Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
85. pertengkaran part 1


__ADS_3

Gia menerima pakaian itu dengan tangan yang masih gemetar, berlalu ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya meski sempat hampir terjatuh di depan kamar mandi tapi Gia berhasil menguasai keadaannya. Gia kembali ke balik selimut tanpa memperdulikan Rian yang menatapnya penuh penyesalan, Rian menghampirinya dan berlutut di samping tempat tidur sambil menatap sang istri.


"maaf... " ucapnya penuh penyesalan.


"aku cape mas" ucap Gia singkat lalu memejamkan matanya.


dengan berat hati Rian pun bangkit dari posisinya,lalu ikut masuk ke dalam selimut tak lupa tangannya langsung menarik Gia ke dalam dekapan nya, Gia sempat sedikit memberontak tapi akhirnya dia menyerah, karena dia tahu itu hanya akan sia sia.


Gia yang nyaman dengan posisi seperti itu pun langsung tertidur pulas dalam dekapan sang suami, Rian sempat tersenyum melihat istri nya tertidur. semoga dia bisa lupain kejadian kemarin yang sangat tidak layak untuk diingat kembali.


...****************...


Keesokan harinya karena acara di adakan di gedung samping hotel milik keluarga Rian, jadi seluruh keluarga dan pengantin menginap di hotel tersebut.


"pagi... " sapa Gia pada Awan, Bagus dan teman tenang nya, Gia sempat mencium pipi Bagus tapi tidak dengan Awan.


"mana Rian? " tanya Hendra


" masih tidur " jawab Gia, Awan sempat memberi suapan nasi goreng pada Gia sebelum Gia berlalu.


"kenapa lu berdua?" tanya Bagus penasaran karena setelah Gia menjawab pertanyaan yang di ajukan mereka langsung berbisik sambil tersenyum.


belum sempat mereka menjawab, Rian muncul hanya mengunakan boxer tanpa baju, Rian yang sadar dengan keadaan nya langsung kembali ke kamar, tak lama kembali dengan pakaian lengkap dan langsung menghampiri sang istri.


"sayang kamu kenapa ga Bang ini aku"


"gapapa"


"sayang kamu masih marah?"


"gak"


"anak anak taro sesuatu semalem di minuman aku"

__ADS_1


bukan menjawab,Gia hanya tersenyum lalu berlalu untuk berbincang dengan kakaknya. Rian segera menghampiri Sahabat nya yang mengambil spot di luar, dia langsung menarik kerah baju Hendra dan Hendri.


"Anj**g lu berdua! lu masukin apa minuman gue semalem? "


"apaan sih? " tanya Bagus dan Awan sambil merelai mereka.


"ini anak dia masukin obat pera***ng ke minuman gw, hampir aja semalam gw abisin anak orang"


"Gila lu berdua" omel Bagus.


"tapi gapapa kan?" tanya Awan khawatir.


"noh... ngambek bocahnya"


"lha... kan dia udah istri lu, kenapa khawatir banget" tanya Rezky.


Awan menoleh ke arah Rian dan Bagus meminta persetujuan, yang di jawab anggukan oleh mereka, menandakan memperbolehkan Awan menjelaskan sedetail mungkin. Awan memulai cerita langsung saat mereka membantu Rian menemukan keberadaan Gia, Rian juga menjelaskan jauh sebelum itu pun ada hal yang membuat Gia trauma, ditambah dengan kejadian sebelumnya. Awan pun menjelaskan efek obat pera***ng tersebut akan membuat Gia semakin takut dan justru itu akan membuat dia tidak melakukannya sama sekali.


"nah... tanggung jawab deh lu berdua" Rezky menganggu.


Hendra dan Hendri menatap Gia dari kejauhan, mereka bingung harus mengatakan apa pada wanita itu, lama mereka menatapnya.


"jangan di liatin! lu berdua naksir gue yang repot! " ucap Rian kesal.


Awan dan Bagus sudah tertawa mendengar pernyataan itu, karna mereka yang paling tahu bagaimana sulitnya Rian bisa bersatu dengan Gia, apalagi sampai menikah seperti sekarang,menjadi perjalanan yang cukup panjang.


"gi... " sapa Hendra dan Hendri bersamaan.


Gia tak menjawab tapi dia tersenyum sangat manis, seandainya bukan istri sahabatnya mereka pasti akan menginginkan wanita ini. Tak jauh dari situ Rian yang melihat tatapan mupeng sahabatnya sudah jengkel, lain dengan Awan dan Bagus yang menatap dengan senyum, setiap orang yang melihat senyuman itu pasti akan tertular tersenyum juga.


"Gi... boleh ngomong gak?" tanya Hendri yang lebih dahulu sadar.


"boleh dong... bentar ya" pamit Gia pada Risa.

__ADS_1


setelah pisah meja Hendra dan Hendri menjelaskan kronologi yang terjadi, mereka juga minta maaf untuk hal yang telah mereka lakukan sehingga membuat pertengkaran antara Gia dan Rian.


"gak apa apa... kalian sebenarnya juga ga salah, memang aku aja yang terlalu takut. maaf jadi bikin kalian disalahkan."


"Gi... lu punya kembaran gak sih?" tanya Hendra kepo.


" waduh... kurang tahu deh aku,Bokap-nyokap kayak apa aja aku gak pernah tahu. "


"emang kenapa? " tanya Hendri yang ditujukan pada kembarannya.


"manis banget... gak kuat gue" ucapnya sambil tersenyum.


Hendri menepuk kening mendengar gombalan yang terlontar dari mulut kembarannya, " ayo... ayo... nanti dimarahin kita. " ucap Hendri membawa kembarannya pergi dari hadapan Gia. Melihat itu Gia tertawa,sambil menatap mereka pergi,dia teringat kata Awan mereka berdua memang specialis lawak.


"bilang apa aja lu berdua?" tanya Rian saat sahabatnya kembali.


"kita bilang lu emang kaya gitu suka nya maksa orang, suka main cewek, ga bisa tidur kalau sehari aja ga s*x" jawab Hendra sekenanya lalu pergi.


tentu saja hal itu membuat tawa diantara sahabatnya, Hendri yang melihat kembarannya pergi langsung menyusul, karena tidak ingin ditanya tanya Rian.


"Ba*gk*" ucapnya pelan sambil menahan kesal.


"udah sih.. percaya sama temen lu!" Bagus menenangkan.


"tahu lu! masa temen lu mau jatuh jatuhin lu!" sambung Awan dan Rezky bersamaan.


tak lama Rian melihat sang istri menuju ke meja nya, dia pamit pada dua kakak angkat sambil mencium pipi sang kakak. melihat itu Rian langsung melotot, bahkan dia sampai lupa status dua orang itu kakaknya,setelah pamit Gia berlalu tanpa memandang ke arah suaminya.


" susul sana! " Bagus mendorong Rian agar bangun dan menyusul sang istri.


dalam sekejap orang yang di dorong sudah pergi tak terlihat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2