Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
Dia bagian dari kami


__ADS_3

"kamu harus paham gia! kamu itu di pungut sama Risa jadi kamu harus bantu bantu... biar gimana juga kan ini acara nya Risa" omel Rini tanpa sadar ada Risa dan bagus di belakang nya.


"ehem ehem..." deham bagus di belakang Rini yang membuat gia dan Rini kaget.


"sini gia biar kakak yang bilas" ucap Rini setelah tersadar dari kagetnya melihat ada bagus dan Risa di belakang nya.


"bangun de! " panggil Risa


"ka.. ini aku sendiri kok yang mau malah ka Rini mau bantuin aku" gia berusaha nutupin.


"ka Rini maaf sebelumnya 🙏 gia ini adik saya dan Risa bahkan harusnya dia ada di depan mendampingi kami,kalau bukan karena dia mana mungkin saya dan Risa bisa melangsungkan acara ini,dia adik kami berdua,orang yang paling berpengaruh dengan hubungan kami! dia bagian dari kami..." bagus berbicara berusaha menahan marah karena berusaha tetap sopan dengan calon kakak iparnya dan ada dua tangan yang memegang tangannya agar tidak emosi. tanpa sadar gia mengeluarkan air mata mendengar ucapan bagus 😭😭


"kamu bela dia karena kamu ada perasaan juga kan sama dia! kamu belum nikah aja udah mau bagi perasaan kamu kaya gitu! gimana kalau kamu udah nikah nanti?" sahut ka Rini setengah emosi,yang membuat aku melotot dan melangkah maju yang langsung ditarik oleh ka Risa.


"ka... Risa paham kalau kakak gak suka keberadaan gia! tapi kalau bukan karena gia aku gak kaya Sekarang,kakak mana tahu di Jakarta aku hampir gila!! kerja banting tulang demi bayar utang yang di tinggalin suami nya kakak, dia yang selalu kasih semangat buat aku,dia yang bikin aku punya usaha kaya sekarang,dia yang rawat aku,dia yang urus aku bahkan dia yang bikin aku punya pekerjaan yang lebih layak untuk aku kerjakan bukan kaya kerjaan yang di kasih temen nya kakak kemaren!!" Risa berusaha menjelaskan pentingnya gia buat mereka berdua.


"kamu itu jangan mau di bodohin kaya gitu Risa! mereka ini pacaran! kamu gak liat kan tatapan bagus kaya gimana ke dia? kakak itu cuma mau kasih dia pelajaran harus nya dia terima kasih sama kamu bukan malah mau ngambil calon suami kamu." Rini masih merasa apa yang dia katakan benar.


keributan terjadi di belakang,tidak ada yang tahu keributan terjadi di sana,gia berusaha menjadi penengah memisahkan mereka Risa dan bagus terus beradu argumen dengan Rini,disaat suasana makin panas dan bagus semakin terpancing emosi,gia pun pingsan kepalanya langsung membentur lantai tanpa ada yang siap menangkapnya,Risa dan bagus buru- buru menghampiri nya lalu membawa nya ke kamar.

__ADS_1


"itu anak kenapa pingsan ya..." batin Rini yang terkejut melihat gia jatuh langsung membentur lantai,Rini berusaha mengingat kenapa gia bisa pingsan.


"astaga... tadi kan dia baru sarapan setengah udah aku panggil buat bantu masak 🤦 berarti seharian dia belum makan... ampun deh! matilah gw,pasti kena lagi" rini kebingungan karena ternyata dirinyalah penyebab pingsan nya gia,di satu sisi sebenarnya dia cukup takut dengan bagus karena 2x main ke Malang belum pernah liat bagus semarah itu.


...----------------...


"hei... bangun neng..." panggil bagus sambil memberi minyak kayu putih di hidung gia.


"bangun ga mas? aku panggil dokter aja ya?" tanya gia sambil membawa teh panas dan air putih untuk gia.


"jangan... tunggu 15 menit kalau masih ga sadar kita panggil dokter, dia keringet dingin aja ini.


"kapan terakhir dia makan?" tanya bagus tanpa basa basi,setelah kejadian di dapur bagus seakan kehilangan rasa hormatnya pada Rini.


"lupa" jawabnya singkat dan tidak perduli


"kalian sama sama di dapur masa gak ada yang liat dia makan!" bentak bagus yang berusaha mengontrol suaranya agar tidak terdengar keluar,Risa hanya diam tidak berusaha membela karena dia tahu betul kesalahan kakaknya.


"ka-ya-nya tadi pagi" jawab Rini akhirnya meski dengan terbata.

__ADS_1


"liat ga sekaran jam 8 malem? jadi seharian adik gw ga di kasih makan?" bentak nya lagi tapi tak ada jawaban dari Rini yang sudah ketakutan,saat bagus akan bicara lagi gia tersadar dan langsung membuat bagus berbalik,itu di manfaatkan Rini untuk pergi.


"heiii... how you feel?" tanya bagus setelah gia di beri minum oleh Risa.


"gapapa mas... cuma gua sedikit ... laper" ucap nya sambil tertawa kecil.


"dasar..." sambung Risa yang sudah mengambil piring dan mangkuk yang tadi di bawa sang ibu.


terjadi perbincangan kecil sembari makan termasuk....


"mas... gia minta maaf ya 🙏 bukan gia ga mau ke sini sama mas tapi gia bener bener ga enak mas,gia orang baru yang kalian kenal masa tiba tiba masuk di antara keluarga kalian,gia tahu banget kejadian nya bakal kaya gini" ucap gia sambil memegang tangan bagus. itulah yang Risa suka dari bagus dan gia,mereka berdua terbuka,tadinya Risa sudah mau keluar saat tahu gia akan minta maaf tapi di tahan oleh gia,dia tidak mau bicara banyak saat tidak ada Risa karena biar bagaimanapun bagus yang akan menjadi kakak ipar nya nanti jadi sebagai istri nya Risa harus dan wajib tahu kedekatan mereka.


setelah makan bagus mengajak Risa keluar,mereka berencana akan memberi tahu pengumuman pada keluarga nya,meninggalkan gia yang mereka minta untuk istirahat.


"selamat malam seluruh keluargaku dan keluarga calon istri ku.... sebelum nya saya dan Risa minta maaf atas kecelakaan kecil yang terjadi tadi,semua sudah baik baik saja,gia juga sudah sadar sekarang sedang istirahat. ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama saya mengucapkan terima kasih banyak untuk kedua orang tua dari calon istri saya yang sudah menerima saya dan keluarga saya dengan baik di rumah ini. yang kedua saya dan gia akan secepatnya melangsungkan pernikahan di tahun ini,agar tidak terlalu jauh, di Jakarta kami sudah Siam kurang lebih 50% dan yang terakhir yang sangat penting akan saya bicarakan tentang adik kami bernama gia, dia orang yang paling penting dalam hidup kami berdua setelah kalian,gia yang bantu Risa berubah,gia yang mempertemukan kami berdua bahkan di saat risa putus asa gia adalah satu satu nya orang yang mendampingi Risa,begitu juga di saat saya terpuruk gia adalah yang memberi semangat pada kami,yang merubah kami menjadi lebih baik,dia bagian dari kami... jadi saya mohon dengan sangat,terima gia dengan segala kelebihan dan kekurangannya 🙏🙏" Risa dan bagus mengatup tangannya di depan memohon agar keluarganya menerima keberadaan gia.


permohonan di sertai isak tangis Risa dan mata berkaca kaca dari bagus di sambut baik oleh keluarganya kecuali 2 orang, yaitu Rini dan Wati yang selalu berfikir gia ada perasaan dengan bagus begitu pula sebaliknya. dibalik pintu kamar sudah ada yang memanggil mendengar permohonan itu,ingin sekali dia keluar dari kamar dan memeluk dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu,tapi dia menahannya karna tadi Risa dan bagus memintanya untuk tidur dan beristirahat.


"Tuhan... terima kasih,di saat tidak ada keluarga yang menerima ku,ada mereka berdua yang mau berkorban untuk aku,terima kasih untuk berkat yang luar biasa ini" sebuah doa terucap begitu saja dari mulut nya.

__ADS_1


__ADS_2