
Mereka benar-benar melakukannya walaupun keduanya dalam pengaruh obat, tapi Rian sadar saat Gia merintih kesakitan, Rian sadar airmata yang keluar, bahkan Rian ikut mengeluarkan air mata saat melihat sang istri menangis.
"Terima kasih sayang... Terima kasih" ucap Rian saat mereka selesai melakukannya, dia menarik selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang pun, mengecup kening, kedua maya, pipi dan bibir istrinya. "maafin aku ya, aku tahu kamu pasti bakal marah setelah ini, aku siap" lalu membawa Gia ke dalam pelukkannya dan tertidur sambil memeluk istrinya.
...****************...
Gia terbangun saat merasa sinar matahari mengenai wajahnya, saat dia membuka mata, langsung ada Rian depan wajahnya itu bukanlah hal yang baru, dia sudah sangat terbiasa dengan hal ini yang tidak biasa di merasakan badannya sangat lengket dan kenapa dia merasa kulit tubuhnya bersentuhan langsung dengan kulit suaminya.
dengan takut takut dia melihat tubuhnya sendiri, betapa terkejutnya ketika dia mendapati dirinya tak memakai apapun. Gia menggeser jauh dari sang suami, dia bingung apa benar itu terjadi, kenapa dia tidak merasakan apapun, kecuali rasa perih saat dia bergerak menjauhi Rian.
tak terasa air matanya tak terbendung lagi, sebenarnya dia terharu dan sedih. dia terharu karna bisa memberikan yang di mau suaminya, sedih karena dia tidak merasakan apapun selain perih.
Rian yang mendengar suara tangisan langsung buru buru bangun, dia melihat punggung istrinya, Gia membelakangi Ria berusaha menahan tangis nya, memeluk Gia dari belakang. "maafin aku... " ucapnya lirih.
muncul ide jail Gia, dia tidak menoleh sedikitpun, dia berusaha mengabaikan keberadaan Rian,Gia berusaha bangun dari tempat tidur walaupun ada rasa perih di area intimnya bahkan dia sampai agak kesulitan untuk berjalan.
"sayang sayang" panggilnya menyusul Gia.
Gia tidak menghiraukannya dan berlalu begitu saja ke arah kamar mandi dengan berbalut selimut, Rian tak berusaha menyusulnya, dia tahu istrinya pasti marah, dia tahu istrinya pasti kecewa karena dirinya tidak dapat menepati janji untuk bersabar. "sepertinya mulan madu ini akan selesai lebih cepat dari rencananya" ucap Rian sendiri.
30 menit kemudian Gua selesai mandi dan langsung berpakaian, dia menuju meja tempat dimana terdapat pemanas air, kopi dan teh, dia membuat hanya untuk dirinya sendiri, dia sengaja mengerjai suaminya. Gua bukan marah karena sang suami menyentuh nya tapi kenapa dia tidak membiarkan Gia merasakannya dalam keadaan sadar, agar trauma itu pulih lebih cepat.
Rian mendinginkan kepala dengan membersihkan dirinya di bawah kucuran air, dia sudah tahu setelah apa yang dia lakukan semalam hal ini pasti akan terjadi, dia bingung bagaimana menjelaskannya. dia lebih baik Gia marah marah bahkan memukulnya daripada harus mengacuhkannya seperti ini, dibawah kucuran air dia mengutuki dirinya sendiri yang sudah melakukan itu dengan cara baj*ngan.
__ADS_1
sementara itu di luar Gia merapikan tempat tidur, memanaskan martabak telur yang semalam mereka masukkan kedalam kulkas dan membuat secangkir kopi untuk suaminya di menunggu sang suami di depan Tv, dia mengambil ponsel suaminya dan menyalakan aplikasi yang semalam suaminya nyalakan lalu menunggu suaminya di depan TV.
setelah selesai membersihkan diri dan mencoba menetralisir perasaannya dia menghampiri Gia, betapa syok nya dia saat mendapati istrinya sedang menonton film dewasa dari ponsennya, dia langsung mengambil dan mematikannya.
"kamu ngapain sih?" tanyanya kesal.
"apa sih! "
"maksud kamu apa malah nonton gini! kamu mau nyinggung aku? "
"siapa yang nyinggung sih! sensi amat!" jawabnya kesal lalu berlalu dari hadapan Rian.
Rian menahan tangan istrinya, "duduk" perintahnya tegas.
"duduk!! satu.... dua.... tiga... DUDUK AKU BILANG" bentaknya lagi.
"kamu yang salah kenapa malah jadi kamu yang bentak aku! " ucapnya kesal lalu duduk.
"maaf... aku engga ada maksud sama sekali bentak kamu, aku minta maaf kalau ga bisa nepatin janji aku untuk menunggu kamu siap, kaya yang aku bilang semalem sama kamu, vitamin yang Risa dan mama kasih ke kamu itu obat perangsang, aku sudah mencoba melakukannya sendiri semalam makanya aku mandi tapi sepertinya efeknya tidak hilang, makanya aku menaruh yang sama pada minuman kamu agar kamu gak rasa sakit itu. aku juga engga tega melakukannya karena aku tahu ini yang pertama untuk kamu, aku juga engga tega menembus itu pas lihat airmata kamu, tapi pas aku engga jadi kamu malah tarik aku dan langsung mengarahkannya kesana. semalem aku sampe engga bisa tidur karena takut kamu kaya gini, Gi... kamu mending marah marah sampe pukul aku dari pada kamu harus diam kaya tadi! aku yang engga sanggup." Rian mencoba menjelaskan apa yang terjadi semalam.
"mas... kamu engga salah dengan apa yang kamu lakukan, itu benar dan itu termasuk hak kamu,tapi aku kecewa bahkan sangat kecewa" Gia sengaja memenggal kalimat itu, membuat Rian menundukkan kepala nya. "aku kecewa karna kenapa kamu bukan ajak aku untuk ikut merasakan,kamu tahu kan aku punya trauma sendiri sama hal itu,aku mau hilangin trauma itu tapi kamu malah nikmati itu sendiri" sambung Gia lagi membuat sebuah senyuman di wajah suaminya.
"kamu gak marah?"
__ADS_1
"kan aku udah bilang tadi, aku engga marah tapi kenapa kamu engga ajak aku untuk merasakan"
"aku engga tega lihat air mata kamu, aku takut kamu belum siap"
"kalau aku sudah sampai disini, sudah ikut sama kamu, sudah setuju juga dengan perjalanan ini, berat akupun sudah siap dengan apa yang akan terjadi saat kita melakukan bulan madu"
"kamu tahu ga apa yang aku suka dari kamu selain mandiri dan manis? "
"apa? "
"kamu wanita yang keras kepala, penyayang dan sangat dewasa. engga semua wanita seumuran kamu akan berfikir seperti kamu, malah mungkin lebih muda dari kamu sudah melakukan nya bekali kali sebelum menikah dan ada yang mungkin lebih dewasa dari kamu tapi tidak berfikir sedewasa pemikiran kamu"
"masa sih?? pengalaman kamu banyak ya, mulai dari yang berumur sampe yang belum tahu apa apa, udah pernah kamu coba" goda Gia.
"bukan gitu maksudnya... "belum selesai Rian bicara Gia sudah menarik ponselnya dan langsung menyetel yang kemarin di setel suaminya. ya... film dewasa.
Gia mendekat ke arah suaminya dan mengecup singkat bibir itu, " apa bisa kita ulang lagi? " ucapnya sambil tersenyum mengoda Rian.
"dengan senang hati sayang" jawab Rian menanggapi istrinya.
kali ini semua itu terjadi dengan sangat lambat, sangat teratur dengan perasaan yang sama sama saling menginginkan tanpa ada pengaruh obat apapun. Gia meneteskan air mata saat melakukannya membuat Rian tidak tega dan ingin menghentikannya, tapi Gia menahannya dan meminta nya meneruskan, hingga mereka sama sama mencapai puncaknya.
Rian memeluk sang istri setelah selesai melakukannya, hanya sekali tapi pengalaman pertama Gia dalam keamanan sadar, dia merasakan kasih sayang Rian tercurah saat melakukannya, secara perlahan karena tidak ingin menyakiti Gia.
__ADS_1
*Terima kasih Tuhan , Kau telah mengirimkan orang terbaik untuk ku, aku akan menjaganya sampai kapan pun, sampai kau kembali memanggilku." ucap Rian lalu mengecup Gia berkali kali dan tertidur.