
setelah kejadian itu Gia sempat di tegur Bagus karna kedatangan Rian ke kontrakan saat malam malam,Bagus mengutarakan memang ketidaksukaan nya pada temannya itu apalagi berkunjung saat malam hari,tapi tidak pernah mengatakan seperti apa Rian.
"*girl... kamu di kedai? aku ingin makan siang" sebuah pesan masuk ke hp ika.
"tentu saja... datanglah aku juga ingin melihatmu*"
"*sungguh? aku tidak salah dengar?"
"tidak kau tidak salah dengar,datanglah.."
"oke wait a minute honey"
"baiklah,aku menunggu mu honey" balas Ika dengan senyum gembira*.
"kena lu ka?" tanya sisi salah satu waiters
"ada yang mau kenalan sama gw" jawabnya masih sambil senyum
"hati hati lu ka! ntar kaya yang kemaren bawa kabur uang lu" timpal Yuni.
"tenang aja... yang ini ga... udah gw test kemaren minta beliin pulsa dan langsung dia isi 200ribu"
"hah... enak banget" balas Yuni dan sisi setengah teriak
"sssttttt.... berisik lu ah... kerja kerja" sambung Ika lagi.
setengah jam kemudian Rian datang dan langsung bertanya pada Ika yang ada di meja kasir,Ika mengatakan Gia hanya pagi disini lalu pergi,setiap hari pun seperti itu.
"tidak mungkin! tadi dia sudah bilang akan menemani ku makan"
__ADS_1
"saya kurang tahu pak,coba aja di hubungi kembali mungkin ka Gia sedang di jalan menuju ke sini"
"baiklah" ucap Rian lalu mengambil meja tak jauh dari kasir dan menghubungi no 'gia' yang sebenarnya adalah no Ika,saat nada sambung berbunyi Rian juga mendengar suara hp dari arah meja kasir,tadinya di pikir hanya kebetulan tapi saat melihat kasir itu mengangkatnya dan mengatakan sapaan yang sama seperti yang ia dengan di telinganya,dia langsung tersadar bahwa itu bukan no Gia,dia tidak bersuara lalu mematikan hp itu. Rian diam menahan marah nya 'sialan !!! gw dikerjain!!!' batin nya
"ngapain lu disini?" sebuah sapaan kurang bersahabat muncul
"makan. ini kan jam makan siang!" jawabnya singkat.
"lho.. ada rian?" sapa Risa yang baru muncul dari dapur membawa makanan untuk Bagus. "Gia nya ga ada! kayanya sore deh dia baru balik,eh... udah pesen belum?" tanyanya pada Rian yang langsung di jawab dengan gelengan. "kok belum? Ika... Ika... ini Rian mau pesen" panggil Risa pada Ika,Rian yang tadinya mau menahannya tidak jadi karna sang pemilik nama sudah melihat ke arah si Bos yang memanggil.
"mau pesen apa mas?" tanya Ika pada Rian
"kaya biasa aja..."
"udah di telpon ka Gina nya?" tanya Ika setelah mencatat pesanan Rian.
"udah"
"ga tahu"
"sejak kapan lu punya no Gina?" Bagus tidak suka no adiknya tersebar
"biarin ah... mungkin gina mulai buka hati." sambung Risa menenangkan Bagus
tak lama HP Rian di atas meja bunyi dan tertera nama Gina di sana tapi dia tidak mengangkatnya malah menenggok ke kasir,Bagus yang tidak tahu kalau itu buka no adiknya langsung mengangkat hp Rian dan saat yang terdengar bukan suara sang adik,dia tertawa terbahak bahak tanpa menutup telponnya sehingga si penelpon bisa mendengar apa yang terjadi di sebrang sama. Ika membekukan saat tahu ternyata yang selama ini berkirim pesan adalah Rian.
"lu di kerjain Gia?? hahahaha" Bagus masih tertawa.
"ga lucu!!" balasnya galak
__ADS_1
"itu lucu... lucu banget!"
"diem lu!"
"gw udah yakin,karna dia ga akan sembarang kasih no ke orang"
"wah... bahagia banget,ada apa nih" sapa Risa sambil membawa pesanan Rian.
"ini si Rian..." belum selesai Bagus bicara Rua sudah memotong.
"Risa... lu kenapa sih mau sama Bagus? lu kan baik, cantik,ramah. ga kaya si Bagus nih! berbanding terbalik banget" potong Rian saat Bagus sedang bicara.
"gw tahu banget Ade gw ga kasih no ke sembarang orang! kalau lu belum berhasil lu Belum spesial,gw selama kenal dia baru punya no dia itu setelah 6 bulan,sedangkan lu belum ada 3 bulan." ucap Bagus.
"terus Sekarang dia kemana?" tanya Rian
"gw ga bisa jawab kalau..." belum selesai Bagus menjawab Risa sudah menjawabnya.
"dia sekolah lagi! paket C kemarin dia putus sekolah pas SMP dan sekarang dia lanjut,dia bilang kalau ada rejeki dia akan meneruskan ke jenjang kuliah." jelas Risa.
"paket C ?? bukan nya itu seperti jual beli ijazah. kenapa bukan homeschooling atau sekolah biasa saja?" tanya Rian lagi.
"gini... dari segi umur Gia sudah tidak mungkin masuk sekolah,kalau untuk jual beli ijazah gw bisa jamin banget sekolah Gia yang ini aman karna itu termasuk sekolah paket terbaik se-Jakarta yang mengadakan sistem belajar-mengajar,kita juga sudah mengunjungi beberapa sekolah yang lain tapi mereka tidak ada kegiatan belajar mengajar,dengan kata lain mereka jual beli ijazah jadi nanti kita Dateng buat ijazah aja. Gia sendiri ga mau yang kaya gitu,Gia mau nya ikut belajar makanya walaupun jauh dia tetap pergi" jelas Risa tentang sekolah Gia.
"dengan dia masih mau sekolah gw cukup salut sih. ngomong ngomong dimana sekolahnya?" tanya Rian lagi.
"sekolahnya di..." belum selesai Risa bicara Bagus sudah menutup mulutnya.
"kalau yang itu lu mesti usaha! jangan bikin istri gw keceplosan ngomong,kita kenal Gia,dia ga akan suka kaya gini. mending lu tanya langsung sama Gia"balas Bagus yang tidak mau istrinya akan disalahkan adiknya nanti.
__ADS_1
"kenapa aku sangat senang mendengar cerita tentang dia?? apa aku benar benar jatuh cinta padanya? kenapa apapun tentangnya membuatku penasaran..." batin Rian
Rian sudah memutuskan untuk mencari tahu sendiri semua tentang Gia,agar dia bisa mendekati Gia. AKU AKAN MENDAPATKAN MU