
Dari sudut pandang Ria dia melihat wanita nya adalah perempuan hebat setelah ibunya, yang berjuang melahirkan nya,sedangkan wanita yang di samping nya ini yang akan berjuang demi melahirkan anaknya.
keduanya saling merangkul mesra, merasa salin mencintai satu sama lain. Rian makin mencintai wanita dewasa ini dengan segala kisah hidup nya, sedangkan Gia makin mencintai Rian karena prilaku nya yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya dan Rian begitu terlihat mencintai Gia dengan sangat tulus, hal inilah yang membuatnya Gia juga begitu mencintai hingga orang di sekitarnya tertular dengan kebahagiaan mereka berdua yang selalu membahagiakan orang di sekitarnya.
...****************...
Berbagai macam tempat mereka ambangi di sana, walaupun belum semua tempat di datangin tapi sudah sesuai dengan keinginan Gia.
Tempat ini paling berkesan karena Gia merasakan apa yang belum pernah dia rasakan, terlalu munafik jika dia bilang tidak ingin merasakannya dia hanya menunggu saat untuk merasakannya.
karena Gia baru pertama kali ke Malang dan Rian yang ke Malang hanya untuk bisnis, jadi mereka tidak tahu pasti apa trip mereka benar atau tidak, pokoknya yang penting mereka sampai di tempat yang ingin mereka kunjungi.
ini adalah destinasi berikutnya dari perjalanan mereka. 'jambuwuluk adalah salah satu Hotel dan Resort mewah yang berlokasi di daerah Kota wisata Batu, Malang,tempat ini sering di sebut “Little Swiss of Java” Villa Jambuluwuk Kota Batu memiliki desain villa yang unik, dengan gaya arsitektur tradisional namun terlihat indah dan menakjubkan.
"indah bukan??? Ya inilah tempat tempat pilihan Gia, istri yang paling ku sayang." ucap Rian pada seluruh yang membaca, "kalian jangan pernah iri dengan istri ku yang luar biasa ini ya... " sambungnya lagi.
setelah sampai di resort itu Gia langsung mengajak suaminya berkeliling dan menikmati jajanan jajanan pinggir jalan yang Gia yakin masih bisa masuk di perut suaminya. menjelang sore mereka kembali ke penginapan,Gia langsung merebahkan bada di sofa,Rian segera ke kamar mandi menbuat air hangat untuk mandi sang istri.
"ayo mandi"
"kamu mah... gak usah mandilah"
"jorok!!! kamu seharian di luar lho, jangan aneh aneh."
"yaudah deh... "
mereka m*ndi bers*ma tapi tanpa melakukan apapun, Rian memang laki laki yang hebat, bahkan di suguhkan di depan mata pun d
__ADS_1
tidak di santap oleh nya. setelah mandi mereka langsung merebahkan diri, bagaikan magnet tubuh mereka langsung menempel, tidak seperti bulan madu orang lain yang melakukannya hubungan setiap hari tapi tidak dengan mereka, karena mereka saling menghargai satu sama lain dan sama sama ingin saling menikmati makanya tidak selalu harus melakukan, keberadaan satu sama lain sudah sebagai booster.
"mas... kita ga... "
"apapun?? emang kamu mau??"
"ga juga, taku kalau kamu mau gak apa apa"
"kaya gitu tuh jangan aku aja yang nikmatin, kamu juga harus nikmatin, biar cepet ada Rian's junior disini" ucapnya mengusap perut Gia. "lagi pula hal itu tidak harus setiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali juga gak apa apa, asal saling menikmati jangan cuma aku atau cuma kamu aja yang nikmati. kita akan ngerasa luar biasa kalau keduanya sudah mencapai ******* nya." Rian menjelaskan lagi agar lebih tenang.
"bener?? " tanya nya lagi dan suaminya mengangguk. "makasih ya mas... " spontan dia memeluk suaminya makin erat.
"aduh... mati nih, mati! " canda Rian membuat Gia langsung melotot.
"jangan gitu ah bercandanya!"
"sorry sorry sayang... lagian kamu kenceng banget meluknya"
"aku gak mau denger kaya gitu lagi"
"iya sayang... maaf ya... "
...****************...
Tanpa terasa ini adalah tempat terakhir yang mereka kunjungi sebelum pulang, walaupun pejalanan cukup jauh antara satu tempat ke tempat yang lain, Rian cukup menikmati karena wanita di samping nya tiada henti tersenyum. awalnya Ria tetap mau menyetir sendiri tapi di destinasi ketiga Gia yang memintanya mengunakan supir karena tidak ingin terlalu lelah.
Sebenarnya tempat ini bisa camping tapi Rian menolak keras dengan alasan keselamatan dan kesehatan, di sana terlalu dingin makanya dia menolak keras untuk menginap disitu dan setelah perdebatan panjang karena keduanya sangat keras kepala, akhirnya Gia yang mengalah dan menginap di hotel terdekat.
"nanti kalau ada rejeki kita ke sini lagi ya mas, aku belum puas"
pernyataan Gia sontak membuat Rian tertawa, bagaimana suami nya tidak tertawa dengan perkataan itu, jika Gia ingin setiap weekend datang ke sini pun Rian mampu membawanya, tapi entah kenapa dia bicara seolah mereka harus mengumpulkan uang baru bisa berlibur.
"kamu tuh masih ga sadar sadar juga, bangun Sayang... bangun.... " goda Rian.
__ADS_1
"iya iya tahu... " jawab Gia kesal.
"abis kamu bicara seakan aku engga sanggup ajak kamu ke sini lagi! jelas aku tersinggung"
"engga gitu maksudnya! kamu aja yang sensitif banget! lagian... "
belum selesai Gia bicara, mulut nya sudah di bungkam lembut dengan b*b*r suaminya, Gia pun membalasnya dengan sangat lembut membuat suaminya makin berg*ir*h dan terjadilah yang memang harusnya terjadi, karena mereka pun sudah terlarut dengan suasana luar biasa yang ada di sana.
setelah melakukan dua kali pelepasan mereka berbincang di balik selimut, walaupun sudah melakukannya berkali-kali tapi Gia masih cukup malu malu,dia ingin langsung membersihkan diri dan berpakaian, tapi Rian menahannya.
"semoga aku cepet dapet kabar dari sini" ucap Rian sambil mengelus perut istrinya.
"aamiin... "
"kamu mau punya anak berapa sayang?"
"aku engga tahu mas, se dikasih Tuhan aja! "
"aku mau sebelas"
"ngaco! "
"seru sayang... biar engga sepi rumah kita"
"engga gitu juga mas"
"tapi nanti kalau aku hamil, aku jadi gendut, jelek"
"terus kenapa? nanti anaknya kan ganteng!"
"kamu nanti jadi cari perempuan lain... terus kamu malah... "
lagi lagi belum selesai Gia bicara, suami nya sudah menc**mnya, ******* b*b*r mungil itu, awalnya tidak ada respon tapi setelah tiga menit berlangsung, Gia membalasnya tidak kalah hebat mereka saling menikmati setiap kejadian yang terjadi. larut akan keindahan malam buat mereka buat mereka melakukan nya lagi sampai dua kali pelepasan hingga akhirnya Gia kelelahan, awalnya Rian ingin melakukannya lagi tapi melihat wanita nya kelelahan dia pun tak tega dan mengakhiri peperangan yang terasa nikmat itu.
...****************...
__ADS_1
09.17
Rian dan Gia buru buru memasuki stasiun kereta, kegiatannya semalam membuat mereka bangun kesiangan dan akhirnya hanya membersihkan diri tanpa mandi bersih demi mengejar kereta, Rian sudah mengatakan jika tidak keburu, tidak apa apan beli tiket yang baru, tapi istrinya menolak dia tidak mau karena hal hal seperti ini yang di tunggu dia.