
Rian yang kesal karena di kerjain Gia langsung bangkit meninggal Gia ke dapur untuk mengambil minum, Gia ya sadar kekesalan calon suaminya langsung menyusul. "serius banget sih, kaya orang mau ujian" goda Gia yang sudah berdiri di samping Rian yang sedang minum.
"mereka nggak tahu gimana aku berjuang sampai di tahap ini, mereka nggak tahu sekian banyak yang aku lewatin dan mereka nggak tahu sesulit apa dapet restunya hanya karena kakak mu tahu kaya apa aku." jelas Rian lalu merangkul nya. Gia tersenyum mendengar itu, ada sebuah kebangaan di senyum itu karena ada seseorang yang memperjuangkan dirinya sampai seperti itu, padahal dia rasa dia bukan orang yang pantas dapat perlakuan itu.
...****************...
Setelah sekian lama akhirnya hari yang di nanti tiba,setelah sekian banyak rintangan yang telah di lalui,setelah berbagai macam pertengkaran yang di hadapi,setelah berbagai macam ujian yang telah mereka selesaikan. Hari yang sangat di tunggu tunggu datang, bukan hanya mempelai tapi keluarga mempelai dan teman dekat nya sangat menunggu Har ini.
Gia sangat gugup di depan pintu Gereja di apit oleh Bagus dan Awan di belakang nya ada Risa dan Ika, sisanya terlibat baik di depan layar atau belakang layar. pintu terbuka, dengan perlahan Gia berjalan dengan anggunnya bersama dua kakaknya yang di sambut Rian dengan tetesan air mata, Rian sangat terharu sampai ada di tahap ini,dengan sangat gagah Bagus berjalan dan menyerahkan Gia pada Rian dihadapan pastur dan altar.

Semua proses di lewati dengan sangat sempurna.
pemberkatan yang harusnya dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 akhirnya menjadi selesai pada pukul 13.00 karna sesi foto dan lainnya, pemberkatan tidak mengundurkan banyak orang, yang ada hanya keluarga terdekat saja seperti orang tua dan sahabat terdekat mempelai. untung Gia meminta sewa penginapan tidak jauh dari tempat resepsi agar orang tua dan kakaknya tidak terlalu lelah karena resepsi akan dimulai jam 19.00
...****************...
19.00
suasana hangat di tempat resepsi,membuat semua orang tersenyum, tinggal menunggu kedua mempelai hadir si tengah mereka dan bergabung bersama menikmati indahnya malam ini.

__ADS_1
Kedua mempelai datang dengan penuh senyum, di sambut dengan keluarga dan teman teman nya, dengan pakaian yang sederhana, Gia menyulap gaun sederhana itu menjadi gaun yang luar biasa indah,senyum yang amat manis membuat banyak mata terpesona.

Semua pasang mata terpesona dengan mereka berdua,ada yang memandang kagum ada yang iri dan julid,seolah mengataka Tuhan tidak adil karna mempertemukan wanita cantik dengan pria yang tampan.
keluarga inti terharu melihat pasangan baru itu, Risa tak berhenti meneteskan air matanya karena melihat sang adik yang mempunyai kehidupan baru dengan orang yang tepat, Bagus tidak kalah terharu tapi dia harus ikhlas dengan jalan yang di pilih Gia,tugasnya menjaga Gia telah selesai dan sekarang Tugas itu di limpahkan pada sahabat baik nya.
...****************...
menjelang pukul 10.00 momen yang di tunggu tunggu tiba, saatnya pengantin melempar bunga, seluruh karyawan Rian maupun Gia yang merasa belum menikah langsung berkumpul, sebenarnya tadi Rian meminta acara ini di skip atau di lewatkan karena dia melihat Gia cukup kelelahan dengan banyaknya tamu yang di undang keluarga Rian, tapi Gia menolak karena ini momen yg di tunggu teman temannya.
MC : ayo... satu... dua.... tiiiiii.... tttiiii... hayo... nungguin ya 🤣
ucap MC yang membuat semua tertawa, dan tiba tiba... tiga....
Bagus dan Risa tersenyum melihatnya, yang tak tahu hal itu hanya Rian tapi melihat istri dan sahabatnya tersenyum membuat dia mengerti ada kesengajaan dibalik kejadian ini. Awan bangkit berdiri membawa bunga itu ke arah pengantin,karna sebelumnya MC sudah mengatakan siapapun yang mendapat bunga harus maju karna akan mendapat hadiah.
MC : nah... ini dia yang dapet bunga pengantinnya. Hai Ka, namanya siapa?
"Awan" jawabnya dingin sambil menoleh ke arah Gia dengan tatapan curiga. yang di tatap hanya tersenyum penuh arti.
"wah... namanya sekeren orangnya ya!" canda MC "ka Awan seneng ga sih dapet bunga? "
__ADS_1
"biasa aja"
"waaaduuhh... gawat nih, berarti ka Awan jomblo ya? "
"ya... begitulah"
"nah... para hadirin sekalian, ini ka Awan belum punya pasangan nih, kali aja ada yang temenin ka Awan karna ternyata hadiahnya itu tiket dinner romantis untuk dua orang"
wanita wanita yang ada di sana terlihat mencari perhatian dari dari Awan, tapi Awan tidak menggubris mereka. Awan yang tadinya akan kembali ke tempat duduk lansung di tahan lagi oleh MC "ka Awan kepo dong, tapi boleh di jawab, boleh ga di jawab juga ya! kakak kerja apa sih ka?"
"dokter"
"wah wah wah... gimana nih yang hadir disini? ada yang dokter juga? atau suster mungkin? tapi ka Awan udah ada yang punya belum nih? "
"udah" jawab Awan singkat lalu berjalan ke arah pengantin. "ini punya gw... tapi di ambil dia" sambung nya lagi sambil mengeser Rian dari samping Gia dan merangkul pinggang Gia.
"ini sebenarnya punya gue tapi karena gue liat temen gue yang ini keseringan jomblo, jadi gw minta dia yang maju"
"waduh cinta bertepuk sebelah tangan, cinta gak kesampean atau cinta terpendam nih... " canda MC pada mereka.
Awan membalas pernyataan dari sang MC,dia malah meminta mic untuk mengeluarkan berberapa kata kata mutiara nya.
"Gia... Rian... selamat menempuh hidup baru, tetap jadi diri kalian apa adanya, yang bisa saling kuatin dan saling menghargai." ucap Rian memberi ucapan pada kedua mempelai.
__ADS_1
tidak hanya sampai di situ, Awan melihat ke teman temannya lalu bicara kembali. "kami bersahabat dari masih kecil, dari belum tahu apa apa sampai tahu segala macam. dari ga punya apa apa sampe bisa beli banyak hal, kami tumbuh besar bersama walaupun di tempat yang berbeda,sebuah kebanggaan untuk saya menjadi saksi dari kisa cinta sahabat sahabat saya. saya cuma mau berpesan kepada semua teman saya, baik yang sudah menikah atau belum, plis banget... jangan pernah sakiti hati pasangan kalian, karena kalian tidak ada mendapatkan sesuatu yang sama untuk kedua kali nya, hargai mereka seperti kalian menghargai diri kalian sendiri dan buat Rian, inget... satu kali lu nyakitin dia, akan ada seribu pria yang menyembuhkan luka itu" tandas Awan lalu menghampiri kedua mempelai dan memeluknya.
Bagus dan teman yang lain datang untuk memeluk Rian, rasa haru terjadi di sana, biar bagaimana pun juga mereka besar bersama. walaupun dari tempat yang berbeda tapi selalu hadir sebisa mungkin apalagi di moment bahagia untuk para sahabat.