
Benarkan yang aku katakan! dia pasti ada di sini" deasy yang saat itu sudah ada di depan kontrakan Risa dan melihat mobil suaminya di sana.
Deasy masuk ke rumah itu tanpa permisi dia langsung mendapati suaminya sedang duduk sendirian di ruang tamu. "sayang... " panggilnya manja.
" Apa yang kau lakukan di sini?"
" jemputmu sayang apalagi??"
"pergilah... dan jangan ganggu mereka! "
"ayo pulang bersama ku! "
"tidak! kita dalam proses perceraian saat ini! tolong biarkan aku sendiri! "
"kau benar benar akan menceraikan ku untuk ****** mu itu??"
"tutup mulut mu des! kau jauh lebih ****** darinya! pergi sekarang atau kau akan kehilangan semua milikmu saat ini! " ancam Anton.
pertengkaran itu didengar oleh dua wanita yang ada di dalam kamar, hancur...Risa sangat hancur mendengar semua penuturan istri Anton tersebut, padahal dari awal dia sama sekali tidak merebut Anton bahkan dia selalu meminta Anton untuk kembali ke rumahnya dan kembalinya Anton ke rumah pun berkat bujukan Risa,Risa juga yang memintanya untuk menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin, tidak kasar dan tidak mengancam.
Deasy yang telah di ancam langsung angkat kaki dari situ, biar bagaimanapun kesuksesan Risa saat ini adalah campur tangan suaminya, itulah yang membuatnya tak ingin melepas suaminya itu, namun bodohnya dia malah mengkhianati suaminya itu.
...****************...
Anton melampiaskan dirinya dengan bekerja,hanya itu yang membuatnya lupa dengan apa yang telah dia hadapi,seperti saat ini, tepat pukul dua dini hari, pintu ruangannya di ketuk.
"masuk"
"pak... apa tidak sebaiknya kita kembali?? ini sudah cukup larut" tanya Jimmy sang asisten yang sepertinya sudah lelah.
Anto melihat ke arah jam tangannya dan sedikit terkejut karena ternyata se larut itu, dia merapikan barang barang dan laptopnya lalu menyusul asistennya.
"jim.. besok tidak ada jadwal yang mendesak bukan??"
"tidak pak"
"kalau begitu,istirahatlah... dan jemput aku pukul 10 besok, dan bawa aku ke rumah,aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Deasy."
"baik pak, akan saya laksanakan!"
"aku ingin segera terlepas dari wanita rubah itu,siapkan seluruh bukti dan katakan padanya kalau aku akan membongkarnya jika dia tidak menanda tangani surat itu!"
"baik pak"
Anton langsung menyuruh Jimmy untuk pulang,dia tahu asistennya sudah cukup lelah, Anton melewati lobby apartemen menuju kamarnya,Anton memang mengambil sebuah apartemen untuknya, semenjak memutuskan untuk berpisah Anton tidak lagi tinggal di rumah nya,rumah yang dia tempati bersama Deasy.
"good night gi... good night ris" pamitnya pada foto yang sudah dia ambil secara diam diam dan menemaninya menjalani hari hari yang sangat melelahkan.
pagi menjelang,Anton di bangunkan dengan cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah celah jendela,dia meraih jam tangan yang selalu dia letakan di samping tempat tidurnya. "jam 9... kenapa Jimmy tidak membangunkan ku" guman nya, lalu bangkit dan menuju kamar mandi.
Anton memang bukan orang yang langsung melihat ponsel, saat bangun pagi dia hanya akan melihat jam tangan lalu bergegas melakukan aktivitas selanjutnya. setelah mandi dia langsung menuju ruang Wardrobe yang tidak terlalu besar di apartemen itu, isi apartemen itu juga belum terlalu banyak karena Anton baru 2 atau 3 bulan ini menempatinya,semenjak dia mendapati Deasy istri nya yang paling dia utamakan, paling dia sayang dan paling dia kagumi kedapatan masuk sebuah hotel dengan seorang produser ternama, hanya demi mendapat peran utama dalam sebuah film.
flashback on
"sayang... kenapa kau belum juga hamil?" tanya Anton pada Deasy.
__ADS_1
"entalah sayang... mungkin Tuhan masih mau kita menikmati masa pacaran kita" jawab Deasy sambil tertawa, lalu mencium dada suaminya.
mereka masih sama sama berada didalam selimut,setelah melepaskan seluruh kerinduan panjangnya di atas ranjang karena Deasy baru kembali dari luar kota. terdengar desis dari bibir Anton saat istrinya memberi tanda di area dada nya,tidak tinggal diam tangan Anton pun dengan kreatif memberikan pijitan pijitan ringan untuk istrinya.
hari itu pun berakhir dengan Anton yang tidak berangkat bekerja dan menghabiskan waktunya didalam kamar bersama istrinya,dia sangat berharap akan ada benih yang tertanam disana,untuk melengkapi keluarga kecilnya ini.
saking semangatnya Anton dan Deasy melewatkan sarapan dan makan siang mereka,Anton terbangun sore itu, menatap istri yang dia sayang cukup lama,lalu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Anton keluar dari kamar menuju dapur,dia membuat makan malam untuk istrinya yang telah dia buat lelah dari semalam setelah dia kembali dari luar kota. Anton pandai memasak karena saat kuliah di Sidney dia melakukan semuanya sendiri, termasuk memasak dan mencuci, jadi pekerjaan ini biasa menurut dirinya. itulah yang membuatnya tidak mempekerjakan orang dalam rumah nya,orang yang bekerja di rumahnya tidak ada yang tinggal dirumah itu,ada bi mel yang hanya datang untuk bersih bersih dua hari sekali.
"sayang..." sebuah tangan melingkar di pinggang Anton yang sedang menata makanan untuk di hidangkan.
"kau sudah bangun??? kenapa cepat?" tanyanya membalikkan badan menghadap sang istri untuk membalas pelukkannya "eemm... Kau sudah mandi?" tanyanya lagi.
"sudah... kau sudah selesai? ada yang perlu ku bantu?"
"tidak sayaang...semua sudah selesai, kau ingin makan dimana?"
"disana saja..." ucapnya menunjuk meja makan, "biar ku bantu membawanya..." Deasy beralih mengambil beberapa piring yang sudah siap di sajikan.
judulnya mereka makan siang yang terlambat dan makan malam yang terlalu cepat,mereka terlibat pembicaraan soal pekerjaan mereka masing masing dari mulai obrolan santai hingga yang membuatnya sedikit tarik urat, apalagi saat Deasy mengatakan akan membuat kontrak dengan salah satu produser untuk sebuah iklan.
"bukan kah kau bilang akan berhenti?"
"tanggung sayang... lagi pula bayaran ini sangat besar"
"apa bulanan dariku tidak cukup" Anton menahan emosinya yang sudah hampir meluap.
"bukan seperti itu sayang... ayolah, aku juga akan bosan jika tidak bekerja."
"sayang... jika aku hamil,aku akan berhenti,aku akan bosan jika tidak ada kegiatannya" jawab Deasy memelas,dia menatap langsung ke manik mata Anton, untuk meyakinkan agar Anton mengijinkannya.
"baiklah jika itu mau mu! tapi jika kau mengandung,aku tidak akan sama sekali mengijinkan mu bekerja dalam bidang apapun, aku tidak ingin anakku nanti terlalu lelah."
"pasti sayang... aku berjanji."
setelah makan,mereka menghabiskan waktunya dengan menonton film kesukaan mereka,sambil sesekali saling mencium,hingga pada menit ke 67 dari 120 menit film tersebut mereka melakukan silat lidah yang cukup intens,hingga saling menyesap dan bertukar salivanya dan salin menuntut ke adegan selanjutnya.
karena rumah yang isinya hanya mereka membuat Anton dan Deasy bisa melakukan nya dengan sesuka hati dimanapun mau mereka lakukannya,seperti saat ini, mereka sudah bermandikan keringat di depan televisi dengan film yang masih terus berputar tanpa ada orang yang menonton, karena mereka sedang sibuk bertukar peluh dan bermandikan keringat.
dari ruang TV mereka pindah ke kamar tanpa melepas sesuatu yang sudah saling berkaitan,sampai di kamar gerakan mereka semakin kencang dan saling mengikat,suara ******* menggema dalam kamar itu,mereka terus bergerak hingga mereka kelelahan dan tertidur setelah terlibat kegiatan panas itu. Anton menyempatkan mengambil air hangat dan handuk kecil untuk membersihkan tubuh istri nya,lalu membersihkan tubuhnya sendiri.
keesokan paginya Anton kembali bangun lebih dulu dari istrinya, setelah menyiapkan sarapan dia langsung berangkat kerja.
"sayang... aku berangkat dulu, jangan lupa sarapannya." pamit Anton pada sang istri yang hanya di jawab dengan anggukan.
saat akan keluar dari kamar mata Anton tertuju pada botol kecil yang selalu Deasy minum saat akan berhubungan dengan nya, Deasy bilang itu penyubur kandungan,dia sudah meminumnya dari awal mereka menikah tapi tidak terlihat hasilnya, Anton mengambil satu butir kapsul itu dan membawanya.
"jim... jangan lupa,periksa ini!!" ucapnya menyodorkan sebuah kapsul.
"baik pak..." jawabnya tanpa membantah.
"beritahu pada ku sebelum makan siang"
"tapi pak..." Jimmy ingin membantah.
__ADS_1
"jim..." panggil Anton singkat membuatnya tidak melanjutkan bicaranya.
tok....tok... tok....
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Anton, "masuk..." ucapnya,Jimmy membuka ruangan itu dengan perlahan. "ada apa jim? "
"pak saya ingin memberi hasil penelitian obat,tapi..."
"tapi apa? bicara yang jelas"
"tapi saya tidak yakin bapak akan sanggup mendengarnya"
wajah Anton memucat, "ada apa jim? obat apa itu? "
"itu obat KB pak, alias penunda kehamilan"
"APA??KAU YAKIN DENGAN YANG KAU KATAKAN!"
"yakin sekali pak..."
"jadi dokter mana yang salah memberikan obat pada istriku?"
"bukan pak... bukan dokter yang memberinya,melainkan ibu yang memintanya pada salah seorang dokter. Dokter itu sedang kami cari keberadaannya,karena setelah memberikan resep itu 3 tahun yang lalu, dokter itu menghilang entah kemana,orang orang bilang dia kembali ke kampungnya."
"SIAL...!!! aahhh..." Anton begitu marah hingga tak sadar memukul meja hingga terbelah dua.
tidak ingin membuang waktu Anton langsung pulang siang itu juga, dia ingin meminta penjelasan sejelas-jelasnya pada sang istri tentang kapsul yang selama ini telah diminum.
"sayang... " panggil Anton saat sudah sampai rumah, tidak ada sahutan sama sekali dari dalam akhirnya Anton naik ke lantai 2,menuju kamarnya.
"tidak honey... aku sendiri saat ini, dimana kau? kau mau ke sini? datanglah honey sebelum Anton datang! kau merindukanku bukan? cepatlah honey, aku belum pakai apapun... "
terdengar suara istrinya yang sedang bertelepon mesra dengan seseorang,Anton sudah mengepalkan tangannya, dia memang sering mendengar kabar miring tentang sang istri, namun dia tidak akan percaya sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri. namun hari ini dia bukan melihat tapi dia mendengar dengan telinga nya sendiri.
"sayang... " panggil Anton mengetuk kamar membuat Deasy terkejut dan langsung menyembunyikan ponselnya.
"sayang... ada yang tertinggal?" tanyanya saat Anton masuk.
"ada beberapa dokumen ku tertinggal sayang kau sudah sarapan?" jawabnya berusaha menahan marah, dia ingin menjebak istrinya.
"aku baru bangun sayang... " ucapnya bergeser ke arah ujung tempat tidur menghampiri suaminya. "sayang... kau tidak ingin libur sehari lagi?" goda Deasy memeluk suaminya dari belakang dan tangannya mendarat di area terlarang.
Anton membalikkan tubuh menghadap Deasy "kau yakin kalau menginginkan aku libur? "
"tentu sayang, kenapa kau bertanya seperti itu!? "
"yang aku lihat kau ingin aku pergi sekarang juga" jawabnya dengan nada sinis, lalu kembali mecari dokumen di lemari.
"tidak mungkin sayang... aku justru sangat ingin dirimu disini" Deasy langsung melahap bibir suaminya dengan sangat rakus, namun suaminya hanya diam tidak membalasnya hingga Deasy berhenti.
"sudah? aku ingin menyelesaikan pekerjaan ku! " ucapnya meninggalkan Deasy.
Deasy langsung menarik tangan suaminya itu karena dia tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres. "ada apa sayang? kau baik baik saja?" tanya nya tanpa dosa.
Anton membuang napas kasar "aku baik baik saja sayang, pekerjaan ku banyak sekali! kau ingat aku sudah 2 hari tidak masuk, kau ingin membuatku tidak punya pekerjaan?" canda nya agar Deasy tidak curiga.
__ADS_1