
"aku tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini. tapi aku selalu ingin melihat senyum itu terus,saat aku membuka mata atau saat aku akan menutupnya kembali. apa ini cinta? aku begitu nyaman bersamanya,tidak melihatnya saja seperti ada yang kurang."
...****************...
pagi Rian sempat menelpon Risa untuk bicara dengan Gia tapi sayang nya Risa belum di kedai karna sang suami membuatnya begadang,jadi membuatnya berangkat siang ke kedai tapi Bagus sudah lebih dulu berangkat kerja. saat masuk makan siang Ria kembali menelpon dan yang mengangkatnya malah Bagus yang langsung menyapanya dengan Omelan.
"ngapain loe telpon istri gw?"
"Hem... kok lu di situ?"
"terserah gw dong!"
"ada Gia ga Gus?"
"ga... dia ketemu orang"
__ADS_1
"hah? dimana? sama siapa? cwe?"
"ye... kenapa jadi loe yg posesif!"
"serius gw Gus!"
"dia ketemu cowok,namanya akara, sendirian."
"kenapa lu biarin dia sendirian?"
Rian tidak tenang ketika tahu kalau Gia bertemu seorang pria,bahkan Halim sang sekertaris jadi pelampiasan kekesalannya karna khawatir akan keadaan sang bidadari,padahal dia ingin memberitahukan kalau siang ini dia tidak bisa kesana tapi malam ini dia akan datang mengobrol dengannya,bahkan dia belum asam sekali melihat senyum manis itu pagi ini.
Rian yang hari ini akan ada meeting dengan salah satu kliennya di sebuah pusat perbelanjaan,tidak tahu kalau akan terjadi sesuatu yang tidak baik padanya. dia bertemu dengan sang mantan Hanna yang terus mengekor dirinya hingga bertemu dengan klien,beberapa klien Rian memang tahu bahwa Hanna adalah tunangan dari Rian tetap santai dengan keberadaan si mantan itu,tapi mereka tidak tahu bahwa hubungan itu sudah selesai hampir satu tahun. tidak jauh dari meja itu ada seorang perempuan menenteng sebuah map berisikan menu dan sebagainya keterangan makanan yang sekiranya akan menarik minat yang mempunyai acara nanti,tanpa melihat kiri kanan dia duduk dan melamun melihat keluar sambil menunggu orang yang di temui akan tiba.
"Gia... aku mau jadi temen kamu, gak apa apa cuma temen,aku mau kamu jadi tempat cerita aku begitupun sebaliknya,senyum kamu menyimpan luka,sakit hati,emosi dan kemarahan. aku mau mencoba menghilangkan rasa di balik senyum itu,aku cuma mau temenin kamu melewati sesuatu yang kamu takutin itu,bukan memaksa kamu melewati itu." ucap Rian
__ADS_1
ucapan Rian semalam sebelum pulang terus terngiang hingga membuat Gia tidak bisa memejamkan matanya,terlebih setelah hampir subuh Gia mendapat pesan dari Derry yang memohon untuk menjadi pasangan nya karna dia lebih dulu mengenal Gia dan lebih tahu seperti apa Gia. beberapa waktu ini memang Derry sering mengirim pesan padanya,bahkan lebih terkesan memaksa,agar Gia menerima Derry menjadi pasangannya dengan alasan itu,bahkan kadang dia mengatakan dirinya lebih pantas di banding Rian yang orang kaya.
"bagaimana ini??? aku bingung dengan perasaanku. aku begitu tenang bersama Rian tapi Derry orang yang lebih dulu mengenalku,dia bagaikan bayanganku. apa aku boleh memilih keduanya? biar ada cadangan" ucapnya dalam hati.
15 menit kemudian sang orang tersebut datang bersama pasangannya,Gia menjelaskan tentang makanan dan harga serta mereka dapat meminta makanan yang di inginkan sesuai dengan keinginan mereka serta beberapa bonus yang akan di berikan dari pihak kedai RI&GI catering. setelah selesai Gia berdiri untuk bersalaman dengan dua kliennya setelah membuat janji untuk test food 2 Minggu lagi,tak sengaja Gia melihat Rian tak jauh dari tempat duduk nya,ada Halim di sebelah kanan nya dan ada seorang perempuan di sisi kirinya yang bergelayut mesra pada Rian. Gia hanya tersenyum melihat itu,lalu merapikan beberapa kertas menu paket catering yang berserakan di atas meja,entah kenapa sangat sakit melihat itu tapi dia menahan air matanya agar tidak turun.
Halim melihat Gia yang sedang merapikan kertas,langsung mencolek kaki sang bos di bawah meja tapi matanya tak lepas dari sang calon Bu boss. mata Rian membulat sempurna saat melihat ke arah Halim melihat,dengan harapan Gua tidak melihat kearahnya karna ada Hanna dan masih ada kliennya,dia tidak mungkin mengusir Hanna di depan kliennya,padahal tadi sebelum kliennya datang dia sudah terus mengusir wanita tidak tahu malu itu.
Rian berlari keluar setelah kliennya selesai bicara,bahkan sebelum si klien menjabat tangannya,meninggalkan kliennya bersama Halim dan Hanna. dia mencari sosok yang tadi dia lihat,dalam hati dia berdoa Gia tidak melihatnya sama sekali,karna Hanna menempel terus padanya,tapi sayang sossok yang dia cari sudah tak terlihat,entah mengapa ada rasa takut dalam dirinya. takut Gia marah,takut Gia tidak ingin menemui nya dan takut Gia menghindari nya lagi.
"Gi... aku mohon... jangan menghindar sebelum aku menjelaskannya" batin Rian.
tanpa pikir panjang Rian meminta Halim untuk menghandle 2 meeting yang tersisa dan dia segera ke kedai tempat dimana sang pujaan hati seharusnya berada. dia melajukan mobilnya dengan sangat kencang,entah kenapa ada rasa takut yang luar biasa dalam dirinya,dia takut Gia akan kecewa padanya,ini bukan Rian yang biasa nya. sebagai seorang playboy kelas kakap ini pertama kalinya dia merasakan ini pada seorang wanita.
aku tidak tahu harus ku sebut apa rasa ini,tapi aku begitu takut kehilangannya,aku pun takut menyakiti nya,aku juga takut mengecewakannya. apa kah ini yang dinamakan cinta? sudah sangat lama aku tidak merasakannya.....
__ADS_1
batin Rian