Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
BAB 8 Perkerjaan Gia dan teman baru Risa.


__ADS_3

Dari pertemuan kami yang sangat tidak disengaja itu, kami menjadi sangat dekat dan menjaga satu dengan yang lain. Risa juga menceritakan tentang pekerjaannya yang terkadang mengantar nyawa, apalagi jika klien yang dia temui telah berkeluarga, terkadang istrinya datang menemui atau anaknya yang menghampiri lalu memaki-maki Risa.


pekerjaannya yang seperti itu tidak membuat nya menghasut atau mengajak Gia untuk melakukan pekerjaan yang sama juga, justru dia mengarahkan anak tersebut ke hal-hal yang lebih positif, bahkan dia sempat menawarkan dana untuk membuat rumah makan karena menurutnya masakan Gia sangat enak.


namun Gia belum berani, dia hanya minta ijin Risa untuk keluar sebari mencari pekerjaan, siapa tahu ada yang membutuhkan. buat Gia Risa bagai malaikat dalam hidupnya yang datang dan memberikan banyak pelajaran dan hal positif.


...****************...


sudah hampir satu bulan ini Gia belum mendapat pekerjaan juga,subuh tadi saat ka Risa kembali,Gia sempat mengajaknya berbincang sembari menemaninya makan.


"jangan terlalu di forsir,kalau memang belum dapat tidak apa! dirumah aja dulu, lagian kakak kan gak pernah minta kamu kerja! kakak malah seneng jadi ada yang tungguin di rumah, ada yang masakin jadi gak jarang makan sampe mesti istirahat seharian full"


"tapi kan ka, aku gak enak kalau ga ngapa ngapain"


"kata siapa kamu gak ngapa ngapain? terus memang rumah ini siapa yang beresin? ka risa? bukan kan! kamu juga yang melakukannya."


"hem... tapi aku tetap cari gak apa apa kan ka?"


"iya... kakak ijinin tapi jangan forsir dan jangan dipaksakan."


"siap bos... yaudah kakak istirahat"


setelah itu ka Risa benar benar istirahat,Gia sudah rapi saat matahari terbit dia sudah pamit pada Risa mencium tangan dan pipi malaikatnya itu lalu pergi,dia sengaja berjalan ke arah pasar, Risa pernah mengajaknya kesana, sekalian belanja sayur. sepulang dari berbelanja dia melewati jalan yang berbeda saat dia pergi tadi siapa tahu ada toko yang mencari karyawan dan benar saja tak jauh dari pasar ada sebuah rumah makan yang membutuhkan pegawai, Gia mencoba bertanya tanya dan memperkenalkan diri di sana dan ternyata Gia di terima dan akan mulai kerja besok.


pukul 1 siang Gia membangunkan Risa perlahan hingga bangun,Risa sempat tersenyum melihat adik angkatnya itu menyunggingkan senyum manisnya juga.


"ka.. aku punya kabar baik" ucapnya saat Risa keluar dari kamar mandi masih dengan handuk.


"hem... apa?" tanyanya sambil menjatuhkan handuknya ke lantai begitu saja.


"aku dapet kerjaan! "


"wow... hebat memang adikku ini"


"berkat doa kakak juga"


"jadi kamu kerja dimana? "


"dekat pasar ka... kakak tahukan ada resto yang ada lesehannya?"


"ouh... iya iya.... wah... jadi kapan kamu mulai kerja?"


"besok ka... gak apa apa kan?"


"gak apa apa dong! jadi kamu gak boleh cape cape ya"


"siap boss"


sore itu Risa memperingatkan Gia untuk tidak terlalu lelah, karena besok adalah hari pertama dirinya bekerja. namun saat Risa kembali pukul 2 dini hari adiknya itu tetap terbangun,padahal kakaknya sudah melakukan pergerakan dengan sangat hati hati. mendengar sang kakak di kamar mandi Gia bergegas memanaskan makanan dan menyiapkannya.


"kenapa bangun?" tanya kakaknya yang baru selesai mandi.


"kakak kan belum makan"


"kamu ini... biar kakak panasin sendiri! tidur sana!" omel Risa.


adiknya pun tak membantah,dia langsung kembali tidur, pukul 6 dia sudah kembali berkutat di dapur menyiapkan makanan untuk sang kaakak siang nanti,setelah sarapan dia pergi, tak lupa berpamitan dengan sang kakak yang menyempatkan diri untuk menyelipkan uang untuk jajan adiknya.


"terima kasih ka"


"hati hati di jalan ya! langsung kembali jika saatnya kamu kembali"


"baik ka"


setelah Gia berangkat Risa malah tidak bisa tidur lagi, dia membersihkan rumah dan bekas masak adiknya itu, piring dan sendok yang semalam pun di rapihkan. "lelah juga melakukan ini... kenapa Gia senang melakukannya setiap hari" gumannya setelah beberes rumah.


ternyata Gia kembali sebelum Risa berangkat pukul 18.00 Risa sudah kembali dan Risa baru selesai mandi dan akan dandan.


"bagaimana hari pertama?" tanyanya


"ramai ka... Terbyata tempat itu sangat ramai"

__ADS_1


"bagus dong... bagaimana lingkungannya apa menerima kamu?"


"iya ka.. seru seru mereka,tapi ada yang kayanya ga suka sama aku ka"


"biasa itu memang dunia kerja,yang penting kamu ga bikin kesalahan apapun! cuekin aja! "


"iya ka... yang lain juga bilang gitu, makanya aku cuekin"


setelah berbincang sebentar dan menyempatkan diri untuk makan malam bersama, pukul 20.00 ka Risa berangkat dan langsung memintaku untuk tidur,aku pun langsung tidur dan terbangun pukul 2 dini hari,aku sengaja tidak tidur lagi karena ini jamnya ka Risa kembali, namun dia belum muncul hingga pukul 2.30 perasaan Gia mulai tak enak.


...****************...


sementara itu di sebuah tempat yang tidak jauh dari kontrakkan.


"j**angan ikut campur... ini urusan gw sama dia!!" ucap salah seorang laki laki yang sudah menyewa Risa sambil menuding ke wajah Risa.


"silahkan dibicarakan baik - baik, jangan mengunakan kekerasan! anda laki laki,dia wanita pada dasarnya kekuatan kalian berbeda. saya harap anda paham yang saya maksud." ucap Anton yang memang sengaja datang ke tempat itu untuk mencari Risa.


"dia dibayar untuk memuaskanku! bukan untuk berdebat denganku!"


pria itu menoleh kearah Risa, "apa kau belum melakukan tugasmu?"


"sudah... tapi dia memaksaku melakukan dengan cara kekerasan dan aku sudah bilang aku tidak suka cara itu" jawab Risa dengan kesal.


"kau dengar itu? kau tidak memperlakukannya dengan baik dan tidak sesuai dengan seharusnya" ucap Anton lagi.


"buat apa aku membayarnya mahal mahal"


"itu urusan anda! wanita ini pasti sudah mengatakan apa yang boleh dan tidak untuk kau lakukan." balas Anto lagi lalu pergi membawa Risa bersamanya.


"terima kasih telah menolongku" ucap Risa saat sudah cukup jauh dari orang itu.


"sama sama. terima kasih juga untuk sebelumnya..."


"sebelumnya? maksudmu?"


"kau tidak mengingat ku?"


"tentu saja..."


Flashback on


malam itu saat Risa akan akan pulang ada seorang pria yang berhenti didepannya,pria yang tampan dan manis.


"berapa hargamu nona" tanya nya


Risa mencium bau alkohol yang sangat kuat,Risa langsung paham jika ada yang salah dari pria ini. Risa masuk ke mobil itu dan menggeser pria itu,Risa mengambil alih kemudi dan membawa pria itu ke hotel terdekat, sampai di kamarnya Risa hanya membuka pakaian laki laki itu dan membaringkannya di ranjang,lalu membersihkan tubuhnya.


Risa pergi ke mini market di lobby hotel membelikan susu dan beberapa makanan yang bisa dipanaskan di kamar,Risa membawa Anton bukan ke hotel mewah, dia membawanya ke hotel sederhana namun cukup baik pelayanannya. saat kembali ke kamar Risa melihat pria itu muntah,lalu membantunya membersihkan,


"oh... ini nona yang tadi, apa aku sudah membayar mu?" tanyanya dalam keadaan setengah sadar, "cantik sekali ternyata kamu, cantiknya melebihi kecantikan istriku yg bodoh itu! " ucapnya lagi,lalu menyentuh si kembar di depan.


"diamlah... aku sedang membersihkan ini" jawab Risa sambil menunjuk perut Anton.


"membersihkan? sekaligus saja semuanya, jangan sungkan" cerocoh Anton lagi,lalu menurunkan celananya hingga si pusaka terlihat berdiri dengan tegaknya.


Risa tidak memperdulikan itu, dia tetap fokus membersihkan perut Anton yang terkena muntah, hingga Anton menarik lalu ******* bibirnya.


"jangan seperti ini! lakukan saat dirimu sadar,jangan saat mabuk." ucapnya lagi lalu mendorong laki laki itu kembali dan merapikan kembali pakaian nya dan pakaian yang di kenakan Anton.


setelah memberikan susu dan memeluknya hingga tertidur, dia bangun dan hendak beranjak pergi, namun sebelum pergi dia meninggalkan secarik kertas untuk laki laki itu.


"dear: TAMPAN


Aku tidak tahu siapa namamu,aku membooking kamar hotel atas namaku. jika suatu hari nanti kau dihadapkan dengan masalah, jangan pernah menyetir dalam keadaan mabuk ataupun marah karena itu hanya akan membuatmu celaka dan akan membuat makin banyak masalah lagi.


SEMANGAT....JANGAN BERSEDIH!!"


Bukan tanpa alasan Risa berbicara demikian karena Risa rasa laki laki itu bukan menginginkan nya,tetapi karena ada masalah,apalagi sepanjang malam dia terus mengigau.... sepertinya dia ada masalah dengan istrinya namun melampiaskan nya dengan cara itu,walaupun Risa seorang wanita malam dia selalu memilih untuk melayani pelanggannya.


pria itu terbangun saat matahari sudah sangat tinggi,dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam dan dia mengingat jika dia hendak menyewa jasa seorang perempuan,dia langsung bangkit namun kembali terjatuh karena kepalanya masih sedikit pusing. tanpa sengaja melihat secarik kertas yang di tinggalkan Risa,spontan dia tersenyum lalu merebahkan dirinya lagi, dia kembali teringat semalam saat hendak akan menyentuh wanita itu dan wanita itu malah menasehatinya.

__ADS_1


keesokkannya Anto mencari wanita itu,ke tempat dimana dia menemukannya kemarin dan langsung menemukan wanita itu disana,singkat cerita dia mengajak Risa berkenalan dan pergi dari sana. "tarifku cukup mahal...aku akan mengenakan tarif walaupun kau tampan!!!" ucap Risa pada Anto.


"lima kali lipatpun aku akan membayarnya."


"baiklah... ingat,lima kali lipat! "


"ya..." sahut Anto singkat membuat Risa melotot.


Anto mengajaknya ke restoran tidak jauh dari situ,restoran itu tidak terlalu besar namun Risa tahu pasti harga nya cukup mahal, dia malah menarik tangan Anto.


"hei tampan... kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?? kau tidak menipuku kan?"


"kau mau aku membayarnya sekarang?" tanya Anti balik.


"tidak tidak... aku percaya padamu! " begitu kata Risa.


mereka turun dan semua mata langsung terpandang pada Risa, bahkan ada seorang pelayan yang menatapnya dengan jijik.


"dimana manajer mu? " tanya Anto pada Risa.


"ada pak... ada apa ya pak?"


"aku ingin mengajarkanya cara mentata karyawan nya agar tidak memandang rendah orang lain" ucapnya sambil menahan marah.


"sudahlah... aku sudah biasa di pandang seperti itu" ucapnya menunduk.


"jangan tundukkan kepalamu" balasnya makin kesal.


"maaf pak saya tidak bermaksud,hanya saja cara berpakaian pasangan anda..." karyawan restoran itu membela diri.


"apa yang salah dengan pakaian ini?" tanya Anto balik namun pegawai itu hanya diam, "pakaian yang dia pakai masih layak dikenakan, kecuali jika dia datang tanpa memakai apapun,atau kau lebih setuju dia tidak memakai apapun? " tantang Anto.


setelah selesai dari perdebatan itu,yang di menangkan oleh Anto yang bersuara dengan lantang hingga membuat manajernya keluar dan karena itu pengawai itu di suruh di belakang dan tak terlihat sepanjang Anto dan Risa makan.


"jadi siapa nama mu tadi?"


"Risa.."


"kau yakin?"


"tentu...itu namaku, kenapa aku salah menyebutnya?!"


"bukan itu... biasanya... maaf... wanita sepertimu, tidak memakai nama asli"


"hemmm... untuk apa aku memberitahumu!"


"hahaha... tidak apa jika tidak mau... ngomong ngomong terima kasih untuk yang kemarin,aku ingin menganti itu, bisa aku meminta no rekeningmu, atau no telpon mu"


"kau bisa mengirim uang dengan no telpon?? hebat sekali!!!" sindir Risa.


"kau itu lucu sekali...pasti dari sekian banyak pria yang memakai jasamu,banyak yang dari mereka jatuh hati padamu?!!" Anto berusaha melucu.


"sama sekali tidak lucu! "


"kau itu... kemarin kau sangat manis tetapi sekarang begitu galak! kata orang kalau kaya gitu tuh berarti orang itu naksir sama kita!"


"kau ingin membayar hutang mu atau hanya berdebat dengan ku!?"


"baiklah... mana no rekening mu!"


"saya hanya menerima cash"


"kau itu!! pasti sengaja."


Anto tidak berhasil mendapatkan no telpon dan nama lengkap wanita itu, namun dia dengan sangat terpaksa memberikan ganti rugi uang pada wanita itu, karena berkali kali di paksa tetap saja hasilnya sama, bahkan wanita itu lebih memilih pergi dari pada harus berurusan dengan Anton.


...****************...


hampir setiap malam Anton datang ke tempat Risa bekerja hingga akhirnya mengantarkan Risa pulang, namun karena kehadiran Anton membuat Risa tidak di panggil langganannya sama sekali dan malam ini sudah hampir sebulan Anton selalu mengikutinya, awalnya dia menolak untuk mengikuti pria itu sampai akhirnya dia mengancam sehingga Risa mengijinkannya mengantar Risa.


seperti saat ini Anton membantunya dari laki lakin yang terbiasa dengan *** yang melakukan kekerasan hingga memukul atau membuat nya berdarah dan untung nya ada Anton yang datang dan menyelamatkannya.

__ADS_1


__ADS_2