Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
BAB 14 aku kembali


__ADS_3

Kring... kring...


siang itu telepon di kedai kecil milik Gia dan Risa berbunyi, Gia yang tak jauh dari ponsel tersebut langsung mengangkatnya.


"hallo... selamat siang dengan kedai RIGI ada yang bisa kami bantu? "


"ha... lo... "


"iya halo mba, dengan siapa saya bicara?"


"saya niken mba, dari Da'silva corp"


"baik mba niken, ada yang bisa saya bantu?"


"gini mba, rencananya saya mau bikin pake makan siang untuk staf kantor kami, kantor kami tidak terlalu besar sih mba jadi kita bakal pesen paket makan siang sekitar 120 bisa mba?"


"maaf mba... mba tahu kami dari mana ya?"


"saya lihat di instagram mba"


"baik mba, untuk menu mau kami share melalui instagram atau bagaimana? atau mungkin mba mau kami kirimkan test food dulu?"


"gak usah mba... saya dan temen saya udah pernah kok"


"baik mba niken kalau untuk besok mungkin tidak bisa mba karena terlalu mendadak, mungkin kami akan mulai lusa, bagaimana mba? "


"boleh mba gak apa apa"


"tapi kami tutup setiap hari senin ya mba, saya bicarakan sebelumnya supaya mba ga kaget kalau kita ga kirim"


"iya mba gak apa apa jadi minggu dan senin mba libur ya"


"baik mba... terima kasih atas kepercayaan nya"


"sama sama... selamat siang"


Anton tersenyum saat mendengar Gia dan Risa menerima pesanan dari kantor nya, 'aku kembali..... aku kembali dengan caraku dan aku menjaga kalian dengan caraku' ucapnya dengan senyum mengembang.


Anton meminta salah satu staff nya untuk menelpon kedai milik wanitanya itu dan memesan paket makanan untuk makan siang, jadi kantor milik Anton mempunyai fasilitas makan siang. "apa tugasku sudah selesai pak?" tanya Niken pada Anton namun tak ada jawaban, lalu dia menoleh ke arah Jimmy sang asisten yang langsung memintanya untuk keluar.


"pak... apa pak bos tidak menemui mereka saja? mungkin mereka sudah luluh"


"mungkin minggu depan aku akan mencobanya jim!!"


"dengan status boss yang baru, semoga mereka menerima nya"


"aku ragu... tapi Terima kasih untuk support yang kau beri"


kedai RIGI sudah mulai mengirim makan siang untuk D'silva corp,Anton sudah meminta seluruh karyawan untuk menilai, dengan alasan kedai tersebut yang meminta nya, karena kedai ini baru mencoba membuat catering dan Anton, Jimmy serta niken di buat terkejut dengan hasilnya. hampir seluruh karyawan menyambut baik makan siang ini,dengan penilaian yang sangat bagus bahkan mereka seakan seperti sebuah kejutan, ternyata mereka sangat menyukai masakan yang di hidangkan dengan kedai tersebut.


'aku sebenarnya yakin mereka menyukainya tapi aku tak ingin terlalu terlihat, aku ingin mereka tetap menilai masakanmu' ucapnya dalam hati.


Gia yang mendapat email dari Da'silva corp langsung meloncat girang saat tahu bahwa email yang di terima adalah permohonan untuk tetap menjadi catering harian mereka untuk makan siang.


"astaga gi.... kakak gak percaya ini..." ucap Risa yang ikut senang saat di beritahu email itu.


"ya ampun ka... aku sampai gemeteran"


"eh.. ada kiriman baru..." Risa menunjuk komputer yang menandakan ada email masuk,Gia langsung menggeser kursor untuk membacanya,seketika air mata mereka langsung turun melihat beberapa foto yang dikirim Da'silva corp tentang penilaian mereka mengenai masakan yang mereka antar, semua memberikan respon yang positif,hanya ada dua suara yang selalu menghujat makanan ini, entah itu siapa.


Risa dan Gia langsung berinisiatif menghubungi pihak Da'silva corp untuk mengucapkan terimakasih atas kepercayaan mereka memilih KEDAI RIGI di antara banyak kedai dan catering yang lainnya.


"Halo selamat siang bisa bicara dengan mba niken"


"dari mana ibu? "


"saya Risa dari kedai Rigi,ingin berkunjung untuk mengucapkan terima kasih. "


"baik ibu akan saya sambungkan dengan ibu Niken,mohon ditunggu"


tidak sampai lima menit Niken sudah mengangkat telpon, tapi telpon itu di sambungkan langsung ke ruangan boss besar mereka,wajah Anton tersenyum senang saat mendengar suara Risa, wanita yang selama ini dia rindukan,senyum Anton sempat membuat Niken terkesima, tapi hanya sebentar karena ada senggolan yang berasal dari assisten boss nya itu.


"halo selamat siang mba Risa,saya dengan Niken"


"Siang mba saya dari kedai RIGI,mba besok kemungkinan kami berkunjung ke Da'silva corp dan untuk makan siang khusuk besok tidak akan kami masukkan ke tagihan, ucapan syukur dan terima kasih kami kepada Tuhan dan pihak Da'silva corp yang sudah memberikan kepercayaan luar biasa pada kami"


Anton yang mendengar itu sempat menoleh ke arah boss nya karena jawaban yang dia ucapkan harus persetujuan pak boss, boss nya mengangguk senang karena sebulan ini Anton hanya melepas kerinduannya melalui masakan yang disajikan untuk kantornya itu,ada rasa senang di saat tahu wanitanya akan datang.


"Boleh mba Risa... kami tunggu kedatangannya,terima kasih telah memberikan pelayanan terbaik untuk kami"


"kami melakukan sesuai dengan SOP kami mba, kami memberikan layanan terbaik ke setiap pelanggan" ucapnya tenang walaupun sebenarnya Risa sangat grogi.

__ADS_1


...****************...


Hari ini Anton sudah siap berangkat,pagi pagi sekali dia sudah rapi,bahkan tidurnya saja seperti tidak nyenyak karena tahu Risa dan Gia akan datang hari ini ke kantor nya,mba minah yang membantu Anton merapikan apartemennya sampai bingung saat malam itu di telpon oleh bos nya dan diminta datang pukul 5.30,awalnya mba minah pikir kalau dirinya telah melakukan kesalahan. ternyata saat sampai di apartemen mba Mina melihat seluruh isi di lemari bos nya ada di luar semua nya.


"bi... apa ini bagus? "


"bagus tuan"


"kalau yang inj bagaimana?" tanyanya lagi mengambil pakaian yang lainnya.


"maaf tuan kalau boleh tahu tuan mau pakai kemana? "


"ke kantorlah... pertanyaan macam apa itu!!"


"begini tuan, kalau yang sebelah kanan sepertinya lebih cocok untuk acara penting"


"jadi menurutmu pekerjaanku tidak penting?"


"bukan itu maksud saya tuan"


"bibi itu... aku ingin penampilan tidak akan ada yang bisa lupakan hari ini. ""


"baiklah... penampilanmu luar biasa tuan"


"bibi.. kenapa kau membuatku malu sih... hahahaha" ucapnya sambil kembali memakai celana lain.


Anton dan bi Mina cukup dekat bahkan dari Anton belum menikah dengan Deasy bi Minah sudah cukup mengenalnya.karena bel berbunyi Bi Minah keluar untuk membuka pintu, berdiri seorang pria tampan, dengan perawakkan yang sama dengan majikannya,siapa lagi kalau bukan sang asisten.


"hari ini akan ada acara yang sangat penting" tanya bi minah bingung.


"hari ini Risa akan datang bi, nona Risa akan datang. .."


"alhamdulillah..."


"doa kan agar majikan bibi yang bodoh itu kembali seperti pada umumnya bi, dan semoga Risa mau menerimanya."


"Amin ya Allah..."


Anto jalan dengan gagah masuk ke dalam kantor membuat semua maya tertuju padanya, seperti kata kata pada adara miss Indonesia bahkan beberapa karyawan agak sedikit terkejut melihat senyum yang mengembang padanya,tidak ada sikap dingin yang biasa dia tunjukkan pada senua orang beberapa waktu ini.


sementara itu di kontrakan pemilik kedai RIGI.


Risa dan Gia sudah siap berangkat ke Da'silva Corp,mereka sedang menunggu taksi online yang akan membawa mereka ke sana.


Anto tak berhenti bercermin lalu menatap ke arah depan kantor melalui kaca ruangannya, setelah 25 menit mondar mandir akhirnya yang di tunggu muncul di depan kantor,wajah Anto memerah saat melihat Risa dari mobil, dalam hati dia bertanya tanya 'mobil? mobil siapa itu? bukan kah mereka belum membeli mobil' ucapnya dalam hati.


"selamat siang mba Risa... mba Gia... Saya Niken,senang bisa bertemu dan berbincang langsung dengan kalian."


"siang mba... terima kasih atas kesempatan yang kalian berikan kepada kami, terima kasih juga untuk kepercayaan pada usaha kami"


"sama sama mba... justru suatu kehormatan untuk kami menerima kalian yang secara tidak langsung mengingatkan kami untuk makan" balas nya lagi sambil tertawa.


"mba niken apa CEO ada? kebetulan kami membawa makanan, mungkin mau di nikmati bersama"


"CEO kami sedang rapat, mungkin sebentar lagi akan kembali,sebenarnya ini sangat kebetulan mba Risa... mba Gina... Datang berkunjung ke sini..." ucap Niken lalu berjalan menuju mejanya,membuat Risa dan Gia bingung bercampur takut. "begini mba,saya serta karyawan disini sangat menyukai masakan kalian, bahkan CEO kami selalu menikmati lunch yang kalian hidangkan,maka dari itu kami memutuskan akan memberikan kontrak pada 'KEDAI RIGI' untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan Da'silva corp baik acara internal maupun acara besar kami,luch kami pun akan memakai jasa kalian. bagaimana? apa kalian terima atau kalian tolak? ini kontraknya bisa kalian baca dulu sambil menunggu CEO kami selesai."


tak lama Niken kembali. "bagaimana mba Risa kontrak yang kami buat?"


"saya sebenarnya sangat ingin menerimanya,tapi... "


"ada apa mba? ada yang salah dengan kontrak ini?"


"bukan mba...kontrak ini langsung 2 tahun?"


"ya... masakan kalian cukup masuk dengan lidah kami, termasuk CEO kami"


"aku hanya takut kalian bosan karena jika saya membatalkan kontrak ini denda nya cukup besar"


Niken menatap Risa dengan heran, "apa itu ada artinya kalian akan melanggat kontrak?" ucap Niken sedikit ketus.


"jangan galak padanya! atau besok kau tidak usah kembali ke sini!!" suara sang bos mengema di telinganya,yang langsung membuat raut wajahnya berubah kembali ramah.


"maksud saya begini mba Risa... seperti yang tertulis pada point 2 bahwa setiap akhir pekan mba Rida dan mba Gia wajib memberikan kamu menu untuk seminggu ke depan dan tidak ada tawar menawar."


"baik mba... saya akan usahakan" ucap Risa lalu menandatangi kontrak itu.


"baik mba Risa sebentar lagi CEO saya akan datang jika mba Risa ingin menata makanannya silahkan.... saya sudah bilang pada beliau jika pihak RIGI akan datang untuk makan siang bersama dan beliau juga yang meminta agar makan di ruangan beliau, mati saya antar" ucap Niken senang karena pihak Risa menanda tangani kontrak.


Risa menganggukan kepala dan mengikuti Niken,mereka masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar,Risa cukup kagum dengan ruangan maskulin itu, "wangi ini...." ucap Risa dalam hati, "sudahlah... minyak wangi itu di produksi cukup banyak." ucapnya lagi dalam hatinya.


"mba Risa saya tinggal ya... nanti CEO saya akan datang tunggu saja"

__ADS_1


"mba Niken tidak ikut makan?"


"aku akan kembali mba Risa, jangan khawatir."


"baiklah..."


15 menit kemudian Risa mendengar suara beberapa langkah kaki yang mendekat, Risa langsung buru buru berdiri untuk menyambut.


cekrek.... pintu terbuka,beberapa orang masuk termasuk Nike dan.... betapa terkejutnya Risa saat melihat seseorang yang sebenarnya sangat dirindukan,cukup lama hingga Risa bisa menguasai keadaan.


Risa mengumpulkan segala keberanian untuk membuat percakapan maksud dan tujuannya datang. "ya... Niken sudah memberitahu pada saya" ucap Anto seformal mungkin, padahal dirinya sudah ingin menabrakkan diri ke arah Risa, saking dia sangat merindukan wanita itu.


keakraban terjadi di antara bos dan anak buahnya termasuk bersama Risa yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari kerja sama kantor,Risa sedikit kagum dengan sikap Anto saat itu, lain dengan karyawan nya yang biasa melihat....Anto sangat ramah pada seluruh karyawan nya, bahkan ada yang sempat berfikir kalau pak Anto menyukainya padahal memang seperti itulah Anto.


"kalau begitu saya pamit kembali ke kedai" ucap Risa pamit setelah berbincang cukup banyak.


"Niken... sudah di kontrak? apa ada masalah atau hal lain yang kurang dari kontrak kami?" Anto bertanya langsung menatap kami berdua,sementara yang lain bubar secara teratur tanpa komando apapun.


"tidak ada yang kurang pak.... bukan begitu bu Risa?"


"ah... iya tidak ada yang kurang, tapi konsekuensi itu apa berlaku?" tanyanya.


" tentu bu Risa, anda sudah menandatangani nya. apa ada yang salah? "


"tidak mba Niken,saya hanya kurang nyaman dengan panggilan anda" Risa mencoba mengelak.


"ouh maaf mba... saya pikir karena ada Pak Anto jadi saya harus se profesional mungkin." ucapnya.


"baiklah tinggalkan kami" Anto bersuara cukup tegas dan Niken langsung keluar,Risa pun menyusul. "aku tidak meminta mu keluar Risa!" ucapnya lagi cukup tegas membuat Risa mematung.


"maaf pak urusan saya sudah selesai... saya akan kembali ke kedai"


Anto berjalan mendekat,tidak di pungkiri,Risa begitu merindukannya, namun Risa tidak ingin tengelam. "maaf pak... bisa anda berhenti di sana" ucap Risa lagi saat melihat Anto mendekat lagi.


"tidak Risa....aku merindukan mu" ucapnya menarik Risa kedalam pelukannya sambil menekan remote yang ada di saku agar pintunya terkunci.


Risa sempat terhanyut dan membalas pelukkan itu,namun di detik selanjutnya baru dia berusaha melepaskan diri dari Anto,sempat tersenyum saat dia merasakan mantan kekasihnya itu membalas pelukannya,namun kemudian dia melepasnya.


"kalian marah untuk kesalahan yang sudah ku jelaskan"


"lebih tepatnya terlambat menjelaskan."


"Risa... aku sudah menyelesikan hubunganku, bukan demi dirimu, tapi tidak ada kecocokan antara kami"


"itu bukan urusanku"


walaupun jawaban Risa seperti itu tapi Anto tetap menceritakan semuanya, hingga hancurnya rumah tangga nya, bagaimana dia menyayangi mantan istrinya itu lalu di hancurkan begitu saja,lalu di saat dia sangat rapuh bertemu dengan seorang malaikat yang menyerupai wanita yang sekarang ada di depannya.


"aku tidak memaksa mu percaya dengan apa yang telah ku ceritakan! aku hanya berbagi sebuah kejujuran padamu."


"rasa yang muncul itu hanya datang karena kondisi mu yang telah patah hati dan di kecewakan"


"awalnya aku juga berfikir demikian,makanya aku mencoba pergi dari kalian. namun yang terjadi adalah aku hancur tanpa kalian berdua, sampai akhirnya aku bangkit lagi dan kembali mendekati kalian dengan caraku"


"kau memaksa karyawan mu mengambil catering ku?"


Anto yang sudah menyiapkan semuanya, yang dia tahu kalau wanita nya akan menanyakan hal ini,langsung mengeluarkan kertas dimana ada 3 tempat catering yang bekerja sama dengan perusahaan nya dan dari 3 tempat tersebut, tempat Risa lah yang nilai nya paling tinggi.


"percayalah... semua vote sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku,semua vote murni karyawanku yang memilih"


"aku tidak tahu apa aku harus berterima kasih atau harus marah padamu apa yang telah kau lakukan sebenarnya menyelamatkan kedai kami... entahlah mas... dari lubuk hatiku yang terdalam aku memaafkan mu tapi...."


"stop.... itu yang penting bagiku.... sisanya biar kita urus seiring berjalannya waktu"


"mas... Gia cukup kecewa dengan kejadian kemarin,kau tahu kan dia berarti untukku."


"aku memang ingin menuntaskannya satu persatu dan aku sangat berharap kamu bersedia membantuku"


" aku tidak bisa banyak membantu karena apa yang terjadi cukup mengecewakan untuk kami,apalagi cara istrimu menuding kami,membuat semua orang mencibir kami. bahkan aku tidak merasakan itu saat aku menjadi wanita malam"


"tenang... mas disini... mas kembali..."


sore itu Risa kembali ke kedai di antar Anto, tapi Risa minta untuk tidak sampai di kedai karena tak enak dengan Gia,Risa ingin Anto menyelesaikan semuanya pada Gia dan bicara dari hati ke hati namun tidak saat ini.


"boleh aku menelpon mu?"


"boleh"


"terima kasih Risa"


"sama sama Anto"

__ADS_1


"RISA!" panggilnya sedikit kesal,Risa terkekeh lalu pergi.


"terima kasih untuk kesempatan yang kau beri" ucapnya sambi melihat wanitanya itu berlalu.


__ADS_2