Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 10


__ADS_3

“Yuk kita tanya-tanya. Siapa tahu ada yang bisa memberi penjelasan dimana dia berada,” ujar Lilin masih berusaha mencari apa yang patut di cari karena sejauh ini tak ada titik terang sama sekali. Membuat kabut agar sama seperti di alam aneh itu juga sudah tak ada kemajuan.


“Siapa yah? Paling ke dukun. Orang pintar yang tahu seluk beluk alam gaib.”

__ADS_1


Berkali-kali memang hanya itu jawaban nya. Sebab akan sulit untuk mendeteksi mahluk gaib kalau bukan yang ahli nya. Apalagi jika segala nya masih gelap begini. Mencari jalan masuk sudah kesulitan. Apalagi mahluk nya. Sebab mahluk itu kelihatan nya hanya ada di dunia nya yang serba aneh. Tak bisa di deteksi secara kasat mata.


“Ya ayo.“ Segera melangkah meninggalkan tempat itu. Yang jelas-jelas sangat sulit untuk bisa menerobos masuk ke dalam nya seperti yang di alami oleh dua orang itu sebelum nya. Karena kala itu mereka memang tak sengaja. Jadi bisa di bilang menemukan pintu misteri juga asal-asalan. Beda dengan mereka yang di sebaliknya, maka bakal sudah paham jika ingin bertemu manusia di dunia. Sehingga tak jarang jika beberapa diantaranya sanggup menerobos alam berbeda itu dan mengganggu manusia. Hal yang sama terjadi pada manusia. Jika dia di dunia akan sulit masuk ke dunia mereka, namun kalau sudah terlanjur berada di sana, seringkali akan sulit ke dunia nyata lagi. Kebanyakan dari mereka itu nyata nya hanya kebetulan mampu melintasi saja. Selebihnya akan sulit memaksakan diri jika harus menuju ke dunia gaib itu yang memang benar-benar penuh misteri itu.

__ADS_1


“Boleh. “


“Tapi dimana mereka. Tak ada siapapun,“ ujar Aqi. Sejauh mata memandang hanya pohon hutan yang besar-besar terlebih semak belukar yang rapat serta sulit di lewati jika bukan pada jalur setapak nya. Memang sedikit sulit. Walau terkadang beberapa diantaranya ada yang mau membuka hutan tersebut untuk menanaminya di sela-sela tanaman pokok yang wajib tanam supaya bisa tumbuh berbarengan dengan tanaman mereka yang di tanam menurut musim. Jadi kala musim panen, maka diantara mereka ada yang berombongan datang untuk ikut membantu. Bahkan ada yang bersedia untuk tinggal dan sekedar menunggui tanaman nya supaya tak di rusak oleh binatang liar. Namun itu hanya sementara. Kebanyakan mereka akan pulang di sore harinya, supaya bisa tidur dengan nyenyak di ruah kampung yang banyak tetangga serta bisa saling ber tukar pikiran antar mereka.

__ADS_1


“Kita cari ke rumah-rumah hutan, atau ke ladang barangkali masih ada orang yang belum pulang dari hutan.“


__ADS_2