
waktu begitu cepat berlalu,besok bagus dan keluarga nya serta gia akan menuju kampung halaman Risa mengunakan kereta,sengaja mengunakan kereta agar bagus tidak kelelahan nantinya. saat ini gia kembali dari pasar membeli titipan ka Risa yang besok akan dia bawa, sebenarnya gia janjian dengan bagus tapi mungkin bagus tidak jadi datang karna gia sudah menunggu hampir satu jam dan no bagus tidak bisa di hubungi.
"wah wah wah.... emang jodoh kita... kenapa kita ketemu terus gini"
gia yang mendengar itu langsung membeku karna dia sangat hafal dengan suara seseorang yang menghancurkan hidupnya itu,gia sempat melihat kiri kanan ternyata memang dia ada di tempat yang cukup sepi,gua kembali menatap dengan dendam orang itu,gia sangat membencinya jadi tidak mungkin dia lupa dengan suara itu. 'DENDI'
"makin montok lu ya... makin luar biasa kayanya kehidupan lu"
"mau kakak apa sih?" gia masih manggil kakak berusaha menghargai,karna biar bagaimanapun gia besar di tangan keluarga nya.
"MAU GUA??? lu yakin tanya mau gua apa???"
"gia ga ganggu kehidupan kakak!! jadi jangan ganggu gua..."
__ADS_1
"loe jangan bikin gw ketawa! loe emang ga ganggu gua tapi lu udah bikin nyokap dan Ade gw hampir gila karna kepergian bokap! loe bikin kita kehilangan tulang punggung!!"
"jangan menyalahkan gia untuk itu...gia hanya menyelamatkan diri gua! kakak juga jangan pernah lupa sama apa yang kakak lakukan"
"loe sama nyokap loe sama aja ya! PEMBUNUH"
kata kata itu bagaikan mata pisau yang menghujam langsung ke gia,yang langsung mematung mendengar kata kata itu,gia tidak ingin berdebat dan memilih untuk pergi.
"heh!!! mau kemana loe!!!" panggil Dendi sambil menarik rambut gia hingga terjatuh,bahkan Dendi menginjak kaki gia agar tidak bisa bangun.
"bisa loe rasain sakit!! tapi loe tega mengambil nyawa seorang bapak yang sebagian anak nya masih kecil."
gia tak menjawab,tangan nya sudah mengepal menandakan dia sedang menahan emosi nya yang membuncah. melihat itu Dendi mengangkat wajah gia yang tertunduk,
__ADS_1
"kenapa loe?? kesel?? loe mau pukul gw?" sayang nya gia tak menjawab apapun,dia memalingkan wajahnya karna wajah Dendi ada persis di depan wajahnya sendiri. Dendi menghadapkan wajah gia kembali ke wajah nya dan hendak menc*um bibir nya,dan tiba-tiba.
BUGK...BUGK... BUGK...
"ngapain loe pegang pegang Ade gw!" suara bagus terdengar di telinga gia,dia langsung membuka matanya dan mendapati bagus sedang memukul Dendi dan Dendi langsung mendorongnya.
"jadi loe om om nya dia!!" sahutnya sambil memukul bagus kembali.
gia ingin memisahkan mereka tapi kaki nya tidak sanggup di angkat saat itu,setelah beberapa menit mereka saling memukul gia baru bisa menopang kaki nya agar kuat berdiri.
"stop stop stop" gia langsung masuk di antara mereka dan sayang nya itu di waktu yang sangat salah karna bertepatan dengan bagus melayangkan pukulan nya dan terkena persis di rahang gia.
bagus yang sadar pukulannya salah sasaran langsung menarik gia ke pinggir yang di sambut dengan tawa Dendi karna melihat bagus salah sasaran dan langsung pergi sambil berkata.
__ADS_1
"loe harus hati-hati dia tuh pembunuh!!"
gia langsung merasa takut karna hal itu memang belum dia ceritakan pada Risa dan bagus karna gia takut kalau kedua kakak nya meminta Risa untuk bertanggung jawab .