
Setelah malam itu Gia dan Rian selalu tidur dalam keadaan saling memeluk dan bertukar ci**man mesra, berbincang kegiatan hari ini hingga terlelap. mereka benar benar sangat menikmati peran mereka sebagai sepasang suami istri, keduanya merasa saling mengisi,saling membutuhkan, walaupun hanya satu kali dalam satu hari mereka saling memberi kabar mengunakan telepon genggam mereka entah itu menelpon atau bertukar pesan, mereka sama sama saling percaya bahwa pasangannya tidak melakukan sesuatu yang di larang agama ataupun negara.
...****************...
suatu siang Rian datang bermaksud makan siang dengan sang istri, mereka berdua memang sama sana tipikal orang pekerja, itu sebabnya kenapa dalam sehari hanya satu kali mereka saling menghubungi,karena jika sudah bekerja makan pun akan terlupakan dan akan tengelam dalam pekerjaan,sudah hal biasa untuk mereka berdua.
sampai di kedai yang sekarang sudah di renovasi menjadi sedikit lebih besar, Rian seketika berhenti melihat istrinya sedang berbincang dengan seorang pria di salah satu meja, Ria tidak meneruskan masuk ke dalam, dia hanya memperhatikan dari jauh,tangannya mengepal saat melihat tangan pria itu menyentuh tangan wanitanya.
karyawan Gia yang sempat melihat Rian langsung menghampiri,termasuk Ika, tapi Rian meminta mereka untuk tutup mulut. "daffa... Kayanya kehadiran anak ini akan menganggu hubungan gw kedepannya" batin Rian.
22.30
Rian masuk ke dalam rumah,sebenarnya dia tidak lembur, dia hanya sedang menetralisir pikirannya dari kejadian yang dia lihat siang tadi, dimana istrinya berbincang dengan seorang pria dengan sangat akrab bahkan sesekali dia tertawa tawa sejujurnya itu sangat menganggu untuk nya, apalagi pria itu menatap istrinya dengan sangat lembut sehingga membuat hatinya panas.
"astaga... sayang... " panggil Rian saat melewati meja makan, ada Gia yang tertidur di meja makan dimana ada makanan lengkap yang belum tersendok sama sekali, menandakan Gia belum memakannya. "sayang.. " panggilnya lagi.
"mas... kamu baru pulang?" tanya Gia setengah mengantuk.
"kamu kenapa tidur di sini?"
" aku tunggu kamu "
__ADS_1
"kamu belum makan?"
Gia menjawabnya dengan celengan kepala, Rian langsung mengajaknya makan, Rian tahu Gia tidak boleh terlambat makan dan ini sudah lewat jauh dari jam makan.
"lain kali langsung makan saat memang jam nya makan"
"tapi tadi aku nungguin kamu, aku telpon engga bisa"
Rian sedikit tersendak mendengar Gia menelponnya, dia langsung merogoh tas kerjanya dimana dia taro handphone nya, "aku lupa mengisi saya" ucapnya memperlihatkan pada Gia.
"ada yang aneh dengan dia" ucap Gia dalam hati. Gia sebenarnya ingin bertanya tapi dia takut akan membuat Rian tambah kalut, jadi dia diam saja dengan maksud tidak ingin membuat Rian tambah beban pikiran.
"mas... kamu ada masalah di kerjaan?" Gia sudah tidak tahan dengan diam nya sang suami, terlebih dia tidak bisa tidur memikirkan apa sebegitu berat yang di hadapi hingga Rian berusaha menyimpannya sendiri.
"engga ada... aku jalan ya" Rian langsung bangkit tidak menghabiskan sarapan nya, bahkan tidak menghampiri Gia sama sekali.
ada rasa marah dalam diri Gia, apa sebenarnya yang salah? kenapa suaminya seperti itu? bahkan untuk menoleh pun tidak sama sekali, Gia berangkat ke kedai nya sendiri, Risa sudah mulai bekerja juga sambil membawa sang baby. pekerjaan Gia jadi sedikit terganggu dengan masalah ini akhirnya tepat pukul 11.30 Gia menyerah karna sama sekali tidak berkonsentrasi.
"ka aku kekantor Rian dulu ya" ucap Gian masuk ke ruangan membuat Risa heran.
"tumben... ada apa?"
__ADS_1
"gak apa apa ka, sesekali"
"yakin? ga biasanya... "
"hahahaha... heran aku sama kakak, aku ga samper disuruh samper giliran aku samper malah di bilang tumben" ucap Gia sambil berlalu.
saat Gia sedang berjalan ke arah parkiran motor, tiba tiba Bagus datang dengan motor besar nya. "mau kemana?" tanya nya.
"kantor Rian"
"tumben"
"sama aja nih suami istri!" ucap Gia mendengar celotehan Bagus, melihat motor besar itu Gia langsung mempunyai rencana lain. "mas... tuker motor... " pinta Gia.
"pake aja" jawab Bagus enteng. adik nya ini memang mempunyai minat dengan motor motor besar, bahkan sebelum mereka membuka Cafe, Gia sempat sekali mengikuti balap liat dan menyabet juara 2 hanya satu kali setelah itu Risa melarang keras.
...****************...
Dalam perjalan menuju kantor Rian...
Gia kembali memikirkan hal yang di ucapkan Ika sebelum dia keluar dari kedai tadi. ternyata sudah dua hari ini Rian datang ke kedai tapi tidak masuk ke dalam karena melihat Gia dengan daffa, terbersit perasaan bersalah pada Gia. "kenapa dia tak menanyakannya langsung pada ku? emang dasar oneng!!" ucap Gia dalam hati.
__ADS_1