Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
malam panjang membuka kisah lalu


__ADS_3

malam itu di kediaman Bagus dan Risa.


ceklek....


pintu kamar terbuka,bertepatan dengan Risa yang baru keluar dari kamar mandi,Bagus langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dia ingin bicara dengan sang istri yang setelah kejadian tadi terus diam,dia lebih baik Risa memaki atau memukul nya ketimbang harus melihat Risa diam seperti ini.


saat keluar dari kamar mandi,dia lihat Risa sudah diatas kasur dan memejamkan mata. Bagus tahu istri nya belum terlelap,dia hanya menutup akses bicara yang akan Bagus lakukan.


"sayang... kamu sudah tidur?" tanya Bagus sambil ikut masuk ke bawah selimut,tapi tak ada jawaban apapun dari Risa yang saat ini membelakanginya. Bagus memiringkan tubuhnya lalu mengulurkan tangannya untuk memeluk Risa dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri,ini pertama kali kami bertengkar setelah hampir 6 bulan kami menikah, sebenarnya Bagus bingung bagaimana menjelaskannya dia tidak mau Risa terlalu khawatir.


"sayang...aku tahu kamu belum tidur,aku tahu kamu pasti denger aku bicara... tadi sore pas aku lagi kerja,ada orang yang mengirim foto kamu di mini market yang tak jauh dari kedai dan dia menaruh tulisan pada kiriman foto itu kalau akan menabrakmu,lalu dia mengirim foto kedua di gang depan kontrakan Ade sambil antri di tukang kentang langganan Ade,di foto itu dia melingkari seorang wanita tepat di samping mu,wanita itu melihat kearah kamera dan berkata kalau perempuan itu membawa serbuk racun yang akan dia tabur di makanan mu saat kamu tak melihatnya. Aku takut ris,aku takut itu kejadian dan aku ga bisa bareng kamu lagi kaya gini" cerita Bagus pada Risa yang terus diam dalam dekapan nya, bahkan ada air mata yang jatuh.


Risa tertegun saat ada air yang jatuh di pundak nya,dia terkejut dengan cerita suaminya,dia juga terkejut karna tahu suaminya menanggis,hal yang sangat jarang dia lakukan. Risa membalikkan tubuh nya berhadapan langsung dengan suaminya.


"sayang... aku ga tahu kamu telp,kalau aku tahu ga mungkin aku ga angkat tlp kamu. kamu tahu aku sesibuk apapun pasti angkat tlp apa lagi dari kamu." ucap Risa lirih,Bagus menbalasnya dengan sebuah senyuman dan mengecup kening Risa,lalu memeluk nya.


"sayang... boleh aku minta sesuatu?" tanya Risa masih dalam dekapan sang suami,yang langsung dijawab dengan anggukan "aku ga mau kamu bentak bentak aku kaya tadi lagi..." ucapnya lagi dan ada air mata yang turun saat mengucapkan itu,Bagus yang mendengar itu langsung menatap Risa begitu dalam,mengucapkan maaf, mengecup kening ,mata kedua pipi dan bibir sang istri.


"aku gak maksud marah,aku cuma takut kamu ilang dari hidup aku" ucapnya dengan bibir masih menempel pada bibir sang istri,yang membuat Risa merasakan sensasi yang berbeda dari ci***man mereka biasanya,dari ci***man kecil menjadi,dalam dan menuntut.


"aahh... Bagus... ah...." desah Risa saat tangan Bagus masuk kedalam piyamanya


"panggil terus sayang.." ucap Bagus sambil terus membuat jejak kepemilikan di leher jenjang Risa dan tangannya mengelus kedua gunung Risa dan memainkan sesuatu yang sudah mengeras disana.


"aahhh...sayang..." desah Risa saat mulut Bagus mengecap manisnya gunung itu,tangan Risa menarik kepala Bagus agar tidak lepas dari gunungnya.


malam itu menjadi malam yang sangat panjang untuk mereka berdua hingga,malam yang hanya terdengar suara ******* dan sakit kenikmatan,sampai melakukan beberapa kali pelepasan dan akhirnya keduanya kembali mengerang panjang bersama, Bagus melepaskan semuanya kedalam Risa yang sudah terlihat lelah. lalu mereka beristirahat dengan saling berpelukan,mengecup kening, dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


malam ini benar benar malam panjang kedua untuk mereka setelah yang permata saat bulan madu kemarin,baru hari ini mereka melakukannya lagi. hal itu terjadi bukan tanpa sebab,karna setelah bulan madu kemarin,selain Risa masih merasa sakit di bagian bawahnya,Risa dan Gia juga ada beberapa pesanan yang menyita waktu mereka,lalu Bagus tugas keluar kota,saat Bagus kembali dan akan melakukannya ternyata Risa haid,jadi mereka baru bisa melakukannya sekarang, setelah pertengkaran kecil mereka.


"hei... jangan tidur... kamu belum bersih bersih" panggil Bagus sambil mencubit hidung Risa


"aku ngantuk.." jawabnya serak


"apa ada yang sakit? apa itu masih sakit" tanya Bagus khawatir,karna sejujurnya saat bulan madu kemarin Risa seperti masih sangat perawan padahal dulu nya dia adalah seorang 'wanita malam'


"Sakit tapi sedikit..." ucapnya lirih,Risa memejamkan mata hanya karna menahan perih di bagian intimnya.


"aku periksa ya" jawab bagus langsung turun dan benar benar memeriksanya melihat milik Risa yang masih agak kemerahan karena melakukan pelepasan bersamanya berulang kali. Risa yang malu dengan apa yang di lakukan sang suami langsung menarik sang suami agar menghadap ke wajahnya.


"Malu..."


"kenapa mesti malu? aku sudah mencicipi setiap jengkalnya!"


"kenapa sayang?? mau mengulangnya lagi? sambil mencolek milik sang istri


"kami tuh" balasnya sambil memukul dada sang suami lalu memeluknya.


hening...


Risa sibuk main didada sang suami dan suaminya terus mengelus kepala istrinya.


"sayang..." panggalnya serius yang sedikit membuat Risa terkejut.


"hhhmmm"

__ADS_1


"apa aku boleh tanya sesuatu?"


"hehemm"


"tapi janji! kamu ga boleh marah ataupun tersinggung,kalau kamu ga mau jawab ga masalah,kamu tinggal bilang kalau kamu ga mau jawab... oke?"


"oke"


"apa kamu masih Virgin?"


Risa menghela napas dengan sangat dalam.


"kamu boleh ga jawab kalau kamu ga mau jawab" balas Bagus saat mendengar helaan nafas itu.


"mas... mandi aku bersih bersih dulu ya..."


"oke" jawab nya dengan cepat,karna menurutnya perasaan istrinya lebih penting, walaupun dia sangat penasaran dengan jawabannya,setelah 10 menit berlalu Bagus dengan jahilnya masuk ke dalam kamar mandi menyusul Risa,kamar mandi itu memang cukup luas untuk dua orang.


"hei.. nanti masuk angin..." panggil Bagus melihat Risa berendam sambil memejamkan matanya,Risa tersenyum dan mengundang Bagus masuk ke dalam bathtub,Bagus masuk dan membantu Risa membersihkan diri,sesekali dia mencolek bagian lain untuk menggoda Risa. setelah keluar dari bathtub Bagus membantu Risa mengeringkan badannya,saat Risa akan keluar Risa mengambil handuk lalu mengeringkan junior Bagus,sambil menc***m bibir suaminya,setelah dia rasa sang junior mengeras dia melepas handuk itu dan lari keluar sambil tertawa...


"RISA!!!" teriak Bagus marah dengan apa yang istrinya lakukan,tapi dia juga terkejut dengan kenakalan yang Risa lakukan tadi,setelah membuat pelepasan sendiri karna perbuatan sang istri,Bagus keluar dari kamar mandi melihat ke arah dinding pukul 04.15 dia kembali merebahkan diri di kasur sambil menunggu istri nya keluar kamar,saat sedang melamun tiba tiba...


Ceklek....


pintu terbuka,sang istri muncul membawa secangkir kopi,secangkir teh dan beberapa keripik serta camilan.


"ayo kita mulai ceritanya..." ucap Risa sambil menaruh minuman di meja samping ranjang.

__ADS_1


__ADS_2