Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
84 THE DAY part 2


__ADS_3

Tidak hanya sampai di situ, Awan melihat ke teman temannya lalu bicara kembali. "kami bersahabat dari masih kecil, dari belum tahu apa apa sampai tahu segala macam. dari ga punya apa apa sampe bisa beli banyak hal, kami tumbuh besar bersama walaupun di tempat yang berbeda,sebuah kebanggaan untuk saya menjadi saksi dari kisa cinta sahabat sahabat saya. saya cuma mau berpesan kepada semua teman saya, baik yang sudah menikah atau belum, plis banget... jangan pernah sakiti hati pasangan kalian, karena kalian tidak ada mendapatkan sesuatu yang sama untuk kedua kali nya, hargai mereka seperti kalian menghargai diri kalian sendiri dan buat Rian, inget... satu kali lu nyakitin dia, akan ada seribu pria yang menyembuhkan luka itu" tandas Awan lalu menghampiri kedua mempelai dan memeluknya.


Bagus dan teman yang lain datang untuk ikut memeluk Rian, rasa haru terjadi di sana, biar bagaimana pun juga mereka besar bersama. walaupun dari tempat yang berbeda tapi selalu hadir sebisa mungkin di kala moment bahagia untuk para sahabatnya yang lain.


...****************...


Setelah acara selesai Gia kembali ke kamar terlebih dahulu, sedangkan Rian duduk bersama para sahabat memang itu yang selalu di lakukan mereka setelah acara selesai, mau itu acara pernikahan atau salah satu dari mereka ada yang ulang tahun, mereka selalu menjaga persahabatan mereka dengan saling membuka diri, saling percaya satu sama lain, untuk mereka pada dasarnya seorang sahabat tidak akan menjelekkan sahabat sendiri.


"yan... gimana rasanya?" tanya Rezky.


"gimana jawabnya ya ky?!" jawab Rian sekena nya, " loe kawin gih biar rasain" lanjutnya sambil tertawa.


"kawin mah udah kali" Hendra menyambung.


"nikahnya yang belum" timpal Hendri.


pernyataan itu membuat semua tempat tertawa termasuk Rian.


"gue percayakan dia ke lu, gue yakin temen gue bisa bikin dia bahagia, tapi inget kalau sampai lu sakitin dia, gue adalah orang pertama yang akan tarik dia dari kehidupan lu dan jangan pernah berharap lu bisa ketemu dia lagi, walaupun lu sahabat gue tapi adik gue jauh lebih berharga." ucap Bagus sangat serius.

__ADS_1


"kalau suatu saat lu sudah tidak sayang sama dia, bilang sama kita, biar kita yang bawa dia pergi dari lu" kali ini Awan yang nyaut.


Rian menatap dua sahabatnya itu dan berkata. "gue akan bikin dia bahagia dan gue gak akan balikin dia ke kalian kecuali gue sudah tidak mampu membahagiakan dia, baru gue akan balikin ke kalian dan mungkin itu saat gue mati, tapi selama gue masih bernafas, gua akan sebisa mungkin membahagiakan dia walau harus mengorbankan kebahagiaan gue." jawab Rian tegas kepada kedua kakak angkat dari istrinya tersebut.


"serius banget ini pembicaraan" ucap Hendra sambil menuangkan minuman ke gelas teman temannya.


mereka kembali bercengkrama sambil menenggak minuman yang mereka sudah siapkan, membahas masa lalu, membahas wanita yang mendekati salah satu temannya dan banyak lagi.


...****************...


03.05


Gia terbangun karena merasa ada yang menggerayangi tubuhnya, "mas kamu ngapain?" tanyanya terkejut,dia ingat betul pembicaraan dia dengan Rian tentang hal ini. Rian memang tidak berjanji akan menunggu kesiapan Gia untuk melakukannya,tapi dia berjanji akan bilang terlebih dahulu jika dia benar-benar tidak bisa menahannya. "mas apa apaan sih! " tegur Gia lagi karna Rian masih tidak berhenti, bahkan badan Gia sudah bergetar hebat karena takut.


"sayang kamu jangan banyak tanya" terus menc*b*i sang istri.


"mas kamu kenapa?"


"kamu diam bisa ga sih!" bentak Rian akhirnya membuat Gia menutup mulutnya.

__ADS_1


mendengar bentakkan itu Gia langsung diam, badannya masih bergetar karena ketakutan,Gia menahan air matanya agar tidak keluar, dia tahu memang dia harus mengalami tapi tidak seperti ini karena ini membuatnya takut, bahkan sangat takut.


Rian yang sudah tidak bisa menahan hasrat nya terus berusaha membuka pakaian Gia, bahkan saking tidak sabarnya pakaian itu justru robek dan hal itu membuat Gia semakin takut hingga akhirnya membuat air matanya turun. Rian langsung menyadari saat melihat Gia menangis, dia langsung menghentikan aktivitas nya lalu masuk ke kamar mandi.


"anj**g!! " teriaknya tanpa suara di dalam kamar mandi, Rian akhirnya menuntaskan hastratnya di dalam kamar mandi sambil mengumpan. "awas aja tuh anak dua, bakal abis mereka sama gua! ini pasti ulah nya mereka!! " omel Rian di kamar mandi.


setelah menuntaskan hasrat nya itu Rian buru buru kembali ke tempat tidur untuk menjelaskan pada sang istri, saat masuk ke balik selimut berapa kagetnya Rian saat mendapati sang istri masih memakai pakaian yang dia sobek barusan,Rian mendekati koper yang berisi pakaian sang istri dan mengambil baju ganti untuk nya.


perlahan Rian mendekatinya,dia melihat wajah sembab sang istri akibat ulahnya barusan, dia mengulurkan tangannya untuk membelai wajah sang istri. Gia yang merasakan sentuhan pada wajahnya langsung kaget bangun,lalu menyingkir, respon itu lah yang membuatnya Rian sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi.


"pake baju sayang... " ucapnya lembut pada sang istri sambil menyerahkan pakaian yang ia pegang.


Gia menerima pakaian itu dengan tangan yang masih gemetar, berlalu ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya meski sempat hampir terjatuh di depan kamar mandi tapi Gia berhasil menguasai keadaannya. Gia kembali ke balik selimut tanpa memperdulikan Rian yang menatapnya penuh penyesalan, Rian menghampirinya dan berlutut di samping tempat tidur sambil menatap sang istri.


"maaf... " ucapnya penuh penyesalan.


"aku cape mas" ucap Gia singkat lalu memejamkan matanya.


dengan berat hati Rian pun bangkit dari posisinya,lalu ikut masuk ke dalam selimut tak lupa tangannya langsung menarik Gia ke dalam dekapan nya, Gia sempat sedikit memberontak tapi akhirnya dia menyerah, karena dia tahu itu hanya akan sia sia.

__ADS_1


Gia yang nyaman dengan posisi seperti itu pun langsung tertidur pulas dalam dekapan sang suami, Rian sempat tersenyum melihat istri nya tertidur. semoga dia bisa lupain kejadian kemarin yang sangat tidak layak untuk diingat kembali.


__ADS_2