidak ingin menyesatkan orang atau mengajak orang lain kejalan yang tidak baik walaupun dia seorang wanita malam. pembicaraan itu berhenti saat Risa datang membawa makanan dan mereka makan bersama dengan mode diam tanpa mereka tahu kalau sebenarnya Risa sudah mendengar pembicaraan mereka.


sebulan berlalu tiba tiba Rahma drop bahkan sampai tidak bisa bangun,awal Rahma bilang hanya terlalu lelah dan masuk angin, sampai suatu malam Risa menemukan Rahma tergeletak di samping kasur,Risa keluar dengan meminta pertolongan orang untuk membawa Rahma ke Rumah sakit,setelah mendapat pertolongan,dokter menyampaikan pada Risa kalau Rahma terkena HIV Aids sudah cukup berat dan ada gejala yang mengarah leukimia tapi dokter butuh beberapa pemeriksaan lagi untuk memastikan. Risa lemas mendengar penjelasan dokter,karna harus ada pemeriksaan secara berkala,jadi Rahma harus menginap di Rumah sakit untuk jangka waktu yang lama,terlebih saat dokter mengatakan kalau tidak semua di tanggung asuransi kesehatan yang di keluarkan oleh pemerintah,Risa dengan cepat mengabari ka Lina.


"sebenarnya penyakit ini Rahma tahu dari bulan kemaren" ucap Lina sambil memeluk Risa untuk menenangkan. "ka Lina udah minta dia bertobat tapi ternyata orang di kampung nya lebih butuh uang itu makanya dia ga ikut pengobatan yang di sarankan dokter" lanjutnya lagi.


"tapi ka... pengobatan ini harus jalan ka,kita harus usaha buat mba Rahma,walau kemungkinan nya kecil..." lanjut Risa


"ini butuh uang yang cukup banyak Ris,kita ga mungkin tanggung itu semua..."


"aku pernah denger ka Lina ngobrol sama mba tentang bisa dapet uang banyak dari seorang pelanggan kalian. kenapa ga coba itu?


"ga bisa! dia mau nya Rahma karna dia orang pertama yang pake Rahma atau orang lain yang masih Ting Ting"


"aku aja!!!" saut Risa cepat dan itu membuat Lina bengong dengan jawaban yang sangat tidak di kira.


"jangan macem macem! mba loe bisa ngamuk kalau gua bikin loe jatuh ke tangan tuh orang"


"mba Rahma ga perlu tahu"


"gak ris... kita cari cara lain" balas Lina tegas,dia takut kalau Rahma sampai marah padanya karna Lina tahu kalau Rahma sudah menganggap Risa layaknya adik sendiri.

__ADS_1


__ADS_2