
hari ini Risa dan gia sedang menyiapkan makanan terbaik dikedai makanannya,mereka berdua memang lebih sering turun sendiri ke dapur di banding hanya bersantai,apalagi hari ini kedai akan kedatangan tamu yang sudah reservasi seminggu yang lalu,hari ini sudah lewat beberapa minggu setelah liburan mereka yang sempat berubah menjadi ajang perjodohan dan membuat 2 orang manusia menjadi tidak bertegur sapa.
"wah... mas udah sampe kayanya! kakak ke depan dulu ya,kamu sama Derry terusin ini nanti tinggal di bawa ke depan." pinta Risa pada gia dan Derry yang hanya dijawab dengan anggukan.
"ini orang ngapain ya malah liatin gw!!! bukan rapihin makanannya cepetan!" ucap gia dalam hati.
sebenarnya Risa sengaja karna melihat gia dan Derry melakukan aksi diam,yang di tahu dari anak anak kerja yang lain,malam itu Derry akhirnya menyatakan perasaannya didepan orang banyak dan malam itu gia sangat marah bahkan dia keluar hanya di siang hari saat akan makan lalu masuk lagi ke kamar baru keluar besok pagi nya saat akan pulang. Risa dan bagus sudah masuk kekamar itu dan membujuknya tapi gia tetap tidak keluar,dari semuanya yang bisa masuk kamar gia hanya Risa dan Bagus,hanya saja mereka tidak bisa mengajak Gia keluar dari kamar itu,tapi acara tetap berjalan hanya saja ada sedikit rasa tidak nyaman.
...****************...
"Ade mana??" tanya Bagus saat sang istri menyambutnya bersama teman temannya yang akan meeting di kedai itu,hari ini Bagus memang membooking kedai untuk meeting bersama salah seorang teman lamanya yang akan menjadi partner kerjanya.
"ada ntar juga keluar" sambil bersalaman dengan rekan kerja sang suami.
"jadi temen temen... ini istri saya pemilik rumah makan ini,ada adik kami juga tapi mungkin nanti keluar nya bareng makanan,jadi sponsor meeting kita hari ini kedai ini,sekalian saya mau memperkenalkan istri saya." bagus memperkenalkan sang istri yang langsung disambut tepuk tangan dari teman teman nya,hanya ada sepasang mata yang tidak suka yaitu grisella.
grisella adalah teman kerja bagus dan bagus sudah menceritakan pada sang istri tetang grisella jadi Risa pun tak kaget melihat ketidaksukaan grisella melihat dia kebersamaan mereka.
makanan datang....
"perkenalkan ini adik saya" ucap bagus seraya memperkenalkan Gia.
"selamat siang..." sapa Gia sangat ramah sambil membungkukan badannya dan salaman dengan mereka. itulah yang membuat Bagus begitu senang melihat sang adik karna dia sangat ramah, walaupun hatinya kurang baik atau sedang sakit dia tetap ramah dalam keadaan apapun.
"de... ini temen kerja mas dan yg itu klien mas,temen mas waktu kuliah." ucap bagus sambil memperkenalkan klien sekaligus sahabat nya.
"GIA" ucap nya sambil tersenyum
"RIAN" sambil menggenggam tangan Gia dan tidak melepasnya,yang membuat Gia langsung menoleh ke Bagus,seakan mengerti maksud adik nya Bagus langsung menghampiri dan melepaskan tangan itu.
"yaudah jangan lama lama... bukan muhrim" potong bagus memisahkan tangan Rian yg menggenggam kuat tangan adiknya,lalu mereka semua tertawa bersama,hanya satu orang yang tertawa sinis. DERY.
...****************...
setelah kejadian itu Rian malah sering ke kedai tanpa sepengetahuan Bagus dan setiap kali menelpon Bagus selalu menanyakan kabar Gia. "Gia apa kabar? Gia keadaannya gimana? Gia udah punya pacar? Gia mau ga sama gw bro?" kurang lebih pertanyaan seperti itu yang terlontar dari mulut Rian setiap kali menghubungi Bagus,dia juga meminta no tlp tapi tidak ada satupun yang memberikan baik Bagus atau karyawan kedai.
drrrtttt.... drrrttt.....
hp gia berdering "MAS CALLING..."
"ya mas?"
__ADS_1
"kamu dimana?" dengan nada khawatir
"rumah"
"ga ke kedai?"
"ga... ada apa mas?"
"mas ga bisa telpon kakakmu... dia dimana?"
"tadi siang ke sini sebentar,terus balik ke kedai"
"yaudah deh! mas kesana aja! btw... kamu kenapa ga ke kedai?" dengan nada panik
"ga ada apa apa mas... aku baik baik saja...😅😅"
"yaudahlah... ntar kesitu ya mas mau ke situ"
"iya mas kabarin aja nanti kalau udah di sana"
tiga puluh menit kemudian...
"sini hp biar di banting" bisik bagus sampai dikedai dan bertemu Risa di dapur.
"dihubungi susah banget!"
"emang dari depan ga keliatan seramai itu?"
"lagian ngapain kamu di dapur? kenapa bukan suruh yang lain? karyawan segitu banyak kamu masih di dapur... kalau gitu pecat aja yang lain... ga usah ada karyawan sekalian."
Risa tak menjawab apapun, sebenarnya dia tahu dia salah sekedar mengangkat telpon memberitahu kalau dia sibuk pun tidak dia lakukan tapi dia tidak suka dengan sikap bagus yang seperti ini apalagi ada karyawan yang lain. makanya dari pada makin ribut dia lebih memilih untuk diam. karyawan yang melihat keributan kecil itu sedikit menyingkir bahkan ada yang keluar dari dapur,Bagus yang baru sadar kesalahannya menegur sang istri depan umum langsung tak enak hati,di tambah sudah melihat Risa cemberut. sebenarnya Bagus sedikit khawatir karna tadi saat dikantor,dia mendapatkan pesan yang mengancam akan membunuh sang istri dan memotret istrinya sedang masuk ke minimarket. Bagus sangan panik dan berusaha menghubungi istrinya tapi sang istri tidak menjawab telponnya.
sementara itu di luar dapur....
"hai gi... kok tiga hari ini aku ga liat kamu? off ya? apa liburan?" sapa Rian yang baru datang ke kedai bertepatan dengan Gia yang juga baru sampai.
"iya pak... saya cuti"
"wah kamu ga bilang,kalau bilang kan aku luangin waktu buat anter kamu"
"ga usah pak! terima kasih"
__ADS_1
"jangan manggil pak dong gi,nama aja atau mas biar lebih akrab"
Gia tak menjawab hanya tersenyum manis,lalu berlalu pergi menghampiri teman temannya.
"Ya Tuhan... ini anak manis banget! gemes banget liatnya" batin Rian melihat senyum manis Gia. dibalik tembok ada Derry yang sedang menatap kesal pada Rian.
"mana ka Risa?" tanya Gia Pada Ika dan Maya
bukan menjawab kedua nya hanya saling tatap. dengan heran gua menuju dapur,sebelu sampai pintu tangannya di tahan Derry.
"jangan..." ucapnya sambil menggeleng.
"kenapa?" tanyanya sambil menepis tangan Derry.
gia tidak menghiraukan larangan Derry,dia tetap masuk dan tepat saat dia masuk Risa dan Bagus sedang berdebat.
"ada apa nih?" tanya gia melihat perdebatan itu.
"de..." jawab mereka bersamaan,Risa langsung membalikkan badan untuk meneruskan kegiatan nya.
"kenapa mas?" cecar gia karna dia tahu Risa tidak akan menjawab.
"gpp de... kamu kenapa? kata anak anak kamu ga Dateng 3 hari ini..." tanya nya mengalihkan pembicaraan sambil merangkul sang adik,tapi sang adik menepis nya dan beralih ke Risa.
"kakak kenapa?"
"ga ada apa apa sayang.." ucap nya sambil tersenyum,Risa berusaha menahan rasa kesal nya karna Bagus memarahinya depan karyawannya.
"yaudah kalau ga ada yang ngomong..." jawab gia keluar,dia pergi...
"gi... mau kemana?" susul Rian saat Gia keluar.
"sabar gi... sabar..." ucap nya dalam hati tapi tidak menjawab pertanyaan Rian.
"gi... aku anter !!" sambil menahan tangan gia.
"ga usah Deket kok"
"gi.. kamu kaya lagi marah gitu jangan sendirian" menarik gia menuju mobil
"ga usah!!! biar gw yang anter" tiba-tiba ada yang ikut nimbrung dan langsung menarik tangan ku menuju motor nya.
__ADS_1
"yang bener itu loe berdua ga usah anter karna kontrakan gw Deket banget dari sini !! der... loe mending balik kerja,ini masih jam kerja dan mas Rian mending masuk lagi bukannya tadi lagi makan??? kalian kembali' ke tempat kalian masing masing karna saya akan pulang sendiri 🙏 terimakasih" jawab gia tegas lalu pergi tanpa menoleh sama sekali.
"kenapa sih mas bagus bisa punya temen yang punya hobby ganggu orang kaya gitu... ka Risa sama mas bagus juga kenapa coba makin bikin gw pusing aja" batin gia sambil kembali ke kontrakan.