Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
bab 52


__ADS_3

hah...kapan Gi? kapan? Tuhan... izinkan aku menjaganya, menemani dan berbagi bersama nya. izinkan aku menyembuhkan luka nya,menghapus air matanya dan memberikan kebahagiaan disisa hidupnya." batin Rian sambil melihat Gia memasuki kontrakan nya.


...****************...


kedekatan Gia dan Rian makin hari makin terlihat jelas, pengumuman kelulusan paket C Gia pun telah berlalu,Bagus dan Risa berusaha mengajak Gia untuk kuliah. menurut Risa dia ingin adiknya itu menjadi orang hebat jadi dia mau Gia kuliah, begitu pula dengan Bagus,Rian yang memang sependapat dengan 2 calon kakak nya itu pun mendukung Gia kuliah.


"gi..."


"ya.."


"menurutku kamu emang lebih baik kuliah,aku setuju sama kakak kakak kamu,tapi itu balik lagi ke kamu. aku juga ga mau kamu kuliah tapi terpaksa yang ada kamu malah bakal stop di tengah jalan,sayang uang nya sayang waktunya juga,jadi kamu pikirin baik baik kalau emang kamu mau dan siap buat kuliah nanti aku anter cari kampus yang bikin kamu nyaman."


Gia tak menjawab tapi dia tersenyum, "sebegitu perduli ya dia terhadap kenyamanan ku..." ucap Gia dalam hati. keakraban Gia dengan Rian yang semakin terlihat membuat Derry sangat terbakar,beberapa kali memang Derry membuat mobil Rian kempes bahkan dia pernah memperingatkan Rian secara blak blak tapi tidak di gubris oleh Rian, Derry juga membuat Gia beberapa kali tidak jadi pergi bersama Rian. buat Rian apapun yang dilakukan Derry tidak akan membuatnya berhenti menaklukkan Gia sampai Rian mendapat jawabannya,malam ini setelah mengantar Gia ke kontrakan nya tanpa sengaja Rian melihat Derry yang sedang berbincang dengan seorang pria. awalnya Rian tidak mau perduli tapi dia penasaran karna sebelum ini Rian pun sempat melihat Derry berbincang dengan pria tersebut dan selalu tidak jauh dari kontrakan Gia, Rian terus memperhatikan Derry,entah kenapa feeling nya sangat kurang enak melihat pemandangan itu, seperti ada sesuatu yang tidak baik bagi sang pujaan hati.


***


keesokkan pagi nya saat Gia sampai di kedai Derry langsung menghampiri nya, "hai Bu bos... sombong banget kayanya,belakangan udah jarang main sama kita."


"hahaha... gak dong,kemaren kan sibuk UN, terus nyoba nyoba menu baru,malah jarang keluar kan, kayanya sering di dapur." jawab Gia sambil tersenyum.


"ntar malem anak anak mau minum susu jahe Deket taman,ikut ya?" ajak derry


"boleh boleh... ikut semua kan?"


"iya.. ntar harus ikut pokoknya"


Gia menjawabnya dengan tersenyum,lalu kembali ke arah kasir mengantikan Ika yang sedang keluar membeli beberapa perlengkapan ATK yang memang sudah hampir habis.

__ADS_1


***


"malem sayang..." sapa Rian saat Gia keluar dari kedai


"Hem...." Gia malas menanggapi karna berkali-kali dia meminta Rian untuk tidak memanggilnya seperti itu.


"ayo aku anter"


"aku mau pergi"


"aku tahu... tadi Ika udah bilang,aku udah bilang kok aku ikut. hehehe"


"yakin?? pinggir jalan lho.."


"yakin... kan ada kamu" jawab seenaknya


"kenapa ?" tanya Gia melihat Rian melamun di samping nya


"gak apa apa sayang.." jawabnya tersenyum


"kamu tuh! ntar orang kira ada apa apa sama kita"


"biarin... jadi ga akan ada yang ganggu kamu karna kamu punya aku"


"au ah..." jwb Gia kesal.


disisi lain ada derry yang sedang memperhatikan pergerakan mereka dengan wajah yang sangat tidak bisa di tebak,tapi ada senyum licik yg bisa di lihat oleh Rian. Bagus dan Risa menyusul ke angkringan menyapa seluruh karyawan dan sahabat baiknya,bagus yang melihat tangan sang sahabat merangkul mesra pundak sang adik langsung memutar matanya sedangkan Risa langsung mengacungkan jempol pada Rian. Gia yang baru sadar kakak nya datang langsung menghampiri dan mencium kedua kakaknya,melihat itu Rian kesal tapi di sambut dengan senyuman sombong dari Bagus sambil mengecup balik sang adik dan merangkul mesra pinggang yang membuat Rian makin kesal melihatnya.

__ADS_1


"sepertinya ini akan sangat sulit,karna mereka semakin dekat,aku malah semakin tidak ada celah mendekati anak itu,tapi kalau jika aku tidak melakukan..." batin Derry


***


Derry meminta Gia agar ikut dengan nya karna ada yang ingin dia bicarakan,Gia setuju tapi tidak dengan Rian,dia langsung menggeleng saat Gia sudah menoleh padanya padahal Gia belum bilang apapun padanya dan itu membuat Gia sangat kesal,melihat interaksi dua orang itu, Derry lalu menyingkir dari kelompok untuk menelpon seseorang.


"kayanya ga bisa malem ini! tadinya gw pikir kakak nya dan temen kakak itu ga Dateng soalnya seharian ini mereka ga muncul dan kakak perempuan nya sakit makanya gw bilang malem ini aja,tapi ternyata mereka malah muncul semua"


"......"


"iya sorry,gw akan usahain secepatnya"


"...."


"iya gw tahu gw punya utang! gw akan usahain secepatnya"


"......"


tanpa Derry sadari ternyata ada yang menguping pembicaraan nya,dengan santai nya dia kembali ke kelompok nya dan kembali berbincang. di tempat lain Rian mengirim pesan pada sang sahabat yang masih di dalam bersama yang lain,dia memberitahu kalau dia menunggu di depan saja,kurang lebih 15 menit kemudian rombongan keluar. Rian yang melihat Derry sudah menarik Gia ke arah motor nya langsung turun dan menghampiri nya.


"dia datang sama gw!" ucap Rian menarik Gia


"dia nebeng gw karna loe ga ada" jawabnya santai


"gw nunggu di mobil"


" hemm... biar dia pulang sama gw" kali ini Bagus bersuara karna melihat adiknya bingung

__ADS_1


Bagus langsung membawa nya ke mobil tanpa menoleh kedua orang itu,Bagus tahu sang adik sedang sangat marah terlihat dari tangannya yang terus mengepal dan wajah yang terlihat sangat merah. di jalan menuju kontrakan nya,Gia yang Risa asyik mengobrol dia menceritakan kalau banyak hal karena 3 hari ini memang sang kakak tidak datang ke kedai karna sedang sakit.


__ADS_2