
Rian sengaja membuat pertemuan dengan Bagus dia ingin tahu tentang Gia,semuanya... termasuk soal kedekatan Gia dengan Derry dan rencana Gia pindah ke luar kota seperti yang di katakan Risa kemarin.
"Gia... ketahuilah... banyak perempuan yang mencari cara untuk bersama ku,tapi sayangnya yang ku mau hanya kamu...."
...****************...
"kalau loe main main sama dia sebaiknya loe menjauh! kasian dia hidupnya udah susah jangan lu bikin makin susah" ucap Bagus saat tahu maksud Rian datang menemuinya.
"justru gw temuin loe karna menurut gw adik lu lain,dia bisa bikin gw ninggalin kebiasaan kebiasaan buruk gw,kayanya gw jatuh cinta sama Ade loe! gw mau meluluhkan hati nya..."
"ga akan semudah itu... dia perempuan terhebat yang pernah gw kenal,dia perempuan luar biasa,loe tahu kenapa dia bisa cocok sama Risa?? karna mereka berdua mempunyai karakter yang sama,mereka dewasa sebelum waktunya,mereka tegar walaupun sebenarnya rapuh,mereka tersenyum walau sebenarnya dalam hati nanggis,mereka pekerja keras,mereka tegar,mereka mandiri,mereka kuat dan mereka sangat penyayang. bukan gue ga mau cerita ke loe,tapi biar orangnya sendiri yang cerita." ucap Bagus sambil menerawang dan mengingat bagaimana awal pertemuannya dengan Risa,lalu berpisah dalam waktu yang cukup lama dan kembali bertemu Risa dengan hal yang berbeda yaitu dengan Gia di sisinya sehingga mereka bisa saling menguatkan.
"kemandirian mereka berdua emang udah terlihat dari usaha yang mereka bikin,apalagi mereka kekeuh ga mau buka cabang,mereka terjun langsung melayani customernya,itu udah point' plus banget buat para pengusaha di bidang kuliner." balas Rian memberi pendapat tentang mereka di matanya.
"iya... mereka perempuan perempuan yang ga butuh kita sebenarnya... hahahaha...." ucap Bagus sambil tertawa bersama Rian.
"hahahaha... iya juga ya, ngomong ngomong gw minta no Gia doang" minta Rian yang membuat Bagus heran.
"loe belum punya no nya???" tanya Bagus heran dan di jawab anggukan oleh Rian,Bagus menghela napas berat. "itu artinya dia belum sepenuhnya percaya sama loe,asal loe tahu dia ga kasih no nya ke sembarang orang,gw aja awal hubungi mereka ke no usaha bukan pribadi,tapi dengan loe bisa anter jemput dia walaupun jarang itu sudah lampu hijau dia mencoba percaya sama loe!" sambungnya lagi memberikan semangat pada teman nya itu.
kedua sahabat itu meneruskan pembicaraan mereka ke arah bisnis kerja sama yang akan mereka jalan kan dan seperti biasa jika sudah urusan bisnis mereka pasti akan lupa waktu,yang membuat mereka sadar hp Bagus yang terus berbunyi dan tertera nama sang istri di sana.
...****************...
sampai di rumah Rian masih kepikiran dengan apa yang Bagus katakan tentang Gia,dia menghela nafas dengan berat "satu satunya perempuan yang bikin gue penasaran... Gia Gia dan Gia apa suatu saat nanti kita bakal sama sama? kenapa aku merasa sangat berat untuk menggapai mu" batin Rian sambil melamun.
tring... tring....
"sayang kamu dimana? aku ke apartemen mu ya" pesan dari seseorang.
"jangan menganggu ku!" balas Rian singkat lalu mematikan HP-nya.
"bre***sek..." teriak Hanna sambil membanting hp yang di tangannya.
Hanna adalah seorang model iklan yang sempat dekat dengan Rian,tapi sayang kebodohannya menduakan Rian membuat Rian langsung memutuskan hubungannya.
flashback on
Rian mendapat kabar mengejutkan dari Halim tentang keberadaan sang pacar yang sudah tiga hari ini tidak ada kabarnya,padahal dia hanya mengatakan akan ada pemotretan iklan di Manado,tapi sampai saat ini nomor ponselnya tidak dapat dihubungi. Rian yang tadinya khawatir terjadi sesuatu pada sang kekasih langsung marah saat mendengar ternyata sang kekasih tidak keluar kota sama sekali,dia hanya menyewa sebuah kamar bersama seorang pria.
"wah wah... manis sekali... apakah ini adegan iklan mu juga? iklan apa ini sebenarnya?" terdengar suara Rian yang sedang menahan marah muncul dari balik pintu sambil bertepuk tangan.
__ADS_1
"sayang ... aku bisa jelasin ini..." Hanna gugup.
"tidak perlu lanjutkan lah..."
"sayang... sayang..." tanpa malu dia berlari kearah Rian dan memeluknya dari belakang dalam keadaan tel****ng,Rian yang menyadari itu langsung menutup pintu yang ada di depannya karna ada Halim dan beberapa karyawan hotel disana,Rian masih cukup punya hati dengan tidak mempermalukan Hanna.
"lepaskan tangan kotor mu itu dariku!" ucap Rian tegas lalu berjalan keluar.
"pak... apakah ibu harus tahu tentang ini?" tanya Halim saat Rian keluar dari kamar itu.
"biarkan ibu tahu dengan sendirinya"
"baiklah pak...hmmm... apa ada yang harus saya kerjakan pada pria itu?" tanya nya lagi ragu.
"Hem... jangan mengotori tanganmu untuk sesuatu yang tidak penting."
"baik pak" jawabnya tegas lalu berjalan beriringan dengan sang bos keluar dari tempat tersebut.
sementara itu di kamar...
"ayo sayang kita lanjutkan yang tertunda tadi"
"ayolah sayang...eemmmm" rayu Hanna yang langsung menyerang si pria dengan ganasnya menc***m dan Melu***t bibir pria itu.
sang pria yang moodnya sudah terganggu langsung mendorong Hanna dengan kasar ke samping lalu beranjak ke kamar mandi,tapi dengan tidak malu nya Hanna menahan si pria dan langsung melahap si junior hingga mengeras,Hanna yang mendengar suara erangan dari si pria langsung mendorong tubuh pria itu hingga jatuh di tempat tidur dan dia mengambil kendali permainan itu.
flashback off
...****************...
Rian termenung... sudah 5 bulan dari kejadian dimana dia memergoki Hanna yang sedang berhubungan di hotel bersama Pria lain,saat itu dia sungguh depresi dengan semua yang terjadi,apalagi sehari setelah itu sang ayah meninggal dunia,membuatnya makin marah dan membuatnya melampiaskan dengan minuman keras dan bermain dengan wanita.
ibunya yang termakan omongan Hanna berusaha terus mempertahankan hubungan anak dan calon mantunya itu tanpa tahu yang sebenarnya terjadi,Rian sendiri ingin ibunya tahu sendiri bukan ada yang mengadu .
Rian menelpon Halim dan memintanya untuk membelikannya nomor telpon baru,dia tidak ingin Hanna terus menganggu nya.
"baik pak... akan saya bawa besok untuk anda. apa ada lagi yang anda butuhkan?"
"tidak"
"apa anda tidak ingin saya mencari tahu tentang mba Gia?"
__ADS_1
"tidak perlu... aku bisa melakukannya"
"baiklah pak... beritahu saya jika anda ingin saya yang melakukannya" goda Halim pada sang bos
"apa besok saya akan menemukan surat pengunduran diri mu?" ucapnya dingin karna di goda Halim
"tidak pak,maaf..."
"baiklah... Selamat beristirahat..."
"terima kasih pak,selamat malam,selamat beristirahat"
setelah telpon di tutup Halim kembali membuka map tentang Gia, "gadis luar biasa... aku yakin kau akan cocok dengan boss ku"
di malam yang sama di tempat yang berbeda Rian yang tak bisa tidur karna terus memikirkan sang calon kekasih dan kehidupannya, sejujurnya dia bingung kenapa ada perasaan lain yang dia rasakan saat Bagus menyebut nama itu sambil tersenyum, seperti rasa sakit yang dia rasakan tapi dia ragu karna dia tahu betul kalau Bagus sudah memiliki istri yang sangat manis dan baik hati,cara Bagus menjaganya pun....
"sudahlah... semoga itu hanya perasaan ku saja,semoga dia pun akan mengikhlaskan adiknya bersamaku. ini langkah awalku Gia untuk mendapatkanmu...." batin Rian
ditempat lain...
terlihat sepasang suami istri keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dari kegiatan malamnya yang sangat melelahkan,
"terus kamu bilang apa sama Rian?"
"ga bilang apa apa... aku juga ga akan bilang apa apa"
"jangan gitu... kalau ternyata emang dia jodoh nya Ade biarin aja..."
Bagus langsung menatap sang istri,dia heran kenapa sang istri bisa langsung tebak arah pembicaraannya adalah sang adik. "kamu ya yang kasih lampu ijo sama Rian?"
"aku rasa Rian serius... biarlah dia sama Ade"
Bagus menghela nafas dengan berat, sesungguhnya dia bukan keberatan jika adiknya bersama Rian,dia hanya ingin Ria berusaha mendapatkan Gia yang memang sangat sulit mendekatkan diri dengan orang baru.
"lagi pula mas... kalau nanti kita ga umur panjang,Ade masih ada yang jaga" sambung Risa lagi,sambil naik ke ranjang.
"hati hati kalau ngomong! lagi pula aku bukan ga setuju sama mereka,aku malah sangat setuju tapi... biarlah Rian sendiri yang membuka Gia,kita jangan ikut campur,kita cukup mendukung,biarkan Rian berusaha dengan caranya." balas Bagus sambil menyusul istrinya dan membawa sang istri ke dalam dekapan nya.
...****************...
Rian bertekad untuk mendekati Gia dengan caranya sendiri,setelah perbincangan nya dengan Bagus tempo hari dan Risa yang belakangan ini tidak memberi informasi tentang adiknya,karna dilarang sang suami, akhirnya Rian mencari tahu sendiri keberadaan Gia dengan mengikuti nya seperti sebelumnya dan ternyata hari ini adalah hari terakhir Gia ujian. sebenarnya Rian bisa saja meminta tolong pada Halim tapi mau di taro dimana muka nya jika seorang pemain seperti nya mengejar seorang wanita sederhana pemilik kedai, walaupun sebenarnya Halim seindah melakukannya.
__ADS_1