
setelah kejadian bagus dan Risa hubungan mereka membaik,Risa juga setuju untuk mengambil satu kontrakan kios kecil untuk di jadikan rumah makan yang terpisah dari kontrakan mereka,bagus sebenarnya mau membantu tapi Risa dan gia menolak karna itu untuk usaha mereka mau memakai uang nya sendiri agar mudah mengatur pembukuannya. seiring berjalannya waktu usaha mereka makin membaik tapi gia dan Risa belum berani membuka cabang,bahkan untuk belanja dan membuat bumbu masih mereka lakukan sendiri,agar cita rasa nya tidak berubah.
"gi... kamu kenapa sih de?" tanya Risa saat melihat gia kembali melamun,yang hanya di jawab dengan senyum oleh gia. Risa sangat heran dengan perubahan gia,sudah dua hari ini gia lebih sering melamun,bahkan sempat salah kasih kembalian dan sekarang bumbu yang sudah di beri garam lalu dia taburkan garam lagi,entah jadi apa bumbu itu sekarang. Risa dan bagus menyadari perubahan gia tapi tak ada satupun dari mereka yang bisa membuka itu.
FLASHBACK ON.....
"heh gia!! tinggal dimana loe sekarang hah!!" tanya seseorang yg ternyata adalah 'DENDI' dia kakak sepupunya yang dulu hampir memperkosanya.
"woi!! kalau orang lagi tanya dijawab!!" ucapnya lagi karna gia tidak sama sekali membuka mulutnya,gia hanya diam bukan karna takut melainkan karna dia tidak ingin jadi bahan tontonan orang.
"oh... sekarang loe bisu? kenapa loe bisa bisu! kualat loe kan udah bunuh bokap gue"
__ADS_1
"tolong jangan ganggu aku lagi,aku udah pergi jauh dari kehidupan kakak,aku pun udah ga repotin kalian lagi jadi kalian ga perlu repot-repot cari tahu dimana aku tinggal" akhirnya gia bersuara setelah kasus om nya di bawa bawa oleh kakak sepupunya.
"gw liat liat kayanya enak kehidupan loe sekarang! baju bagus... pake hp,tas bagus,agak bersih lagi sekarang! ada yg rawat Loe?? om om dr mana?? ngejablay loe ya??"
"jangan ganggu gua ka... " sebenarnya banyak yang ingin gia keluarkan tapi semua tertahan,gia tidak ingin kakak sepupunya tahu dimana keberadaan nya dan tempat tinggal nya yang sekarang.
"heh!! masih berani lu sama gw??? inget hi... inget... loe itu orang yang udah bunuh bokap gw! gara gara loe segitu cepet nya nyokap gw jadi janda dan Ade Ade gw jadi anak yatim." betapa sakit nya hati gia saat mendengar itu,tak terasa gia pun menitikkan air mata dan berjalan pergi,bahkan gia berlari untuk menghindari nya.
FLASHBACK OFF....
"gi... kamu istirahat gih... biar mas yang gantiin kamu bantu ka Risa" ucap bagus setelah melihat gia terus melamun,bahkan sesekali menyeka air matanya.
__ADS_1
tanpa berkata apapun gia langsung kembali dan masuk kamar nya,karna sekarang tempat makan yang terpisah dari kontrakan pribadi jadi gia punya kamar sendiri begitu pula dengan Risa.
setelah masuk ke dalam kamar gia kembali menitikkan air matanya,dia berusaha memejamkan mata agar tetidur tapi tidak bisa,bayangan 'dendi' kembali muncul di kapalanya,kata-kata yang diucapkan Dendi bagaikan sebuah tusukkan jarum buat hati nya,gia kembali duduk mengambil sebuah buku dan pulpen yang selalu ada di atas meja nya lalu gia mulai menulis.
...*andai hanya dengan mengeluarkan air mata semua ini selesai mungkin aku akan membiarkan air mata ini terus turun......
andai dengan mengeluh semua itu akan hilang,aku akan terus mengeluh...
andai dengan kemarahan semua itu akan lenyap....
nyatanya tidak.... semua itu terus membayangi dan menghantui ku...*
__ADS_1
setelah hari itu gia lebih banyak diam,bahkan sesekali Risa menangkap basah gia sedang merokok di kamar nya,Risa sudah coba bertanya tapi gia tetap bungkam dan menyimpan semua nya sendiri. Risa memang tidak pernah melarang gia merokok.karna Risa pun dulu merokok tapi Risa terlalu kaget dengan perubahan gia yang begitu fantastis,Risa hanya takut gia akan lebih nekad jika di larang makanya Risa pun membiarkan nya tapi tetap dalam pantauan Risa.