
Gia menjabarkan rencananya, dia sendiri yang menjamin kalau cara ini akan berhasil, bagaimana tidak berhasil karna dirinya sendiri yang akan di jadikan bahan pancing agar Rian datang ke tempat itu, setelah semua nya setuju barulah rencana ini mereka jalankan.
...*****...
drtd... drtd.... ponsel di saku Rian bergetar,dia mengangkatnya setengah sadar dan mendengar Risa bicara sambil menangis.
"halo... Rian kamu sama Bagus ga?"
"ga sa"
"aduuhhh... ini gimana dong, aku ga kuat angkat Gia"
"hah?? maksudnya?"
"ini lho, Gia kayanya kecapean deh, pas sampe tadi pagi dia malah ikutan masak bukan istirahat,terus sekarang dia malah pingsan, aku gak bisa angkat nya, Bagus katanya nyusul kamu!" jelas Risa masih sambil nangis.
Rian yang baru sadar dengan apa yang Risa ucapkan langsung lari keluar, sang asisten langsung menyusul dan mengambil alih kemudi .
"oke... kita tunggu aja"
tidak sampai 30 menit terdengar suara mobil, Rian tanpa permisi Rian menerobos masuk ke dalam Rumah itu dan melihat Risa yang sedang menangis di samping Gia yang pingsan tak berdaya, dengan cekatan Rian mengangkat tubuh mungil Gia saat akan menaiki tangga untuk membawanya ke kamar tiba-tiba saja...
"surprise... " teriak mereka serempak, tak lama wanita dalam pelukkan nya bergetar tertawa, dia menurunkan wanita itu menahan marah.
"happy birthday" ucap Risa langsung mencium pipi kiri kanan Rian
" thanks "
"selamat bro" Bagus mengoda dan memeluknya.
"ban***t" omel nya pada Bagus.
di ikutin empat teman nya yang lain.
"gw punya satu kejutan buat lu! tapi nanti aja" bisik Awan yang membuat Rian mengernyitkan dahinya.
"jadi acara apa ini?" tanya Rian
"bukan ide gw ya" sanggah Hendra dan Hendri, karna diantara kami mereka adalah makhluk paling iseng.
"coba lu tanya perempuan perempuan di sana" ucap Rezky sambil menunjuk Risa dan Gia yang sedang mendorong troli yang berisi kue.
Rian tersenyum dan menghampiri keduanya "pinter akting sekarang" ucapnya mencubit pelan hidung Risa lalu mengecup pipinya, "jangan di ulang ya... aku ga mau kamu kenapa napa" bisiknya pelan pada Gia dan mengecup keningnya... lama... hingga Risa berdeham, Rian tersenyum lalu memeluk keduanya bersamaan.
__ADS_1
"ehem ehem... masih lama ga nih?" ucap Hendra dengan lucu sambil memegang piring kue.
"hahahaha ndra... loe tuh ganggu suasana" tawa Risa.
"lagian loe bertiga tega banget liat kita kelaperan"
"loe aja yang maruk!" jawab Rian
"di nyalain dulu Lilinnya" ucap Gia mengambil korek "make a wish" ucapnya lembut ke Rian.
Rian memejamkan matanya dan mengenggam erat tangan Gia. "Tuhan... terimakasih atas semua yang Kau beri dan biarlah wanita yang ada disampingku ini menjadi wanitaku" ucap Rian dalam hati.
Rian melihat Gia sebentar lalu meniup lilin itu, Rian bukan orang yang suka makanan manis, bahkan bukan hanya Rian tapi mereka semua, makanya kue yang Gia buat kecil hanya sebagai simbol untuk tiup lilin,setelah potong lilin untuk mencicipi kue yang telah Gia buat dengan susah payah, mereka melanjutkan dengan makan malam.
"gimana gimana rasanya? " tanya Risa, "soalnya yang masak beneran lagi kurang enak badan, tapi maksain diri" ucapnya lagi yang langsung membuat Gia tepuk jidat 🤦♀️ "orang ini kenapa ya, selalu seneng liat orang susah" ucap Gia dalam hati.
mendengar itu Rian langsung menarik Gia yang masih berdiri melayani teman teman nya, "kalian ambil sendiri! jangan manja!"
"ga suka banget liat orang seneng dah perasaan" sahut Rezky
"tahu loe... pelit banget" kali ini Hendri bersuara.
"bawel... buruan makan!" ketua Rian, "jadi ini sekalian acara 7 bulanan?" sambung Rian lagi.
"s**l jadi gw kena prank?"
"kan gw bilang tanya yang perempuan, karena ini tuh rencana mereka" jawab Rezky
"tapi kan dia bener sakit ya" ucap Risa yg sudah di tatap Rian.
"kalau aku jantungan, kalian berdua yang harus kubur!" ucap Rian yang langsung membuat Gia melepas tangannya dengan paksa dan berjalan ke arah dapur dengan alasan mengambil air.
"hayo loe... " ucap Risa dengan gerakan bibir ke arah Rian, Rian hanya menghela nafasnya tapi tidak mengejar Gia, dia tahu Gia bukan orang yang bisa di ajak bicara langsung.
sebenarnya saat Rian bicara demikian Risa dan Bagus langsung menoleh ke arah Rian dan itu membuatnya tahu kesalahan dari ucapannya, sebelum ini Gia pernah menegur Rian karena ucapannya yang seperti itu.
"aku istirahat duluan ya, kepala ku masih agak pusing" pamit Gia yang dijawab anggukan oleh yang lain, Risa langsung bangun menyusul dan membawa obat Gia yang dia tinggalkan dekat meja foto.
"de... minum obat" ucapnya saat sampai kamar Gia.
"iya ka... taro dulu, aku mau ulangi pegel"
"de... kamu tahu kan maksud Rian bercanda"
__ADS_1
"iya ka aku tahu"
"terus kenapa kamu tiba-tiba pamit istirahat?"
"gak apa apa ka, aku emang mau istirahat. dari pagi kan kepala ku emang udah sakit"
"de, kakak tahu kamu ga suka Rian bilang gitu. tapi yang kamu harus tahu,dengan sikap nya dia yang langsung datang saat kakak bilang kamu sakit dan dia gak marah kamu kerjain, itu artinya dia menghargai apa yang kamu lakukan dan menandakan penting nya kamu buat dia" jelas Risa sambil tersenyum.
"ka... aku masih takut berhubungan sama orang lain, selain kalian"
"pelan pelan sayang... kakak tahu kamu takut, tapi disaat kamu rasa aman dan nyaman dengan orang tersebut, berarti dia orang yang aman untuk kamu."
"tapi ka.. "
" pelan pelan... kamu pasti akan rasa itu nanti. buka hati kamu belajar menerima dia, berdoa... Tuhan pasti akan kasih yang terbaik buat kamu"
"iya ka... Gia akan tanya sama Tuhan"
"yaudah, jangan lupa minum obat, kakak keluar dulu"
"makasih kak"
diluar Risa menghampiri para pria yang telah selesai makan dan saat ini telah menonton televisi,Risa menoleh tersenyum saat melihat meja dan piring kotor yang sudah rapi. "sebenarnya sangat untung mengenal mereka, karena mereka laki laki paling rapi yang Risa kenal, mereka selalu merapikan sesuatu yang mereka pakai" batin Risa.
"gimana?" tanya Bagus mendahului Rian saat Risa sampai disamping nya.
"gak apa apa. cuma butuh istirahat sejenak"
"dia minum obat nya? " tanya Rian
"belum... nanti katanya setelah dia istirahat"
Rian menghela nafas berat "selalu menyepelekan kesehatan sendiri" batin Rian.
" ini surprise terakhir dari kami" ucap Awan lalu menyetel sebuah video di televisi Bagus.
muncul wajah Risa disana mengucapkan selamat ulang tahun, disusul Bagus dan terakhir Awan. Rian agak terkejut saat tidak melihat satu wajah yang sangat dia sayangi,tapi dia berusaha merubah raut wajahnya.
"makasih ya" ucap Rian pada seluruh teman nya, lalu mengecup pipi Risa yang duduk di tengah antara dia dan Bagus.
"eiittss... sabar... masih ada satu lagi" kali ini Rezky ya bicara.
muncul wajah kedua orang tuanya yang mengucapkan selamat ulang tahun, lalu di susul sebuah video yang memperlihatkan kedua orang tuanya yang sedang duduk bercengkrama dengan seorang wanita dan itu adalah GIA.
__ADS_1