
".Gia gak apa apa kok"
"seandainya aku tahu dia ada pasangan nya, aku pasti ga akan kasih kesempatan untuk dekat sama kamu"
"iya ka Gia tahu"
...*****...
seiring berjalannya waktu Gia dan Risa memulai aktivitas nya kembali,tapi karna Rian terus datang ke kedai walaupun selalu di usir Risa dan Gia yang terlihat sedikit tidak bersemangat, maka Risa meminta sheila salah satu sahabatnya untuk membawa Gia mengirup udara segar ke area puncak tentu saja tanpa sepengetahuan Rian.
"Ris... tolonglah... ini udah mau dua minggu kalian diemin gw gini" ucap Rian mengunjungi Risa di ruangannya.
"gw ga kenal akan biarin ade gw sama loe"
"ris... biar gw jelasin dulu ya, biar loe paham dan ngerti"
Risa tak menjawab apapun hanya diam saja, Rian menganggap itu sebagai persetujuan. Rian menceritakan tentang hubungan nya dengan Hana,dia pun tidak memungkiri kalau memang akan ada rencana pertunangan,dia pun menceritakan penyebab kenapa dia ingin membatalkan nya dan rencananya untuk mengatakan hal ini kepada kedua orang tuannya dan meminta orang tuanya untuk datang melamar Gia. tersirat sebuah rasa terkejut saat Rian mengatakan akan melamar Gia, Risa kaget kalau sahabat suaminya sebegitu serius terhadap adiknya, Rian memang belum sempat ke Malang karna saat dia akan berangkat, Gia malah kecelakaan dan membuat Gia ketergantungan obat seperti sekarang.
"aku ga tahu harus bilang apa"
"gak apa,gw paham... gw cuma mau kalian tahu kalau gw serius sayang sama Gia"
"sebagai kakak gw sangat menjaga Gia, apalagi setelah apa yang terjadi sama hidupnya sebelum sama kita."
"boleh gw tahu sekarang dia dimana?"
"jangan... biar dia pulang di saat perasaannya benar benar sudah lega, jangan paksa dia pulang, jangan bikin dia makin terbebani"
"tapi dia pasti balik kan?"
"gw gak tahu, kalau dia rasa dia betah disana mungkin dia ga akan balik tapi kalau dia rasa dia sudah kuat untuk menghasilkan semuanya lagi, dia pasti akan kembali"
...*****...
Rian menyibukkan diri dengan pekerjaan tapi dia tetap selalu berkunjung ke kedai, walaupun dia tahu hanya ada Risa di sana. kadang saat weekend dia berkunjung hanya untuk membantu Risa menjadi kasir, kedai itu semakin hari semakin ramai, Rian dan Bagus sempat mengusulkan untuk buka cabang tapi Risa bersih keras tidak mau, menurut Risa jika memang mereka pelanggan setia dia akan kembali sampai dia mendapat tempat untuk menikmati makanan itu.
__ADS_1
"besok gw ke Malang" pamit Rian pada orang di depannya.
"selesaikan masalah lu sampai seselesai selesainya, abis itu loe bebas mau ngapain aja" ucap Bagus menasehati.
"jangan balik kalau belum selesai" komen Risa
"salam ya... bilang gw cuma mau menjelaskan, keputusan tetap ada di tangan nya."
Risa dan Bagus tersenyum dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu, sebenarnya mereka sudah mengatakan ini pada Gia, Gia pun mengerti hanya saja Gia memang lagi betah di tempat dimana dia berada.
"akhirnya adikku kembali" ucap Bagus di suatu pagi saat dia akan sarapan dan melihat Gia disana.
"Hai Mas... " sapanya mencium pipi Bagus, yang langsung dia balas dengan memeluk dan mencium pipi sang adik.
"aku di panggil ka Risa, katanya mas dan temen temen mas yang lain mau kasih surprise, makanya kalian minta aku pulang"
"hahahaha... lagian kamu ngapain lama lama disana? jagain sapi!" potong Risa sambil tertawa.
"tuh mas... ka Risa dari tadi ganggu aku terus"
"udah ah... sarapan, yang penting kamu udah disini, nanti sisanya biar mas dan lain yang urus"
"sebenarnya seminggu yang lalu Hana sudah datang untuk meminta tolong pada mama tentang pertunangan kalian ini, awalnya mama kaget kalau kamu berselingkuh seperti yang Hana katakan, tapi melihat sikap mu yang selalu di kelilingi perempuan, mama pikir Hana ada benarnya. sekarang kamu datang jauh jauh dari jakarta untuk menjelaskan ini, mama yakin perempuan ini sangat special karna bisa merubah playboy mama ini jadi sangat manis dan penurut" ucap mama Rian.
"tapi ma... sebelum aku bawa mama dan papa kesana, aku mau meyakinkan dia dulu untuk Terima aku" ucapnya lagi sambil menatap kedua orang tuanya.
kedua orang tuanya tersenyum menatap anaknya, sebenarnya kedua orang tuanya sudah tahu hal ini dari dokter Awan yang tak lain adalah sahabat anaknya dan dokter pribadi keluarga nya, Awan sekaligus mata mata untuk kedua orang tuanya itu. buat kedua orang tua nya anaknya ini banyak berubah, lebih sering menghubungi orang tuanya sekedar menanyakan kabar atau bercanda dan mereka tahu ada seseorang di balik perubahan anaknya ini, makanya mereka meminta seseorang menyelidiki ini dan kandidat itu jatuh pada Awan.
...*****...
malam ini Bagus dan kawan kawan nya berkumpul di rumah Bagus, menurut info Rian akan kembali dari Malang besok malam, dua minggu lagi ulang tahun Rian.
"rencananya nanti kita akan ngadain surprise nya di sini, biasanya kan Rian ke kedai, nanti Bagus yang bakal bawa kesini dengan alasan mau ngomongin coffee shop yang rencananya akan kalian buka. gimana ide gw!? briliant ga? " tanya Awan
"katanya terlalu kentara deh" ucap Risa
__ADS_1
" kalau gitu bilang aja syukuran 7 bulanan, munculin Gua di sesi terakhir " usul Rezky
"setuju... " ucap mereka serempak.
Gia sebenarnya tidak setuju dengan usul itu tapi biarlah usulnya menjadi plant untuk rencana ini.
besok malam Rian sudah ada di kedai, membawa oleh oleh untuk Risa dan karyawan yang lain.
"gw ga dibawain?" tanya Bagus pada sahabat nya itu.
"sejak kapan loe suka oleh oleh?" tanganya balik lalu merangkul sang sahabat.
"gimana bonyok ( bokap-nyokap) ? sehat? "
"sehat... dia titip salam buat baby" ucap nya sambil mengelus perut Risa.
"eh... pegang pegang" Bagus menepak tangan sahabat nya.
"Ris... dia Baik baik saja kan?" tanya Rian
"baik... kalau loe baik baik saja, dia pasti Baik baik saja" jawab Risa sambil tersenyum.
"yasudah kalau dia baik baik saja, salam buat dia ya! jangan lupa minum obat"
hari yang di nanti pun tiba, pagi pagi Gia sudah menyiapkan bahan untuk membuat kue bersama dengan Risa, kemarin Bagus sudah mengirim undangan di whatsapp grup yang berisi dia dan para sahabat nya itu, undangan syukuran 7 bulanan, Bagus mengatakan kalau ini hanya sebuah acara kecil yang dihadiri mereka saja jadi tidak terlalu formal. sahabat nya berjanji akan datang, kecuali Rian tidak ada jawaban sama sekali darinya. menjelaskan Siang Rian menjawab bahwa dia tidak dapat hadir karna sedang kurang enak badan, Risa yang curiga langsung meminta suaminya menghubungi asisten Rian, karna sudah dua hari belakangan ini Rian memang tidak datang ke kedai. benar saja... laporan yang didapat Bagus kalau sahabatnya itu pergi minum minum dua hari belakangan ini, Risa memberitahu Bagus kalau Gia sudah membuat kue untuk Rian dan menyiapkan beberapa makanan, mau tidak mau mereka harus berhasil membawa Rian kesana.
pukul 6 tepat semua makanan sudah siap, kue ulang tahun pun sudah siap di meja troli yang di pinjam dari kedai, Risa dan yang lainnya masih belum menemukan cara membawa Rian.
"gimana mas? " tanya Gia saat Bagus dan kawan kawan nya sampai
"kayanya dia ga akan dateng" Awan yang menjawab.
Bagus mendekati sangat adik dan memberikan pesan yang di kirimkan sekertaris Rian.
"sebenarnya aku ada cara lain, tapi agak bahaya. apa kalian bisa memastikan kalau dia kesini diantar? jangan dia bawa mobil sendiri"
__ADS_1
"bisa aja, tapi kaya apa rencananya"
Gia menjabarkan rencananya, dia sendiri yang menjamin kalau cara ini akan berhasil, bagaimana tidak berhasil karna dirinya sendiri yang akan di jadikan bahan pancing agar Rian datang ke tempat itu, setelah semua nya setuju barulah rencana ini mereka jalankan.