
"gus... loe liat Risa dulu,nanti bawa dia kesini" ucap Rian setelah sadar dari kata kata yang baru saja terlontar dari dokter Awan.
Bagus menganggukkan kepala,saat dia akan beranjak, bersamaan dengan Hendra dan hendri muncul,salah satu dari mereka berinisiatif mengantar Bagus yang lainnya tetap bersama Rian di rumah sakit.
...****************...
"ikut gw ke ruangan" ucap Awan pada Rian. "ada apa sih sebenernya, kenapa bisa kaya gini? " sambung Awan saat sudah di ruangan.
"kalau lu tanya sama,gw juga sebenarnya gw ga paham tapi yang gw tahu dia pergi semalem sama temen kerja nya tapi ga pulang dan pas gw sama Bagus nyusulin. ya ini hasilnya.... " cerita Rian singkat.
"ada benturan keras di kepalanya, dia koma dan berdoa aja supaya dia gak lupa sama kalian... kalian harus usaha supaya dia gak lupa,tapi ada kemungkinan juga dia ga sadar sama sekali, jadi gw minta kalian harus siap sama semua kemungkinan yang terjadi" ucap dokter Awan.
karna selain ada benturan keras di kepala, ada dissloc di tulang leher, ada rusuk yg retak dan..." Awan berhenti sejenak, dia melihat tangan Rian yang sudah mengepal bahkan terlihat kukunya yang sudah menancap, Rian menoleh ke Awan memintanya meneruskan. "ada benturan dan luka benda tumpul di area.... "
brrraaakk... Rian meninju meja hingga patah.
"sorry nanti gw ganti" hanya itu yang terucap lalu pergi.
*****
dikedai...
"ya ampun mba Risa kenapa mba?" tanya Ika setelah Risa sadar. "mba inget ga aku siapa?" tanya Ika lagi memastikan.
"Ika kamu ngapain sih... "
"aku kira mba ga inget, biar aku ingetin"
tak lama setelah sadar,Bagus datang dan langsung memeluk sang istri yang terduduk di sofa,Risa yang sadar ada air mata yang menetes langsung memberi kode ke anak buahnya agar keluar. Bagus menjelaskan keadaan Risa yang saat Ini koma, seperti yang Awan sempat jelaskan sedikit,tanpa terasa air matanya pun ikut turun, apalagi setelah suaminya mengatakan pelakunya sama dengan pelaku yang sebelumnya yaitu kakak sepupunya Gia sendiri.
kembali ke rumah sakit....
Rian duduk di samping Gia dan memegang tangannya,mencium tangan itu dan berkata, "kaya apapun kamu nanti yang penting kamu bisa bangun lagi, walaupun ga inget aku gak apa apa yang penting aku bisa liat kamu ceria lagi." ucap Rian di sela doa dan air mata yang jatuh, Rian mengecup pipi Gia membelai wajahnya sampai tertidur di samping Gia.
tak lama Bagus datang bersama Risa, sebenarnya tadi Rian sudah melarang tapi Risa minta supaya dia bisa melihat sang adik, dia ingin terus disitu menjaga adiknya.
"ade... " panggil Risa saat masuk ruangan tersebut, Rian langsung bangun dari duduknya,menenangkan Risa yang berusaha membangunkan Gia. "ade... bangun de.. bangun... jangan kaya gini lagi de, ka Risa mohon!" panggil Risa terus mengoyangkan badan Gia.
awalnya Rian dan Bagus hanya menenangkan karna yang di lakukan masih cukup wajar, tapi saat Risa sudah tidak bisa di kontrol Bagus langsunh mengangkat tubuh Risa dan membawanya ke sofa.
"Ris... tenang... lu harus inget ada yang harus lu jaga juga selain diri lu sendiri" ucap Rian saat mereka sudah di sofa. Risa langsung menoleh ke Rian, bahkan Risa sendiri tidak ingat jika sedang mengandung, dia pun belum memberitahu Bagus soal ini saking dia sangat fokus ke Gia. "hari ini gue aja yang disini, besok baru kalian, kita gantian aja jangan di sini semua nanti malah sakit semua" sambung Rian yang sadar seperti nya Risa belum mengatakan apapun pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"gak kita dulu aja? loe juga kan cape, biar lu istirahat, besok baru loe disini" saran Bagus yang langsung di tolak Rian.
"kan gue bilang jangan mikirin diri sendiri, kasian Risa kalau tidur di sini, pegel pegel nanti badannya"
perdebatan itu terhenti karna tiba tiba Risa merasa mual dan lari ke toilet lalu memuntahkan isi perutnya, Bagus menyusul melihat keadaannya.
"kamu masuk angin?"
"ga tahu mas... "
"pagi sama siang makan kan?"
"makan kok... tapi ga banyak"
Bagus membawa lagi sang istri yang duduk di sofa, Rian memberikan teh hangat yang dia bikin dengan fasilitas rumah sakit. Risa yang baru sadar kalau fasilitas di kamar adik nya sangat lengkap langsung bertanya, "ini kamar bayarnya mahal ga?" Rian nyaris terbahak mendengar pertanyaan itu.
"ini fasilitas dari Awan, ga usah di pikirin... " jawab Rian singkat.
setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Bagus dan Risa memutuskan untuk pulang dan menitipkan Gia ke tangan yang tepat, Hendra, hendri dan rezky pun pamit pulang karna masih harus meneruskan pekerjaannya esok hari. Rian kembali ke samping Gia, duduk di sana dan mengenggam tangan Gia.
"kamu harus kuat... kata Risa kamu dulu itu punya keluarga yang lebih gila dari keluarga orang lain, kata Risa justru yang bisa bikin dia kuat dan mantap untuk keluar dari dunia nya terdahulu,kamu yang ajak dia berjuang sampai di tahap ini,bearti kamu juga harus kuat lewatin ini... kamu pasti bisa gi" tanpa terasa air mata jatuh, teringat kembali kata kata Awan. "jangan kenapa kenapa gi, aku butuh kamu... aku mohon kamu sehat... " Rian mencium kening Gia lalu meletakkan kepalanya persis di samping Gia.
*****
"kamu seharian ga makan?"
"makan kok" jawabnya di sela memuntahkan isi perut.
"terus kok sampe kaya gini?"
"nanti aku jelasin... aku minta tolong dulu panasin jahe yang di botol hijau"
"yaudah aku bawa kamu ke kasur dulu"
10 menit kemudian Bagus kembali dengan jahe hangat di tangannya dan bubur kacang hijau dengan wajah tersenyum, tapi sayangnya Risa cemberut karna dia tidak merasa meminta mangkok.
"aku belakangan laper mulu" ucap Bagus
"ga tanya tau... "
"aku kasih tahu... sebelum kamu tanya dan sebelum kamu minta" ucap Bagus bercanda. "katanya mau kasih tahu apa tadi... " tanyanya lagu sambil menyuap makanannya.
__ADS_1
"ntar aja, kamu makan dulu aja! nanti keselek" ucapnya sambil senyum tapi Bagus menatapnya dengan tatapan heran.
"udah... ada apa?" tanya Bagus setelah selesai makan.
"pertama aku minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu, aku... aku.... "
"sayang kenapa sih?? serius banget" desaknya penasaran.
"maaf aku bagi rasa cinta aku" dengan wajah yang dibuat sedih
"hah!! apaan sih, jangan bercanda kamu... "
"maaf mas... aku akan kenalin dia ke kamu"
"ga... aku ga mau ketemu dia!"
"maafin aku mas... aku kasih liat dia ke kamu ya"
"stop Ris... stop... Aku ga mau denger apapun dari mulut kamu dan aku ga mau liat dia"
karna takut terpancing emosi Bagus pergi ke kamar mandi, membasuh mukanya dan memenangkan pikiran nya. setelah cukup tenang dia keluar dan kembali ke tempat tidurnya, saat dia akan masuk ke dalam selimut ada sebuah kotak yang ternyata isinya sebuah testpack yang menyatakan positif dan ada sebuah kertas bertuliskan.
"maaf aku harus membagi cintaku,
membagi cintaku kepada dia
buah hati kita"
dengan cepat Bagus langsung mencari keberadaan istrinya nya yang akhirnya dia temukan di halaman belakang sedang memberi makan ikan.
"sayang ini kamu serius kan?"
"iyalah.. katanya kamu ga mau denger, ga mau liat... " ucap Risa pura-pura ngambek.
"lagian kamu emang ga ada cara lain kasih kabar nya, harus pake cara kaya begitu?"
bukannya menjawab Risa hanya tertawa...
Bagus langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya sambil tidak berhenti mengucapkan terimakasih, saking terharunya mereka sama sama mengeluarkan air mata, lalu kembali saling memeluk.
"ade harus tahu kabar ini" ucap Bagus yang di jawab anggukan oleh sang istri.
__ADS_1