Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
kisah lalu #2 (masih Risa)


__ADS_3

hiks... hiks.... hiks.....


putra berhenti sebentar di depan kamar,dia mendengar suara tangisan dari dalam,awalnya dia ragu untuk masuk tapi karna dia memang berniat bicara pada Risa dan meminta maaf akhirnya dia tetap masuk ke dalam kamar dan menemukan Risa meringguk memegang lututnya dengan posisi tidur membelakanginya.


"sa... " panggilnya sembari duduk di ranjang,karna yang di panggil tidak membalikkan badannya sama sekali akhirnya putra menaruh gelas susu dimeja samping tempat tidur lalu masuk ke dalam selimut yang sama dan memeluknya dari belakang. "maaf... aku ga ada maksud bikin kamu takut! mereka memasukkan obat perangsang dalam minuman ku dan aku tidak mau terjebak bersama mereka" ucapnya lalu mengecup rambut Risa bagian belakang,putra masih merasakan badan Risa yang sangat bergetar,setelah hampir 10 menit mereka terdiam dengan posisi itu lalu putra beranjak mengambil gelas susu yang hampir dingin,dia berjalan ke depan Risa memberikan gelas susu itu pada Risa dan memintanya untuk meminum itu tapi Risa tak bergeming sama sekali. putra menaruh susu itu di atas meja lalu keluar kamu dan masuk di ruang kerjanya,dia membanting pintu dengan sangat keras,bahkan Risa yang di kamar dapat mendengarnya.


putra sangat marah tapi bukan karna Risa lebih ke karna dirinya sendiri,dia kesal karna tidak bisa menepati janjinya. "aaahhh...." teriaknya frustasi,dia melihat jam sudah hampir pukul 2 dini hari tapi dia tidak bisa tidur sama sekali karna Risa yang diam dan karna kelakuan dirinya sendiri yang sangat menyebalkan,waktu terus berjalan hingga hampir pukul 5 pagi tapi matanya belum terpejam, akhirnya dia keluar dari ruangan itu lalu masuk ke dalam kamar,dia melihat Risa tidur dengan wajah yang sembab dan ada luka di keningnya, "sepertinya dia membenturkan kepalanya lagi" ucapnya sambil mengambil plester di laci menempelkannya di bagian yang luka mengecupnya,lalu pergi lagi menuju ruang kerjanya dengan membawa Bantal dan selimut. Sofa itu sebenarnya cukup besar buat tidur mengingat semenjak kepergian sang adik yang sangat disayanginya,putra menjadi seorang pria yang selalu berganti pasangan setiap waktu dan melakukan aktifitas dewasa dimanapun yang dia mau.


...****************...


alarm putra berbunyi dengan malas dia mematikan alarm di meja,rasanya baru sebentar dirinya terlelap tapi sudah harus bangun kembali,dia berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri dan siap untuk berangkat,sampai di kamar Risa tidak ada di sana,tapi ada sepasang baju diatas tempat tidur yang di siapkan Risa untuknya. putra masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera turun,karna dia pikir Risa sudah di bawah, walaupun Risa tidak pernah memasak untuk nya tapi Risa selalu menemaninya sarapan,tanpa putra sadari.dia mulai terbiasa dengan adanya Risa disisinya.


"kemana Risa bi?" tanya putra yang sudah rapih dan siap berangkat.


"non Risa keluar den!"


"keluar kemana?"


"ga tahu den! tadi udah bibi tanya tapi non Risa cuma bilang pergi sebentar,bibi ga berani tanyanya lagi den"


putra saat tidak mendapati Risa,langsung menelpon Hp Risa,sayangnya suara hp itu terdengar ada di atas, berarti Risa tidak membawa hp nya,hal itu semakin membuat Putra marah,dia naik ke atas mengambil hp Risa dan langsung pergi tanpa sarapan terlebih dahulu. putra menelpon Lina tapi katanya tidak ada Risa disana,dia tidak tahu harus mencari kemana,akhirnya dia membawa mobilnya mencari Risa ke taman atau danau terdekat,dia ingat Risa pernah mengatakan kalau Risa sangat menyukai danau.


"kenapa sih bisa jadi gini 😭" ucap Risa berbicara sendiri,dia ada di sebuah danau tidak jauh dari RS,dia sedang menunggu Lina pergi agar bisa melihat Rahma,lalu dia akan kembali ke rumah putra,dia bermaksud menenangkan diri,tapi dia memang lupa pamit pada putra. "Tuhan aku takut pada orang itu! bisa ga sih ga ketemu dia lagi" gumannya sedih.

__ADS_1


hampir dua jam Putra menjalankan mobilnya akhirnya dia menemukan yang dia cari sedang duduk menghadap danau sambil melempar batu ke air,putra berjalan pelan menghampirinya.


"apa aku membuat mu marah sampai kau pergi tidak pamit?" ucapnya berdiri di belakang Risa,tapi yang di tanya tidak menjawab. "apa kau tidak punya mulut?" tanyanya lagi karena Risa tidak menjawab apapun.


"aku hanya ingin berolahraga..." jawabnya cepat


"apa kau pikir aku bodoh hah!? mana ada olah raga sejauh ini!!" membentak Risa sehingga beberapa pasang mata sudah mulai memperhatikan mereka.


"aku tidak berfikir seperti itu,kau terlalu perasa" jawabnya gemetar,dia sudah mulai takut dengan bentakkan Putra.


Putra yang sadar dengan apa yang telah dia lakukan langsung mengulurkan tangan menarik Risa,yang langsung di tepis oleh sang pemilik tangan "jangan menyentuh ku!!" bentaknya dengan suara gemetar.


"Risa... kita harus bicara dan aku tidak ingin bicara disini,ku mohon sa... ada yang harus kita bicarakan! ikutlah dengan ku" ucapnya lembum dengan sedikit memohon.


"aku akan ikut tapi jangan sentuh aku!"


Risa ikut ke dalam mobil tapi dia lebih memilih duduk di belakang dan putra menyetir sendirian,sepanjang perjalanan hanya ada suara radio yang mengalun dengan lembut..


"tiga puluh menit kita di sini,tanpa suara dan aku resah harus menunggu lama kata darimu. mungkin butuh kursus merangkai kata untuk bicara dan aku benci harus jujur padamu tentang semua ini"


Putra yang mendengar lagu itu sempat tersenyum karna sesungguhnya dia mulai merasa lain pada Risa.


"apa yang ingin kau katakan? aku akan kembali untuk melihat Rahma!" ucapnya saat sudah sampai.

__ADS_1


"duduklah dulu,sebentar lagi jam makan siang apa kau tak ingin makan? nanti kita akan ke RS bersama."


"katakan apa yang mau kau katakan,agar aku bisa segera pergi!" ucapnya datar, walaupun sebenarnya hatinya sangat senang putra mencarinya tapi dia marah karna putra melanggar janjinya.


"mengapa kau pergi? bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau aku dijebak? bahkan aku berusaha menghilangkannya tanpa menyakiti mu!!"


"tanpa menyakiti ku? apa kau bilang? tanpa menyakiti ku?" bentak Risa dengan amarah penuh lalu menarik syal di leher nya,dan menunjuk semua tanda merah yang di ciptakan Putra. "ini yang kau bilang tidak menyakiti ku?"


"Risa setidaknya aku tidak melakukan hal lebih dari itu yang seharusnya sudah kulakukan sejak awal karna aku sudah membayarmu!" bentak putra balik pada Risa yang langsung membuatnya menyesal mengatakan hal itu,karna waktu itu putra sendiri yang meminta Risa untuk tidak membahas soal dibayar atau apapun karna Putra sudah sangat nyaman dengan keberadaan Risa,sebenarnya Putra ingin mengatakan bahwa dia mulai mencintai Risa tapi dia terlalu gengsi mengatakannya.


"kau ingat bukan dengan kata kata mu yang mengatakan bahwa jika kau melanggar janji mu untuk tidak menyakiti ku,aku boleh pergi selamanya dari hidupmu tanpa Menganti uangmu sepeser pun?" ucap Risa dengan terisak karna sungguh setelah tinggal bersamanya Risa pun merasa nyaman dan mungkin Risa mulai menyukainya.


Putra tertegun,bahkan dia sangat lupa kalau dia pernah mengatakan itu. dia ingin meminta Risa tetap tinggal tapi Putra tidak tahu harus bagaimana caranya,dia pun ingin mengatakan bahwa menyayanginya tapi dia bingung harus darimana.


karna tak ada jawaban apapun dari Putra dia memutuskan untuk pergi,saat dia menunduk untuk mengambil syalnya dan menutup leher nya,tiba tiba ada yang memegang tangannya.


"Risa... ku mohon...."


"aku hanya menjalankan sesuai dengan prosedur,aku sadar bahwa aku hanyalah perempuan bayaran yang telah kau bawa pulang"


"diam Risa!! sudah ku katakan jangan pernah kau menyebut itu!" bentak putra dengan kemarahan yang sangat tidak bisa tergambarkan,dia sangat kesal pada Risa karna dia sudah memintanya untuk tidak membahas masalah tersebut. "kembali ke kamar dan jangan keluar sebelum aku mengijinkannya!!!" bentaknya lagi,dia terlalu marah dengan kata kata yang keluar dari mulut Risa.


putra sempat tertegun mendengar isakkan tanggis dari Risa tapi dia menahannya, gengsi nya yang menahannya tanpa menjelaskan kenapa dia harus di tahan.

__ADS_1


"aku mulai menyayangimu Ris... semua yang telah kita lakukan bersama dua Minggu ini... aku ingin menahanmu tapi aku takut kembali menyakiti mu,aku ingin kau tetap bersamaku tapi aku takut kau tidak merasa nyaman dengan ini semua" batin putra melihat punggung Risa masuk ke kamar.


bahkan para ART yang tadinya ingin menyiapkan makan siang jadi tertunda karna melihat tuan dan nyonya nya sedang bertengkar, mereka sangat menghargai privasi majikannya.


__ADS_2