Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
BAB 9 ka Risa jatuh hati..


__ADS_3

hampir setiap malam Anton datang ke tempat Risa bekerja hingga akhirnya mengantarkan Risa pulang, namun karena kehadiran Anton membuat Risa tidak di panggil langganannya sama sekali dan malam ini sudah hampir sebulan Anton selalu mengikutinya, awalnya dia menolak untuk mengikuti pria itu sampai akhirnya dia mengancam sehingga Risa mengijinkannya mengantar Risa.


seperti saat ini Anton membantunya dari laki laki yang terbiasa dengan *** yang melakukan kekerasan hingga memukul atau membuat nya berdarah dan untung nya ada Anton yang datang dan menyelamatkannya.


"kenapa kau terus mengikuti ku?" tanya Risa setelah pria kurang ajar itu berhasil di usir Anton.


"aku hanya ingin melihatmu.." ucap Anton lembut sambil tersenyum.


"kau sudah melihatku! pulanglah...."


"tidak bisa kah kau semanis malam itu?"


"astaga... kenapa aku harus manis manis dengan mu,bahkan kau saja tak membayarku???"


"jadi??? jika aku membayarmu kau mau?"


"tidak... adik ku pasti sudah menungguku di rumah!!"


"baiklah... kalau begitu,biarkan aku mengantarmu!"


"baiklah... tapi sekali ini saja!"


"oke"


malam itu Risa di antar Anton sampai didepan rumahnya,sepanjang perjalanan Anton berusaha menciptakan suasana senyaman mungkin untuk Risa sampai akhirnya wanita itu tertidur,mungkin karena sangat lelah makanya dia tertidur di mobil. sampai dikontrakan Anton pun tidak berusaha membangunkan Risa,dia ke kontrakan lalu mengetuknya.


"benar inj kediaman Risa?" tanya Anton dengan lembut pada wanita mungil yang membuka pintu.


"benar. maaf ada apa ya? apa terjadi sesuatu dengan ka Risa?"


"oh... tidak... Tunggulah disini..." ucap Anton lalu tersenyum dengan sangat manis. Anton kembali ke mobil dan mengendong Risa dengan sangat perlahan agar tidak membangunkan wanita itu,didepan pintu Gia langsung menyingkir memberikan akses masuk kepada pria yang membawa kakaknya itu.


"apa dia baik baik saja?" tanya nya saat Anton akan keluar dari kamar itu.


Anton tersenyum melihat wanita mungil itu, lalu mengangguk. "dia baik baik saja... bisa kita bicara sebentar?" tanya nya dengan lembut.


"oke" jawabnya membawa Anton ke depan.


"sebelumnya terima kasih telah mengijinkan ku duduk dan berbincang denganmu,saya Anton,namamu??" tanyanya.


"saya Gia. adik angkat ka Risa"


"oke Gia, beberapa waktu yang lalu kakak mu menolongku,sudah satu bulang ini aku berusaha menemuinya namun dia selalu menghindar,aku ingin membalas kebaikan yang telah dia lakukan. apa kau bisa membantuku? "


"bantuan seperti apa yang kakak mau? aku akan membantu sebisaku"


"tadi aku sudah berjanji padanya untuk tidak menemuinya lagi,tapi aku masih ingin mengetahui kabar Risa. apa kau mau membantuku memberi kabar tentangnya?" tanya nya pasa wanita mungil didepannya.


tanpa dia sangka Gia menganggukkan kepalannya, Anton langsung tersenyum melihat itu dan spontan dia langsung memeluk Gia membuat wanita itu reflek memukulnya.


"maaf..."


"jangan di ulangi atau aku tidak akan membantu mu! " ucap Gia galak.


"maafkan aku... dan... ku mohon dengan sangat,bisa berikan no ponsel mu padaku?"

__ADS_1


"hem... 0859xxxxxx"


"baiklah... senang bisa mengenalmu, terimakasih untuk bantuan luar biasa yang kau berikan, karena aku tidak akan melupakannya. selamat malam"


"selamat malam"


setelah kepergian Anton Gia kembali ke kamar melihat keadaan ka Risa,karena belum bangun Gia kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk kakaknya itu,saat selesai dia kembali ke kamar dan mendapati sang kakak sudah berganti pakaian.


"kakak..."


"dia yang membawaku masuk ke dalam?"


"tentu saja ka... masa aku,kakak kan berat, kakak ini ada ada saja"


"kau itu... aku seriusa"


"iya ka... dia pria yang manis"


Risa langsung menatap adik angkatnya itu dengan malas, "kau itu... apa yang sudah dia berikan padamu??"


"tidak ada ka"


"kau jangan naksir padanya ya... dia pria beristri! " yang di sampaikan Risa membuat Gia yang sedang minum tersendak.


"kakak ini... jika kau tidak mau tak masalah,tapi jangan kau fitnah"


"astaga... sejak kapan kau tidak mempercayaiku" balas Risa gemas.


"bukan tidak percaya ka... aku takut karna kau tidak menyukainya jadi kau bicara yang bukan bukan"


"kakak! dia itu tetanggamu!"


sadar mereka meributkan sesuatu yang aneh membuat mereka tertawa terbahak-bahak,hingga mengeluarkan air mata dan saling memukul,ya... itulah keakraban yang terjalin antara mereka.


...****************...


waktu terus berlalu,Anton menepati janji nya untuk tidak muncul ke hadapan Risa, sebagai gantinya Anton memantaunya hanya dari kejauhan dan mencari kabar dari Gia.


sementara Risa yang di tinggalkan merasa ada sesuatu yang kurang, seperti ada bagian yang kosong dalam dirinya. menghilangnya Anton justru dia pertanyakan di dalam lubuk hatinya yang terdalam, "aaaa... kenapa seperti ini sih... aku kan tidak mau mengingatnya,kenapa malah hal itu terus menempel" keluh Risa dalam hatinya.


Risa jadi kurang bersemangat tidak seceria sebelumnya, lebih terkesan diam, bahkan belakangan pulang sebelum jam 12 malam, sudah tidak bergadang atau pulang dalam keadaan mabuk. dua minggu Risa melewati hari dengan menahan Rindu,Anton sudah seperti menempati sebuah tempat dalam hari harinya,apalagi hampir 3 bulan dia selalu mengikuti Risa kemanapun.


"ya ampun... kenapa begini sih..." ucap Risa kesal karena telah membuat pelanggan nya memintanya berhenti.


Risa malam itu mendapat pelangan yang masuk kategori VVIP,bukan melakukan yang terbaik,dia malah menyebut nama Anton,yang membuat pelanggannya berubah mood dan akhirnya membuat dirinya tidak di bayar.


keesokkan harinya karena tidak ingin terjadi hal hal aneh,Risa memutuskan untuk tidak berangkat, padahal selama ini, jika dia benar benar Fokus,dia bisa bertemu dengan orang yang ingin dia temui itu.


"lho... kakak engga berangkat kerja?" tanya Gia saat melihat kakaknya masih berbaring di atas kasur dan sang kakak hanya menggelengkan kepalanya. "kenapa? kakak sakit?"


"gak apa apa emang lagi ga pengen aja, ketemu siapapun...termasuk teman temen yang di sana"


"oke...kakak mau di masakin apa?"


"masak sama sama aja yuk de,malas banget nih soalnya. "

__ADS_1


"kalau gitu yang simpel aja... nasi goreng"


"ayo... aku halusin bumbunya ya"


Gia berkirim pesan pada Anton jika kakak nya tidak bekerja dan ada di rumah bersama dirinya akan memasak nasi goreng, setelah itu Gia tengelam dalam dapur bersama sang kakak hingga dia tidak tahu jika Anton sudah membalas jika dia akan berkunjung. setelah makanan semua nya telah matang, ada suara ketukkan pintu Gia langsung menoleh,dia langsung melirik ke arah ponselnya yang tergeletak,benar saja,ada pesan.


"buar aku yang buka ka"


"kakak aja... kamu ambil minum sama piring buat kita, paking paket COD soalnya kakak ada pesan body lotion."


"permisi..." teriak orang yang di balik pintu.


"iya... sebentar..." Risa berteriak sambil berlari ke arah pintu.


Risa langsung mematung saat melihat siapa yang ada di depan pintu, Gia sengaja menyusulnya agar Anton tidak diusir.


"siapa ka?" Gia sok bertanya padahal dia termasuk orang yang ada di balik semua ini.


Risa menatap Anton dengan sorot rindu, begitu pula sorot mata Anton saat itu,seakan sedang memeluk wanita di depan nya Anton memejamkan matanya.


"lho... ka Anton... kita lagi makan ka mau gabung?" Gia memecahkan keheningan yang terjalin.


"boleh..." jawab Anton lalu masuk melewati Risa yang masih terkejut dengan kehadirannya.


malam itu mereka bertiga makan bersama, malam malam kali itu diisi dengan candaan antara Gia dan Anton, sedangkan Risa lebih banyak diam dan membalas candaan Gia dengan senyum. Risa melihat Anto begitu cepat akrab dengan adik angkatnya yang baru saja dia kenal, sesekali Risa mencuri pandang ke arah Anton.


pukul 10.47 malam


Gia sudah menguap beberapa kali,saat mereka sedang main kartu bersama.


"kamu besok kerja de?" tanya Risa.


"iya ka... aku kerja"


"ya sudah kamu istirahat,ini sudah terlalu malam."


"oke ka"


Gia pergi ke kamar dan meninggalkan Risa bersama Anton merapikan kartu kartu yagn mereka mainkan. setelah rapi Anton bermaksud untuk pamit pulang,namun dia masih merindukan wanita yang ada di depannya ini.


"aku pulang ya Ris..."


"hemm..."


"jangan merindukan ku! " ucap Anto percaya diri membuat Gia melotot, " hahahaha... satuy dong... bercanda aku."


"serius juga gak apa apa" ucapnya dalam hati.


saat sudah dekat pintu, Anton menarik tangan Risa dan memeluknya,Anton sempat merasa ada balasan pelukan dari Risa, namun itu hanya samar tapi Anton merasakan itu. "sepertinya kesempatan ku masih ada" ucapnya dalam hati.


"maaf..." Anton melepas pelukannya.


Risa diam tak bersuara, ingin sekali wanita itu meminta jangan melepasnya,namun Risa kembali di sadarkan jika orang yang berada di depan nya ini hanya seorang pria beristri yang dia temui saat sedang menjual diri dan dia anggap sebagai tan curhat nya.


setelah kepergian Anton, Risa Menangis Tanpa Suara" Terima kasih Tuhan, kau Izinkan saya bertemu lagi dengannya, pria yang sengaja melindungiku dari bahaya. "

__ADS_1


Ya Tuhan, Apakah aku benar-benar Jatuh cinta padanya? dia adalah satu-satunya laki-laki yang memperlakukan aku tidak seperti seorang wanita yang sedang menjual diri; tapi dia memperlakukanku layaknya seorang sahabat yang sudah mengenal cukup lama. Namun jika dia sudah ada yang punya biarkan dia tetap bahagia bersama pilihan yang sudah menemanimu selama ini.


__ADS_2