Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
kisah lalu 1# (RISA)


__ADS_3

putra berhenti setelah dia puas mencium Risa,bahkan dia sempat mere***s dan mengu***m kedua gunung kembar Risa,bukan memberikan respon Risa malah menanggis dan itu sangat menganggu menurut putra.


"apa mau mu? kau mau membayar kembali uang yang sudah ku keluarkan?" bentaknya pada Risa,dia sangat emosi karna mendengar Risa menanggis.


"tidak adakah cara lain yang bisa kulakukan untuk mu selain ini! aku hanya ingin menyelamatkan seseorang yang telah menyelamatkanku." jawabnya sambil tersedu dan menunduk di pojok tempat tidur.


mendengar itu putra langsung duduk "Risa apa kau tahu? aku mempunyai seorang adik perempuan yang sama persis seperti mu,dia pergi setelah acara ulang tahunnya yang ke 18" ceritanya sambil menerawang,membuat Risa menoleh mendengar itu,dia membalas menatap Risa sambil tersenyum lalu melanjutkannya.


"aku sangat menyayanginya, tanpa sepengetahuan ku ibu ku membuat perjanjian akan memberikan adik ku kepada ayahku disaat umurnya genap 18 tahun,mereka bercerai saat adikku berumur 10tahun,perjanjian itu pula yang membuatnya pergi untuk selamanya. ayah menjemputnya setelah acara ulang tahun nya yang ke 18,ibu meyakinkan aku kalau dia hanya keluar dari kota ini,setiap hari kami selalu berkomunikasi,setelah hampir 10 bulan dia pergi,dia selalu mengabariku pagi-malam. tiba tiba aku mendengar dia pergi dari dunia ini,setelah 2 hari dia tidak mengabariku,aku mencoba menelpon dan mengirim pesan tapi tak ada jawaban,lalu pihak kepolisian menelpon ibuku dan mengatakan adikku sudah tiada. aku segera menyusulnya bersama ibuku,saat sampai disana ternyata hanya ada bu Sri dia sedang menanggis sesegukkan, bu Sri adalah ART paruh waktu di rumah ayah yang selama ini dekat dengan adikku,yang selalu jaga adikku dari pertama dia datang ke tempat ayah,aku tahu karna adikku kerap mengirim foto dan bercerita tentangnya. ibu ku sangat terpukul karna kepergian adikku,terlebih saat ibu ku tahu penyebab kepergian adikku karna diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri,bersama beberapa temannya yang saat itu sedang judi dan mempertaruhkan adikku. saat semua itu terjadi Bi sri sudah pulang,tapi Bi sri kembali karna ada barang yang tertinggal,Bu Sri terkejut saat mengambil barang ketinggalan di dapur ada suara teriakkan dari kamar ayahku tapi dia sangat mengenali kalau itu suara teriakkan adikku. bahkan Bu Sri sangat terkejut melihat keadaan adikku yang sudah tidak memakai apapun bersama 5 orang teman ayah ku dan ayahku menjadi dalang dibalik ini semua,karna dia kalah tahuran jadi adikku menjadi bahan taruhannya,Bu Sri segera lari keluar untuk minta bantuan pada orang sekitar,ayahku dan teman temannya tidak bisa berkutik lagi,saat itu adikku masih ada,Bu Sri berusaha membawanya ke RS tapi ternyata Tuhan lebih menyayangi nya di banding diriku ataupun ibuku dari kepergian ibu ku sangat menyesal karna telah melepas adikku pada bajingan itu. setelah kejadian itu aku sangat marah pada ibuku,kami hampir tidak pernah bertegur sapa walaupun kami satu rumah,aku lebih jarang pulang malah hampir tidak pernah,aku sangat marah padanya, lalu ada seseorang yang bilang padaku bahwa ibuku justru orang yang paling sakit karna dia telah memisahkan seorang kakak dari adiknya,menyerahkan anaknya ke buaya sehingga merenggut nyawa sang anak dan yang terakhir membuat anaknya sendiri membenci diri nya. mulai dari situ aku berfikir untuk kembali berdamai dengan ibu ku,tapi sayangnya itu sudah terlambat,saat aku pulang Bu Sri yang kami bawa ke ibu kota setelah kepergian adikku mengatakan kalau ibuku depresi dan dokter minta membawanya ke rumah sakit jiwa. kau tahu siapa yang mengatakan itu padaku? yang menasehati ku tentang ibuku? temanmu Rahma,dia menasehatiku saat aku mabuk di tempatnya dan membayarnya untuk memuaskanku tapi aku berhasil tidur dengan nya,tidak seperti ini." ledeknya pada Risa,putra menutup ceritanya dan mendekati Risa lalu memeluknya.


"aku ikut sedih mendengar nya... siapa nama adik mu?" sambil mundur berusaha melepaskan diri dari putra.


"Risa...." ucapnya singkat tapi sangat membuat shock Risa yang mendengarnya,tapi kemudian dia dia tertawa.


"kau berbohong?"


"tidak... nama panggilannya memang Risa,yang di ambil lari Clarissa" jawabnya lagi lalu tertawa melihat wajah Risa yang kesal.


putra kembali mendekati Risa yang tadi sudah sempat kabur ke ujung kamar,kali ini Risa tidak mundur karna putra terlihat lebih bersahabat dari pada sebelumnya. dia menggenggam tangan Risa lalu membawanya ke tempat tidur,Risa mengikutinya mereka berdua duduk di ranjang, putra mengambil sisir dan menyisir rambut Risa yang berantakan.


"aku sering melakukan ini pada Clarissa,kau tahu? aku sangat merindukannya!" ucap putra terdengar sedih.


Risa langsung membalikkan badannya menghadap putra mengusap wajah putra yang sempat berurai air mata,putra meraih pinggang Risa dan memeluk nya dengan sangat erat.


"apa kau akan membunuhku?" tanya Risa yang langsung membuat putra tertawa dan melonggarkan pelukannya tanpa berniat melepasnya,tak lama terdengar suara pintu.


"biar aku yang buka! baju mu terlalu mini untuk keluar" ucapnya sambil mencium singkat bibir Risa.


ternyata makanan datang. putra memang sudah memesan makanan saat memesan kamar,putra mengajak Risa untuk makan. mereka makan bersama sambil berbincang kecil,mereka sambil tertawa-tawa dan sesekali melemparkan guyonan satu sama lain,selesai makan mereka berencana menonton film bersama


"kau menghancurkan rencanaku!" ucapnya selesai menyambungkan hpnya ke tv dan duduk di samping Risa yang terlihat sangat kaku. "rileks..." ucap putra langi melihat Risa yang begitu tegang.

__ADS_1


"memang seperti apa rencanamu?"


"aku berencana kita makan tanpa sehelai benang sama sekali,lalu melanjutkan pertarungan kita di ranjang! bukan duduk di sofa dan menonton film romantis seperti ini" jawabnya sambil tersenyum.


"kau itu!" sambil memukul lengan putra.


"Risa aku serius... aku membayar mu dengan sangat mahal! apa yang bisa ku dapat?" tanya putra lagi sambil terus menciumi leher jenjang Risa dan meninggalkan jejak merah di sana.


Risa bergeser agar putra menghentikan aksinya, "kau dapat adik manis seperti ku"


"aku tidak butuh adik! aku mau kau ikut dengan ku selama seminggu"


"aku??? kemana?" tanyanya heran


"kerumah ku"


"itu tidak mungkin"


"aku harus ijin pada Lina"


"aku tak butuh ijinnya! kau sudah ku bayar!"


"ku mohon... aku harus memastikan Rahma baik baik saja"


"baiklah" lalu putra segera menelpon Lina dan loud speaker,memberitahu kalau Risa akan ikut dirinya dalam waktu satu bulan dan Risa sudah setuju,dia hanya meminta Lina untuk menjalankan pengobatan dengan uang yang sudah di terima dan menjaga Rahma selama dirinya tidak ada. awalnya Lina menolak dengan alasan bayaran hanya pada hari itu saja tapi putra bilang bahwa Risa sudah setuju dan dia akan menambahkan bayarannya yang akan di bawa oleh Risa sendiri, akhirnya Lina menyetujui. "apakah putra sebegitu tertariknya pada Risa?? kenapa dia mau Risa tinggal bersamanya dengan waktu yang sangat lama..." ucap Lina dalam hati lalu segera masuk ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan untuk Rahma.


setelah menonton film drama yang sangat sedih hingga menguras air mata Risa dan sesekali terlihat tangan putra menyeka air mata itu,putra sibuk menenangkan Risa yang menanggis karna nonton dan mengatakan untuk mematikan film itu tapi Risa bersikeras menontonnya dan itu membuatnya terus menanggis. putra mengambilkan minum untuk nya,Risa meminum nya lalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih,Risa mulai nyaman dengan keberadaan putra. saat ini mereka sudah berbaring di atas tempat tidur tanpa melakukan apapun,hanya saling memeluk dan tengelam dengan pikiran mereka masing masing sampai akhirnya mereka terlelap bersama.


...****************...


hari ini tepat dua Minggu Risa berada di kediaman putra, walaupun mereka tinggal bersama tapi mereka tidak melakukan hal hal yang berbau dewasa,mereka ada di rumah yang sama di kamar yang sama tapi hanya di habiskan dengan berpelukkan dan berbincang.

__ADS_1


"pak putra kemana sih!" ucap Risa setelah melihat jam sudah pukul 23.45 tapi putra belum juga kembali,tadi memang sempat bilang kalau dia akan ada ulang tahun teman tapi katanya tidak akan sampai malam. "mana ga bisa di hubungi lagi!" sambung nya lagi.


akhirnya Risa mencoba menelponnya lagi,kali ini nyambung dan di angkat.


"halo..."


"halo... ya... siapa ini?" jawab dari sebrang sana dan suara perempuan.


"bisa saya bicara dengan pak putra?" jawab Risa berusaha tenang.


"nanti aja ya Putra lagi sama gue! nanti aja kalau loe mau minta giliran" balas perempuan itu lagi agak berteriak karna disana cukup berisik seperti di club.


"mana mana obat nya buruan keburu putra kesini!!" suara itu terdengar dari HP yang ternyata belum mereka matikan,Risa terdiam mendengarnya "dia dateng tuh! Nurul.sama indri siap siap di kamar aja! bakal gw bikin loe berdua di datengin satu satu sama dia" salah seorang wanita mengucapkannya sambil tertawa dan tiba tiba HP nya mati. "obat apa yang akan mereka beri ke putra? apa obat itu akan mereka berikan ke putra? apa itu mematikan? apa itu membahayakan putra?" ucap Risa dalam hati. dia sangat khawatir sesuatu akan terjadi pada putra.


30 menit kemudian....


terdengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan rumah,tak lama ada suara langkah kaki yang berlari dan masuk ke dalam. sampai di dalam dia langsung membuka kemejanya, "ris.. Risa... " panggilnya. Risa hanya diam tanpa bergerak sama sekali, "kau belum tidur sayang" ucapnya lagi saat menemukan Risa di depan televisi,dia menghampiri Risa dan langsung menciumnya.


"apaan sih ka!" Risa berusaha memberontak.


"diamlah... mereka memasukkan sesuatu pada minumanku,aku memilih pulang karna ada perasaan yang harus aku hargai...." ucapnya sambil memeluk Risa, mendengar ucapan putra Risa pun terdiam. "ayo ke kamar... panas sekali tempat ini" ucapnya sudah hanya mengunakan ****** *****.


Risa yang takut sesuatu akan terjadi hanya mematung, "percayalah padaku Risa" ucapnya sambil memandang langsung ke manik mata Risa dan mencium bibirnya sekilas, "aku tidak akan melakukan apapun padamu kecuali kau yang meminta nya" sambungnya lagi lalu mengendong Risa menuju kamar.


dikamar Putra terus menciumi Risa tanpa perduli Risa tidak pernah membalas ciuman itu,bukan baru ini tapi dari awal Risa tidak pernah membalasnya, putra menggosok bagian tubuh nya yang sudah mengeras ke bagian belakang Risa dan itu sempat membuat ingin membalikkan badannya tapi putra menahan nya,putra hanya mengulurkan tangannya untuk mengambil tangan Risa dan di arahkan menyentuh bagian tubuh yang mengeras itu lalu menggoyangkan secara perlahan,Risa memegangnya dengan sangat gugup sampai tangannya gemetar,mungkin jika tak ada tangan putra yang juga memegang tangannya dia sudah akan melepas benda itu,dia hanya melakukan yang di minta Putra,hanya karna ada tangan putra yang juga memegang tangannya. air matanya sudah turun,dalam hati dia sangat takut sesuatu terjadi padanya,sampai tiba tiba dia mendengar putra mengerang lalu Risa merasakan tangannya basah,licin dan lengket. putra tetap memintanya diam sementara dia membersihkan tangan Risa mengunakan tisu basah,lalu meminta Risa menganti celananya yang sempat kena semburan tak terduga,sementara Risa ganti baju putra Menganti seprai yang terkena kegiatan nya barusan,setelah Risa keluar dari kamar mandi dengan baju yang telah di salin,gantian putra yang masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh tubuh nya,didalam kamar mandi dia menyesali apa yang dia perbuat. putra menghabiskan waktu hampir satu jam di kamar mandi,saat dia keluar dia melihat Risa sudah berbaring membelakanginya,tapi Putra tidak jalan ke ranjang melainkan keluar dari kamar,dia ke dapur untuk membuatkan susu coklat hangat untuk Risa.


...****************...


hiks... hiks.... hiks.....


putra berhenti sebentar di depan kamar,dia mendengar suara tangisan dari dalam,awalnya dia ragu untuk masuk tapi karna dia memang berniat bicara pada Risa dan meminta maaf akhirnya dia tetap masuk ke dalam kamar dan menemukan Risa meringguk memegang lututnya dengan posisi tidur membelakanginya.

__ADS_1


__ADS_2